Victory Plus: Pembawa Harapan bagi ODHA

Oleh:
Triyoga Tyas Utama 144214085 & Yosef Sanpedro Andika 144214064

DSCN1008

Yan Michael-Wakil Direktur Victory Plus

Kepedulian terhadap ODHA (Orang Dengan HIV AIDS) adalah semangat yang terus dikobarkan oleh Samuel Rachmat Subekti atau lebih akrab disapa pak Samuel. LSM Victory Plus adalah hasil kerja keras dan ketekunan pak Samuel selama ini. Victory Plus berperan sebagai wadah bagi ODHA untuk berkarya di masyarakat dan memberi ruang bagi orang yang peduli dengan masalah HIV dan AIDS.

Pak Samuel bersama istri dan pak Yan Michael bekerjasama dan membentuk LSM Victory Plus. Victory Plus berorientasi terhadap kaum ODHA khususnya di wilayah Yogyakarta. LSM ini terbentuk karena kegelisahan pak Samuel terhadap pengidap HIV pada saat itu yang mengasingkan diri atau bahkan diasingkan.

Berdiri sejak 2004, LSM Victory Plus bertransformasi menjadi sebuah lembaga besar yang menaungi beberapa komunitas yang tersebar diseluruh kabupaten dan kota di Yogyakarta. Kesuksesan LSM ini tentu saja tidak datang dengan mudah. Pak Samuel dan founder Victory Plus lainnya pasti mengalami banyak hambatan dan tantangan.

Panti rehabilitasi Rajawali adalah tonggak pertama pak Samuel untuk mendirikan Victory Plus dan sebagai bentuk nyata kepedulian beliau terhadap kaum ODHA. Bermula dari beberapa pasien, pak Samuel membentuk KDS (kelompok Dukungan Sebaya) Victory Plus sebagai tempat bagi kaum ODHA pada tahun 2004. Dukungan Sebaya dalam KDS dimaksudkan sebaya atau sama dalam hal positif HIV. Dari KDS tersebut, diresmikanlah LSM Victory Plus. masyarakat Jogja dalam hal ini kaum ODHA saat itu masih memisahkan diri dari masyarakat dan belum berani berperan layaknya orang biasa. Hal ini juga yang membuat pak Samuel ingin ‘mengembalikan’ peran kaum ODHA di masyarakat. Kebanyakan kaum ODHA masih meremehkan usaha pak Samuel saat itu.

Bekerja sebagai seorang arsitek, pak Samuel dikenal sangat concern terhadap kondisi sosial di Yogyakarta. Selain bekerja dalam hal arsitektur, beliau juga aktif di gereja. Disamping menjabat sebagai direktur LSM Victory Plus, pak Samuel juga menjabat sebagai direktur rumah cahaya, sebuah lembaga yang mendampingi anak-anak yang lahir diluar nikah atau akibat kehamilan yang tidak diinginkan. Rumah cahaya juga sebagai tempat tinggal sementara bagi wanita yang sedang mengandung akibat kehamilan yang tidak direncanakan. Pada bulan desember 2014, bapak Samuel mendapat undangan untuk menjadi narasumber dalam acara ‘kick andy’ disalah satu stasiun tv swasta nasional.

Pada awal berdirinya LSM ini, masyarakat Jogja memberi sambutan yang baik. Sambutan baik ini terutama dilakukan oleh sesama ODHA karena pada dasarnya, masyarakat umum belum paham dengan tujuan dari LSM ini serta istilah-istilah yang digunakan belum terlalu umum. Pada awalnya, ODHA yang didampingi LSM ini masih belum percaya diri dan bahkan ada ODHA yang memang tidak mau didampingi. Namun kebanyakan ODHA memberi respon yang baik dengan adanya LSM ini. Peran ODHA yang berasal dari masyarakat Jogja memiliki andil besar dalam perkembangan LSM ini, dengan adanya ‘dukungan kaum sebaya’, yang merupakan gerakan yang dilakukan oleh ODHA untuk mendata dan mendampingi serta memberdayakan kaum ODHA yang lain yang berada di Jogja.

Keterlibatan masyarakat Jogja dalam perkembangn awal LSM Victory Plus dapat dikatakan sangat besar, karena hampir semua anggota dan staff ataupun relawan yang bekerja di Victory Plus adalah orang Jogja. Lingkup kegiatan dari LSM ini menyasar pada sosialisasi HIV AIDS dan ODHA sendiri. Untuk kegiatan yang sifatnya umum, masyarakat Jogja terbukti cukup antusias.

