Padepokan Seni Bagong Kussudiarjo

lambang padepokan

Alexander Rahma A. D (145114024)
Daniel Susila Pambudi (145114027)

Seni sebagai suatu bentuk ekspresi seniman memiliki sifat-sifat kreatif, emosional, individual, abadi dan universal. Sesuai dengan salah satu sifat seni yakni kreatif, maka seni sebagai kegiatan manusia selalu melahirkan kreasi-kreasi baru, mengikuti nilai-nilai yang berkembang di masyarakat. Indonesia merupakan bangsa/ negara yang memiliki berbagai macam/ ragam nilai seni yang menarik dan memiliki makna khusus. Di era globalisasi sekarang ini banyak aliaran-aliran seni/kesenian modern dari negara-negara lain yang masuk ke Indonesia. Terkait dengan hal tersebut, bagaimana suatu seni Indonesia dan seni dari negara lain dapat hidup dan perkembang dalam masyarakat sekarang ini. Perihal keadaan tersebut, maka beragam sikap yang di tunjukan oleh seniman, sanggar seni, padepokan,dsb. Padepokan Seni Bagong Kussudiardja sebagai salah satu lembaga yang berbasis seni memberikan beberapa tanggapan mengenai hal itu, baik dari sudut pandang para seniman, maupun penikmat seni.

Sejarah berdirinya PSBK
Padepokan Seni Bagong Kussudiardja (PSBK) terletak di dusun Kembaran, Tamantirto, Kasihan, Bantul. Padepokan Seni Bagong Kussudiardja didirikan oleh seniman Bagong Kussudiardja pada 2 Oktober 1978 sebagai lembaga pendidikan kesenian non formal yang meliputi tari, karawitan, teater, ketoprak, musik, dsb. Sebelum beliau mendirikan Padepokan Seni Bagong Kussudiardja, beliau pernah belajar seni tari modern (balet) di Martha Graham, New York, Amerika, kemudian beliau tertarik dengan proses mengembangkan seni yang ada di Amerika, terinspirasi dari hal itu, beliau mencoba mengambil nilia-nilai tersebut, tetapi tetap memegang nilai-nilai yang ada di Indonesia. Bagong Kussudiardja merasa bahwa seniman yang ada di Indonesia mempunyai konsep “urunan” , yang berarti dalam suatu pertunjukan ada banyak hal seperti setting, lighting, dan senimannya menjadi satu dalam semangat gotong royong. Didirikannya Padepokan Seni Bagong Kussudiardja terilhami dari sistem pendidikan di pesantren, yaitu proses mengkaji ilmu agama dari pagi hingga malam, dan tetap berkomunikasi dengan masyarakat, serta berbagi/ terlibat dalam masyarakat. Dari proses itu Bagong Kussudiardja, kemudian berpikir jika sistem itu diimplikasikan dalam proses mengkaji kesenian. Semangat/ cita-cita beliau inilah yang kemudian menjadi cikal bakal Padepokan Seni Bagong Kussudiardja.

Bagong Kussudiarjo

Bagong Kussudiarjo

Perkembangan PSBK
Tujuan awal PSBK adalah menyediakan tempat bagi siapa saja yang ingin untuk berkreasi seni, dan untuk menunjukkan bahwa seni dapat berproses di masyarakat. Seiring dengan perkembangan Padepokan Seni Bagong Kussudiardja dari mulai didirikannya (1978), hingga meninggalnya Bagong Kussudiardja pada tahun 2004. Setelah beliau meninggal padepokan tersebut di naungi Yayasan Bagong Kussudiardja (YBK). Yayasan Bagong Kussudiardja didirikan sebagai organisasi nirlaba dan saat ini dipimpin oleh

