SAR Mahakarta (final)

Benediktus Dian Candra N (121414017), Laurensius Andi Saputra (121414057)

Negara Indonesia merupakan negara kepulauan dengan banyak suku, budaya, serta agama yang beraneka ragam. Potensi kekayaan alam yang tersedia di Negara Indonesia menyebabkan Indonesia dikenal oleh banyak negara. Tanah yang subur dan luas menyebabkan berbagai tanaman yang beraneka ragam dapat tumbuh subur di negara tercinta kita, serta iklim tropis menyebabkan banyak hewan indah dan langka dapat tumbuh dan berkembang biak disini, namun di balik itu semua ada potensi bencana alam yang siap meluluhlantakan bumi Indonesia, negara dengan banyak gunung berapi baik yang masih aktif maupun yang sudah tidak aktif, serta Indonesia merupakan pertemuan antara 2 lempeng benua yang rentan mengalami pergeseran.

Banyak bencana alam yang siap untuk meratakan Indonesia, seperti gempa bumi, tsunami, gunung meletus, angin puting beliung, banjir, dan musim kemarau yang panjang. Sudah banyak korban yang berjatuhan akibat bencana alam yang terjadi di Indonesia. Banyak dari mereka yang kehilangan rumah, dan orang-orang yang dikasihi. Bukan bangsa Indonesia bila kita tidak hidup dengan saling membantu saudara kita yang sedang mengalami kesulitan. Untuk itu maka di bentuklah TIM SAR di seluruh Indonesia, mereka bertugas untuk membantu saudara-saudara kita yang sedang tertimpa bencana alam. Tidak hanya bencana yang besar saja yang menjadi tugas TIM SAR, tetapi bencana seperti pohon tumbang juga menjadi tugas dari TIM SAR.

Mempunyai sebuah gunung berapi yang masih aktif serta dibatasi dengan samudera Hindia membuat wilayah Yogyakarta menjadi wilayah yang rentan untuk terjadinya bencana alam. Pemerintah Indonesia sendiri telah membentuk sebuah organisasi yang bertugas untuk membantu warga yang sedang tertimpa bencana di wilayah Yogyakarta, namun pada Tahun 2010 terjadi peristiwa meletusnya gunung merapi dan ternyata SAR Yogyakarta kekurangan tenaga untuk membantu dan mengevakuasi korban bencana ke tempat yang lebih aman. Karena pengalaman tersebut ada beberapa orang yang tanggap akan hal itu dan membentuk sebuah komunitas yang di khususkan untuk membantu warga pada saat terjadi bencana, untuk itu di bentuklah SAR MAHAKARTA.

TIM SAR Mahakarta dibentuk pada tahun 2011, pendiri dari TIM SAR Mahakarta ini sendiri adalah mereka para alumni dari Menwa (Resimen Mahasiswa) Mahakarta. SAR Mahakarta yang mempunyai basecamp di jalan Kaliurang Km 12, dan di jalan Wates Yogyakarta ini pada awalnya berdiri karena pada tahun 2010 terdapat bencana alam yang menimpa Yogyakarta, sehingga alumni – alumni dari Menwa yang sudah menyebar di seluruh dunia berkumpul kembali di Yogyakarta demi membantu saudara – saudara mereka yang terkena musibah.

Setelah keadaan di Yogyakarta sudah bisa terkondisikan maka mereka berkumpul di akademi pertanahan Yogyakata. Berdasarkan pengalaman yang melanda Yogyakarta setelah kejadian tersebut maka mereka sepakat untuk membentuk SAR DIY KOMPI Mahakarta dari pada mengandalkan gotong royong warga sekitar yang tidak terlatih untuk menangani situasi bencana.

Selain mendirikan SAR Mahakarta mereka juga mendirikan desa penyangga, desa yang ada di sekitar lereng merapi maupun desa di sekitar daerah yang memiliki potensi yang besar untuk terjadinya bencana alam mereka latih untuk bersiap bila sewaktu-waktu terjadi bencana yang berada di sekitar daerah mereka. Sehingga bila terjadi bencana alam yang melanda di sekitar daerah mereka, mereka telah siap untuk bagaimana cara mengevakuasai diri dan apa saja tindakan yang harus dilakukan serta kemana mereka harus menghubungi pihak untuk meminta bantuan.

Pada saat bencana alam yang menimpa Daerah Istimewa Yogyakarta banyak orang kehilangan sanak saudara, keluarga, harta benda, dan pekerjaan mereka. Banyak anak-anak yang menjadi yatim piatu karena bencana alam tersebut merenggut kedua orangtuanya. Karena alasan itu semua akhirnya SAR Mahakarta mendirikan sebuah Panti Asuhan yang terletak di lereng Merapi.