LSM ini memiliki 80 % pegawai dari kaum ODHA, mulai dari relawan sampai dengan staff. Hal ini juga membuktikan bagaimana LSM ini benar-benar memperhatikan peran ODHA dalam kepengurusan LSM ini sendiri. Masa kerja staff di LSM Victory Plus adalah 3 bulan, setelah itu akan diadakan pergantian staff. Hal ini dilakukan untuk memberi kesempatan yang besar sama bagi semua orang yang bekerja dan bernaung di LSM Victory Plus untuk dapat menjabat sebagai staff dalam kepengurusan LSM. Gerakan ‘dukungan kaum sebaya’ di LSM ini jugas muncul dari kepedulian ODHA yang berada dalam naungan Victory Plus terhadap ODHA yang lain yang belum memiliki wadah untuk berkarya. Gerakan ini muncul secara spontan di daerah-daerah, kemudian mereka mulai bergabung dengan Victory Plus. Kerjasama ini sekaligus sebagai upaya relawan ‘dukungan kaum sebaya’ di daerah untuk mendapat bantuan dana. Di dalam kepengurusan LSM, terdapat beberapa relawan yang berasal dari mahasiswa dan pelajar, namun orang-orang ini disebut ‘magang’ karena LSM Victory Plus tidak pernah membuka lowongan bagi relawan. Selain staf dan pengurus inti, LSM Victory Plus juga memiliki duta HIV yang mayoritas berasal dari pelajar dan mahasiswa. Mereka di seleksi untuk menjadi ‘pencerah’ mengenai masalah HIV dan AIDS serta ODHA di lingkungan mereka terutama di sekolah dan kampus. Pada awalnya LSM Victory Plus hanya membawahi beberapa KDS yaitu; KDS untuk waria (KDS violet), perempuan (KDS diajeng),dan laki-laki (KDS dimas), KDS ini melakukan pertemuan rutin satu bulan sekali. Pengurus KDS ini hanya diberi uang ‘transport’ senilai 300 ribu (2007).

Prinsip yang dibawa LSM ini bukan pendampingan secara terus-menerus namun dukungan psikososial dan pemberdayaan ODHA. Ketika ODHA sudah mampu dan berdaya, tentu LSM akan memberi hak penuh kepada ODHA untuk memilih apa yang akan mereka lakukan. Pendampingan dilakukan sejak ODHA mengetahui status dan membutuhkan akses layanan kesehatan.

Pendukung sebaya memiliki 5 prinsip ODHA yang harus dicapai. Pertama adalah percaya diri, ODHA dimotivasi supaya mereka mampu terbiasa dan percaya diri dengan status HIV-nya. Karena pada umumnya, ODHA yang baru mengetahui status HIV cenderung malu, minder, dan memilih untuk menggurung diri bahkan bunuh diri. Kedua adalah pembekalan informasi yang benar mengenai HIV, hal ini dilakukan dengan pemberian 9 paket buku gratis. Ketiga, mampu mengakses care support and treatment. Keempat, tidak menularkan HIV ke orang lain. Kelima adalah melakukan kegiatan positif.

Perkembangan LSM sampai saat ini cukup besar dan bisa dianggap sukses. Jumlah ODHA yang didampingi oleh Victory Plus kini ada 2500 orang yang berdomisili di Yogyakarta. Hal ini didukung oleh adanya KDS didaerah yang mendekatkan diri dengan ODHA yang ada disekitarnya. KDS yang berada dibawah naungan Victory Plus kini tersebar disemua kabupaten dan kota di Yogyakarta. KDS di daerah seperti; KDS menoreh (Kulonprogo), Bantul support group dan kontras (Bantul), KDS kendari (Gunung kidul), KDS dimas (Sleman), KDS diajeng dan violet (kota Jogja), KDS metakom (RS Bethesda). KDS ini muncul untuk menyokong adanya kasus ODHA di lingkungan sekitar mereka. Mulai tahun 2010, Victory Plus mulai mendapat dana dari Global Fund melalui yayasan Spiritia dan Nadlatul Ulama, sehingga semua pengurus KDS didaerah mendapat intensif gaji. Dengan pendanaan ini juga, kegiatan yang diadakan oleh Victory Plus menjadi lebih beragam. Saat ini Victory Plus sering menggadakan pertemuan rutin di rumah sakit di Yogyakarta. Selain itu Victory Plus juga mengembangkan Puskesmas Gedong Tengen yang bertempat di kota Jogja yang mampu melayani ART (terapi anti-HIV yang sangat aktif dengan kombinasi obat).