Butet Kertaradjasa

Butet Kertaradjasa

Butet Kartaredjasa (putra dari Bagong Kussudiardja), tujuan didirikannya YBK juga untuk melanjutkan semangat/ cita-cita Bagong Kussudiardja. Yayasan Bagong Kussudiardja mulai aktif mengelola PSBK dengan menerapkan program-program yang memelihara dan mengembangkan PSBK, pengetahuan seni, gagasan seni, dan ilmu seni. Tujuan utama Yayasan Bagong Kusudiarja adalah untuk mendorong kehidupan seni yang dapat memberi kontribusi kepada perkembangan ide, cita-cita dan nilai-nilai bagi masyarakat luas. Dalam perkembangannya, ada julukan/ sebutan bagi para seniman disana yaitu cantrik dan mentrik, cantrik untuk putra dan mentrik untuk wanita. Beberapa kelompok Seni seperti Sanggar Kuaetnika, Orkes Sinten Remen, Orkes Melayu Banter Banget dan Teater Gandrik juga ikut bergabung bersama Padepokan Seni Bagong Kussudiardja. Dalam mepresentasikan hasil seninya di Padepokan Seni Bagong Kussudiardja sejak tahun 2009, salah satunya secara rutin menggelar Jagongan Wagen, merupakan pentas seni yang dilaksanakan setiap bulan dan terbuka untuk umum tanpa tiket masuk alias gratis. Padepokan Seni Bagong Kussudiardja semakin berkembang, hal ini dapat dilihat dari jumlah fasilitas untuk pengolahan seni, mempertunjukkan seni, dsb. Fasilitas yang dimiliki antara lain: sebuah studio besar merupakan ruang pertunjukan utama, studio berbentuk arena, dan studio berbentuk menyerupai pendapa. Keseluruhan studio multifungsi untuk melakukan bermacam aktivitas kreatif, seperti proses latihan, diskusi, workshop, dll. Selain itu, juga terdapat studio rekaman (audio) digital, ruang latihan musik karawitan (gamelan), kantor, toilet, dan area parkir yang nyaman. Ruang pertunjukan utama berbentuk menyerupai pendapa (a pavilion style space) mampu menampung penonton hingga 500 orang, serta perlengkapan tata lampu (lighting system). Fasilitas lain yang menunjang keberadaan dan fungsi sebagai rumah budaya, adalah wisma dan beberapa kamar untuk memberikan akomodasi kepada seniman, partisipan program ataupun tamu yang berkunjung.

Ruang Latihan Gamelan

Ruang Latihan Gamelan

Berikut beberapa program PSBK:
a. Jagongan Wagen

Salah satu jagongan wagen

Salah satu jagongan wagen

Padepokan Seni Bagong Kussudiardja secara rutin melakukan presentasi seni/pertunjukan kepada masyarakat umum yang di sebut Jagong Wagen yang diadakan setiap 1 bulan sekali di panggung aula PSBK dengan tema serta alur yang berbeda-beda, menyikapi apa yang sedang terjadi di kehidupan masyarakat. Jagong wagen sendiri merupakan pengolahan raga, rasa, dan juga jiwa, yang di terapkan dalam beberapa kolaborasi seni seperti teater, musikal, drama, dsb. Pertunjukan Jagongan Wagen di kemas/ konsep sedemikian rupa, sehingga masyarakat/ penonton yang menyaksikan hal tersebut dapat ikut berinteraksi dengan para pemain pertunjukan (aktor/aktris). Dalam pertunjukan tersebut para penonton juga di suguhi hidangan, yang semakin menambah keasyikan saat menyaksikan pertunjukan itu. Pemeran yang terlibat dalam pertunjukan tersebut terkadang berbeda- beda pada setiap bulannya, hal ini karena seniman secara bergantian untuk ikut terlibat di dalamnya .Pertunjukan Jagong Wagen ini di dalam alur ceritanya menarik dan menghibur, selain itu juga berisikan nilai- nilai yang ada di masyarakat ataupun menerapkan prinsip keilmuan (sains). Para penonton yang terdiri dari berbagai usia, dan bangsa (turis mancanegara) dapat terhipnotis dengan pertunjukan tersebut, karena alur ceritanya yang tidak monotan dan selalu membuat penasaran akan apa yang terjadi di season berikutnya. Hal ini juga tak lepas dari tujuan awal PSBK yang mencoba mengenalkan atau memperlihatkan seni kepada masyarakat, sehingga seniman pun dapat dekat dengan masyarakat dan semakin di harapkan semakin banyak muncul bibit seni dalam masyarakat untuk berani berproses dalam seni