Di dalam mengambil tindakan untuk memberikan pertolongan kepada penduduk yang mengalami musibah tidak dilakukan secara sembarangan, namun memiliki sistematika sehingga tidak terjadi miskonsepsi antara SAR satu dengan SAR yang lain yang ada di wilayah Yogyakarta. Misalnya pada saat terjadi bencana tanah longsor di Banjarnegara yang baru-baru ini terjadi. SAR Mahakarta tidak langsung ikut turun tangan ke TKP untuk membantu korban, namun menunggu konfirmasi dari SAR pusat daerah Yogyakarta terlebih dahulu apakah kami perlu turun tangan untuk membantu. Karena bila tidak terjadi komunikasi antara TIM SAR dengan SAR pusat, bisa saja terjadi semua TIM SAR yang ada di seluruh Indonesia pergi ke TKP, mengakibatkan terjadi overload di TKP, bukannya membantu melainkan akan mempersulit proses evakuasi.

Bukan sembarang TIM SAR dan Anggota TIM SAR yang di kirimkan untuk menolong korban bencana, melainkan anggota yang benar-benar sudah terlatih menangani korban bencana. Seperti contohnya bila terjadi bencana banjir yang melanda di suatu daerah, maka BPPD akan memberitahukan kepada TIM SAR yang mempunyai peralatan yang cukup memadai untuk menolong korban banjir tersebut, dan dari TIM SAR yang telah dipilih akan di kirimkan anggotanya yang sudah terlatih menggunakan peralatan rescue tersebut, jangan sampai terjadi kasus anggota TIM SAR malah mendapat pertolongan.

Berikut adalah bagan dari keanggotaan TIM SAR MAHAKARTA:

Kompi Markas, atau bagan pada saat tidak terjadi bencana

  • SAR KOMPI MAHAKARTA
  • Potensi Basarnas dengan anggota resimen mahasiswa mahakarta
  • Kompi Mahakarta
  • Komandan Kompi (Bapak Muji)
  • Wakil Komandan Kompi (Bapak Sawal)
  • Staf : Sekreteris, Bendahara, Humas, Litbang
  • SRU (Sar Unit) 400 unit (anggota).

Satgas Operasi atau bagan pada saat terjadi bencana atau menolong korban bencana

  • SMC (Sar Mission Coordinator) di ketuai oleh komandan Kompi
  • Logistik seperti Bendahara, Sekretaris, Humas di ketuai oleh Komandan Kompi
  • SRU yang terdiri dari :
          1. Unit Reaksi Cepat
          2. Komunikasi Elektro
          3. Logistik
          4. Pembantu Umum

Untuk menciptakan anggota-anggota baru yang terlatih, SAR Mahakarta mengadakan recriutmen anggota yang baru, biasanya anggota yang masuk adalah alumni dari resimen mahasiswa yang ingin melanjutkan menjadi SAR, namun tidak selalu anggota resimen mahasiswa saja yang dapat masuk menjadi anggota SAR, masyarakat awam juga dapat masuk menjadi anggota SAR, maka SAR Mahakarta akan dengan senang hati melatih kemampuan fisik maupun kemampuan dalam menggunakan alat-alat penyelamatan. Adapun latihan-latihan yang akan diajarkan kepada calon anggota SAR Mahakarta adalah sebagai berikut:

  • PPGAD (Pertolongan Pertama Gawat Darurat)
  • Peta Kompas (GPS) baik menggunakan alat canggih maupun alam
  • Survivel (mempertahankan hidup)
  • UUD HAM
  • Tali Menali

Pelatihan pertama yang diadakan oleh SAR DIY kompi Mahakarta pada tanggal 22 Oktober 2011 bertempat di Kampus Institut Sains dan Teknologi Akprind Yogyakarta. Adapun peserta yang ikut dalam pelatihan tersebut kurang lebih ada 100 anggota yang bergabung dalam SAR Mahakarta, namun seiring berjalannya waktu banyak anggota SAR Mahakarta yang tidak muncul pada saat berjaga di basecamp SAR Mahakarta, hanya ada sekitar 20% dari mereka yang datang untuk berjaga di basecamp. Banyak dari mereka yang sekarang berada di luar Yogyakarta sehingga tidak dapat berkumpul di basecamp, ada juga yang disibukkan oleh pekerjaan yang mereka geluti. Namun bila sedang terjadi hal yang memerlukan bantuan dari mereka, mereka akan selalu ada untuk membantu, seperti halnya pada saat daerah Yogyakarta terkena dampak abu dari gunung kelud, para anggota SAR Mahakarta langsung saling berkomunikasi untuk membantu warga di Yogyakarta dan sekitarnya. Tidak setiap tahun SAR Mahakarta mengadakan recriutment anggota baru, recriutment anggota berdasarkan dengan jumlah anggota SAR Mahakarta yang masih aktif dan cukup produktif untuk dapat bergerak membantu korban bencana, karena bila kemampuan fisik orang tersebut sudah tidak cukup produktif untuk dapat membantu maka sebaiknya tidak diikut sertakan dalam menolong korban bencana, karena dapat membahayakan bagi dirinya sendiri maupun korban bencana.