Tentu selama perjalanan Lembaga Swadaya Masyarakat ini berlangsung, telah menorehkan berbagai prestasi atau keberhasilan kerja yang diraih. Baik itu keberhasilan formal maupun keberhasilan informal. Sebuah prestasi dari suatu LSM adalah satu satu kunci kesuksesan LSM tersebut. Karena, Menurut pengertiannya, prestasi kerja merupakan suatu hasil yang dicapai oleh karyawan dalam mengerjakan tugas atau pekerjaannya secara efisien dan efektif. Pada praktiknya, seorang karyawan akan menggunakan kemampuan terbaik yang ia miliki untuk mengerjakan pekerjaannya dan ketika ia mendapatkan hasil yang baik maka hal tersebut akan menjadi sebuah prestasi dalam pekerjaannya. Itu berarti, karyawan yang ada di dalam LSM ini telah bekerja dengan efektif dan telah memberikan kemampuan yang terbaik dalam bekerja, sehingga Victory Plus ini bisa mendapatkan sebuah prestasi.

Ada beberapa hal yang memengaruhi prestasi kerja seseorang atau sebuah perusahaan. Yang pertama yaitu faktor organisasional, di mana sistem timbal jasa, kualitas pengawasan, beban kerja, minat, serta kondisi fisik lingkungan kerja menjadi permasalahannya, terutama masalah sistem timbal jasa atau sistem penggajian dan remunerasi serta sistem pengawasan, di mana seorang bawahan dapat memperoleh kepuasan kerja jika atasannya lebih kompeten dibandingkan dirinya.

Yang kedua yaitu faktor personal, meliputi masalah sifat dan kepribadian, senioritas, masa kerja, kemampuan ataupun keterampilan kerja. Umumnya, seseorang yang telah memiliki status pekerjaan yang lebih tinggi biasanya telah menunjukan prestasi kerja yang baik sehingga keadaan tersebut akan memberikan kesempatan masa kerja yang lebih baik dan kesempatan untuk menunjukan prestasi kerjanya akan lebih besar lagi. Kesempatan, kapasitas, serta kemauan juga menjadi faktor yang memengaruhi prestasi kerja seseorang. Hal–hal seperti motivasi, kepuasan kerja, status pekerjaan, kecemasan, partisipasi, sikap, karakteristik, peran, norma serta nilai–nilai menjadi pembahasan utama dalam pengaruhnya terhadap prestasi kerja

Dibalik dari factor keberhasilan kerja atau prestasi kerja tersebut, LSM Victory Plus ini telah mendapatkan beberapa prestasi, yaitu Pendiri dari LSM ini, Bapak Samuel Rachmat Subekti ini pernah diundang dalam salah satu stasion televisi nasional (Metro tv ) dalam acara Kick Andy. Di acara tersebut, beliau diwawancarai seputar masalah ODHA serta LSM Victory Plus. Selain itu LSM ini pernah mendapat 50 juta rupiah dari Tahir foundation, dan mendapatkan predikat LSM Peduli HIV aids dari Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta serta prestasi yang lainnya.

Selain itu, pastinya LSM ini pernah melakukan hubungan kerja sama baik kerja sama dari pemerintah maupun dengan LSM yang lain. Karena melakukan sebuah kerjasama dengan mitra yang lain dapat menguntungan sebuah LSM tersebut. Pengertian kerja sama sendiri adalah sebuah sistem pekerjaan yang kerjakan oleh dua orang atau lebih untuk mendapatkan tujuan yang direncanakan bersama. Kerja sama dalam tim kerja menjadi sebuah kebutuhan dalam mewujudkan keberhasilan kinerja dan prestasi kerja. Kerja sama dalam tim kerja akan menjadi suatu daya dorong yang memiliki energi dan sinergisitas bagi individu-individu yang tergabung dalam kerja tim. Komunikasi akan berjalan baik dengan dilandasi kesadaran tanggung jawab tiap anggota. Selain itu, bekerja sama juga adalah suatu usaha bersama antara orang perorangan atau kelompok diantara kedua belah pihak manusia untuk tujuan bersama dan mendapatkan hasil yang lebih cepat dan lebih baik. Jika tujuan yang ingin di capai berbeda maka kerjasama tidak akan tercapai.

