Sejarah Cina Selayang Pandang

zhou farm

Cina atau Tiongkok merupakan wilayah daratan Asia Timur yang terluas, dengan sebagian besar kontur geografis berbukit. Kondisi itu menjadikan berkembang keberagaman kebudayaan antar suku-sukunya. Seperti pada sejarah bangsa-bangsa lain, masyarakat Cina juga mengalami evolusi dari masyarakat nomad menuju ke pertanian menetap.  Salah satu yang paling awal mengembangkan pertanian menetap  adalah suku Shang. Mereka juga menjadi pelopor pengembangan budaya tulis dan sistem politik kerajaan.

Keberadaan kebudayaan pertanian menetap diantara ratusan suku nomad, menjadikan posisi Shang sangat eksklusif dalam dinamika masyarakat Cina keseluruhan. Maksudnya Kerajaan Shang menjadi sasaran intimidasi, teror, perampokan dan bahkan perang bagi berbagai suku nomad yang tinggal di sekitarnya. Suku-suku nomad yang mengembangkan budaya berburu dan menggembala ternak menempatkan Shang sebagai lumbung pangan (gandum). Dalam keadaan normal, antar kedua ragam masyarakat itu terjadi hubungan perdagangan barter yang saling menguntungkan. Akan tetapi, ketika kelangkaan terjadi, sedang kebutuhan pangan tetap, maka akan terjadi pemaksaan.

Situasi pelik dalam relasi dengan suku-suku nomad tidak hanya dialami oleh Shang, tetapi juga para penerusnya sepanjang periode Klasik dan Pra Modern. Bahkan ketika kekaisaran Qin berkuasa, Qin Shih Huang Ti berusaha mengatasi ancaman suku nomad dengan memerintahkan membangun tembok pertahanan yang kuat. Tembok itu sekarang dikenal sebagai Tembok besar yang dikategorikan sebagai salah satu keajaiban dunia oleh PBB. Berhasilkah? Ternyata tidak! Kekaisaran Qin justru menjadi salah satu masa pemerintahan yang paling singkat dalam sejarah Cina, yaitu hanya 15 tahun.

Tags: ,

About Sastro Sukamiskin