Dalam membantu korban bencana alam, bukan hanya kemampuan fisik yang digunakan atau diutamakan. Segala kemampuan yang dimiliki oleh masing-masing individu berguna dalam menyelamatkan korban bencana alam, seperti kemampuan menganalisis daerah dengan cepat, bahkan kemampuan berbicarapun sangat diandalkan dalam menyelamatkan korban bencana, seorang psikolog sangat bermanfaat disana, karena seorang psikolog dapat membantu para korban bencana dari trauma.

Banyak orang bertanya-tanya untuk apa menjadi anggota TIM SAR Mahakarta yang kerjanya pada saat ada bencana saja dan tidak mendapatkan bayaran sepersen pun dari masyarakat ataupun pemerintah. Untuk itu kami mewawacarai sejumlah orang dari anggota SAR Mahakarta dari yang sudah lama, maupun yang baru saja bergabung, dan pengalaman apa saja yang mereka dapat saat menjadi anggota SAR Mahakarta

      1. Petrus Tri Haryadi

Petrus Tri Haryadi merupakan seorang mahasiswa di Universitas Sanata Dharma, dia bergabung dalam SAR Mahakarta ini karena dia mempunyai jiwa penolong terhadap sesama yang membutuhkan bantuan. Pengalaman yang pernah dialami dia adalaha pada saat latihan bersama SAR Mahakarta dia berjalan sejauh kurang lebih 60 km.

      1. Bapak Hery

Bapak Hery adalah seorang guru di sebuah sekolah di Yogyakarta, beliau berasal dari keluarga militer sehingga terdapat rasa ingin menolong yang mengalir di dalam jiwanya. Untuk menyalurkan jiwanya itu beliau bergabung dengan SAR Mahakarta, beliau juga senang bergabung dengan SAR Mahakarta karena disini beliau menemukan sebuah keluarga baru yang mempunyai hobby dan keinginan yang sama, yaitu ingin membantu sesama yang mengalami musibah. Pengalaman yang telah beliau peroleh adalah saat beliau ikut membantu korban merapi dan membuat pemakaman massal demi menguburkan korban-korban merapi yang begitu banyaknya., selain itu beliau juga membantu dalam memberikan terapy kepada korban bencana yang mengalami trauma. Karena kecintaannya terhadap sesama manusia dengan saling menolong satu sama lain, beliau juga memasukkan anak-anaknya menjadi anggota resimen mahasiswa.

      1. Bapak Bernard Bega Wijaya

Bapak Bernard Bega Wijaya atau yang biasa di panggil dengan nama Pak Bega merupakan seorang satpam di kampus kita ini, Pak Bega bergabung menjadi SAR Mahakarta awalnya karena beliau merupakan anggota dari Menwa Mahakarta, yang sebenarnya tidak sengaja ikut menjadi Menwa Mahakarta. Beliau ikut menjadi anggota Menwa Mahakarta karena pada zaman beliau kuliah terdapat sistem yang mewajibkan setiap Universitas di Yogyakarta mengirimkan mahasiswanya untuk menjadi Menwa Mahakarta. Akhirnya beliau mengajukan diri untuk menjadi salahsatunya karena tidak ada lagi mahasiswa lain yang mau dan sanggup. Pengalaman – pengalaman yang dialami beliau adalah pengalaman yang tidak dapat dialami oleh orang lain selain anggota Menwa, yaitu terjun payung, hand to head, dan anti huru-hara.

Banyak cara untuk dapat membantu sesama kita yang memerlukan bantuan, salah satunya adalah dengan menjadi anggota SAR, dengan menjadi anggota SAR kita bisa berkumpul dengan orang-orang yang juga mempunyai hobby yang sama dengan kita serta kita juga dapat membantu orang lain yang sedang mengalami musibah dengan fasilitas serta transportrasi yang memadai dan juga teman-teman anggota SAR yang mempunyai jiwa penolong yang tinggi. Jangan pernah ragu untuk bergabung menjadi anggota SAR Mahakarta hanya karena ketidakyakinanmu terhadap kemampuan yang kamu miliki, karena didalam memberi pertolongan kepada orang lain semua kemampuan yang kamu miliki akan sangat berguna bagi mereka. Dalam membantu orang lain jangan pernah berpikiran mengenai untung dan rugi, karena lebih baik kita membantu mereka secara sukarela tanpa mengharapkan imbalan terhadap siapapun.

Referensi :

Pada tanggal 26 maret 2015 pukul 10.00 WIB di Kampus II Universitas Sanata Dharma Mrican, Yogyakarta kami mewawancarai Bapak Bernard Bega Wijaya, sebagai Pelatih navigasi.

Pada tangal 25 Maret 2015 pada pukul 23.00 WIB di basecamp SAR Mahakarta (jalan kaliurang KM 12), Yogyakarta kami mewawancarai Bapak Herry, sebagai koordinator gerak tanggap bencana SAR Mahakarta.

02a

Pelatihan desa penyangga

1554512_245981235576115_1399336863_n

01

1328180212477681451

05

04b

devilkyubi@ymail.com'

About Laurensius Andi Saputra