LSM Victory Plus ini pun pernah melakukan sebuah kerjasama baik dengan pemerintah maupun dengan instansi atau LSM lain, yaitu bekerjasama dengan Dinas sosial dan kementrian sosial, bermitra dengan aids se-DIY, bermitra dengan KPA atau Komisi Perlindungan Anak yang ada di Bantul, Sleman, Kulon Progo, dan Kota Yogyakarta. Kemudian pernah bekerjasama dengan beberapa SKPD atau Satuan Kerja Perangkat Daerah, BPDM dan Dinas Perhubungan. Kemudian, pada tahun 2011 dan 2014, LSM Victory Plus ini pernah mengadakan acara pemilihan Duta HIV yang bekerja sama dengan LAB C, pada bulan desember di Jogja City Mall. Pemenang yang telah berhasil terpilih tersebut, nantinya akan bersosialisasi dengan masyarakat sekitar dan sekolah sekolah untuk menyebarkan pengetahuan tentang HIV dan aids.

LSM Victory Plus yang telah berdiri sejak tahun 2004 ini, telah berproses selama kurang lebih 11 tahun. Dan dengan berdirinya LSM ini, masyarakat jogja terutama ODHA telah merasa terbantu, karena telah diberi pengetahuan HIV secara baik walaupun kadangkala pengetahuan tentang HIV ini tidak diterima baik oleh semua orang. Para ODHA terbantu dengan pelatihan atau training. Pelatihan tersebut antara lain adalah pelatihan public speaking, tujuannya untuk melatih ODHA dan OHIDHA untuk bisa trampil berbicara di depan umum. Yang kedua adalah pelatihan pembentukan KDS, bertujuan untuk mempersiapkan ODHA dan OHIDHA untuk menjadi motor dalam pembentukan KDS di setiap wilayah dan kelompok resiko. Yang ketiga adalah pelatihan pendidik pengobatan ( threatment educator ) yang bertujuan untuk melatih mereka untuk menjadi pendamping pengobatan terhadap ODHA yang baru saja memulai threatment. Dan yang terakhir adalah memperlengkapi ODHA yang baru mengetahui status HIV nya dalam pertemuan ODHA provinsi, Kemudian adanya pemberdayaan psikososial, ekonomi dan sosial terhadap ODHA, serta stigma dan diskriminasi HIV mulai terkikis.

Tentu selama proses berjalannya LSM Victory Plus ini, mereka menemui berbagai tantangan. Namun tantangan tersebut tidak diterima dengan negative, melainkan dapat memperkuat dan mempersolid LSM Victory Plus ini. Tantangan yang dihadapi LSM ini adalah tidak semua ODHA yang telah dibantu oleh Victory Plus, mau membantu sesama ODHA atau ODHA yang lain. Padahal prinsip kerja dari Victory Plus sendiri salah satunya adalah prinsip kesebayaan, yaitu prinsip para ODHA membantu ODHA yang lain. Kemudian ada ODHA yang tidak ingin dibantu, karena ODHA yang merasa HIGH CLASS atau ODHA yang telah terpandang di sebuah kota. Tantangan yang muncul tidak hanya dating dari para penderita saja, namun juga datang dari LSM yang lain, banyak LSM lain yang ingin menjatuhkan Victory Plus, karena mungkin adanya masalah personal di dalam LSM tersebut, atau karna adanya iri hati karena LSM ini telah sukses mengembangkan kepedulian terhadap HIV dan aids.

Sekarang ini, wajah Yogyakarta semakin kurang toleran terhadap adanya keberagaman, LSM Victory Plus ini telah memberi sumbangsih untuk menumbuhkan kembali kerukunan masyarakat Yogya. Antara lain Victory Plus mengadakan event-event seperti gelora sumpah pemuda yang 3000 penari, pasar murah yang memberikan sembako gratis terhadap masyarakat sekitar, badai kebaikan, yaitu masyarakat diberi satu lollipop dan satu leaflet yang berisi kegiatan-kegiatan baik yang bersifat positif. Event-event tersebut bertujuan untuk mempertemukan para masyarakat, dan kemudian saling berinteraksi agar kerukunan kembali muncul dan dapat berkembang.

cyoga.tu@gmail.com'

About Triyoga Tyas Utama