DSC00438

Para pemain “Nggagas Perkakas”

Angga bersama Mas Roci (seniman teater) salah satu pemain "Nggagas Perkakas"

Angga bersama Mas Roci (seniman teater) salah satu pemain “Nggagas Perkakas”

b. Workshop
Padepokan Seni Bagong Kussudiardja selalu terbuka untuk umum, bagi siapa saja yang ingin berkunjung atau pun akan belajar seni di padepokan. PSBK juga mendapat kunjungan dari beberapa mahasiswa yang ingin tahu dan mengenal seni secara lebih dalam. Dalam worshop juga menyuguhkan narasumber- narasumber yang paham/ mengerti seni, seperti Djatuk Ferianto, dsb. Workshop di adakan untuk memberikan ilmu dan pengetahuan tentang arti sebuah kesenian atau seni yang tidak melulu hanya sesuatu yang di definisan semata, namun sesuatu yang harus di rasa dapat secara jiwa maupun raga. Dalam serangakaian acara Workshop juga di suguhkan pertunjukan kesenian, dan suasana yang baik untuk berinteraksi antar peserta dan narasumber.

DSC_0044 a

Persiapan Workshop

Workshop dengan salah satu seniman teater

Workshop dengan salah satu seniman teater

workshop bersama Djaduk Ferianto

Workshop bersama Djaduk Ferianto

c.Program Pasca Terampil
Padepokan Seni Bagong Kussudiardja (PSBK) yang didukung oleh Bakti Budaya Djarum Foundation, pada tahun 2015 ini menyelenggarakan Program Seniman Pasca Terampil, sebuah program beasiswa yang diperuntukan bagi para seniman muda Indonesia yang memiliki keinginan untuk mengembangkan potensi seni mereka di ruang belajar dan ruang berkarya PSBK. Program ini berlangsung selama 10 bulan, mulai dari bulan Maret hingga Desember 2015.

Melalui Program Seniman Pasca Terampil seniman mampu mengembangkan berbagai keterampilan diri sebagai seniman secara mandiri dan lebih mendalam. Program ini dirancang untuk mendukung keberlanjutan belajar seniman yang ingin membangun kesadaran terhadap potensi mereka dengan menggabungkan pembelajaran keterampilan seni hidup, kegiatan praktikum penciptaan, presentasi seni dan pengalaman nyata di lapangan seni PSBK. Program ini juga diperuntukan bagi seniman yang ingin memperkuat nilai kolaborasi dan mempertajam nilai kreativitas seni melalui ruang belajar dan ruang berkarya PSBK yang menekankan pada keterbukaan, kerjasama dengan seniman dari berbagai disiplin seni, serta bersedia membuka diri untuk menerima ciri dan cara seni di PSBK.

Kriteria dan syarat seniman yang dapat mengikuti seleksi program ini adalah seniman yang berusia 25-35 tahun, memiliki latar belakang sebagai seniman yang masih aktif dan memiliki pengalaman berkesenian minimal 5 tahun, sehat jasmani dan rohani, merupakan warga negara Indonesia, sanggup mengikuti program yang akan berlangsung selama 10 bulan di Yogyakarta, dan bagi yang berdomisili diluar Yogyakarta bersedia tinggal di Yogyakarta selama program berlangsung. Awal proses seleksi dimulai dari pembukaan aplikasi yang dilaksanakan pada tanggal 10 Desember 2015-15 Januari 2015. Setelah itu dilakukan proses seleksi administrasi dimana dilakukan identifikasi seniman calon peserta program oleh tim kurator PSBK. Tahap ini merupakan tahap pertama yaitu tahap seleksi administrasi. Tahap yang kedua adalah workshop seleksi yang dilakukan antara tanggal 2-6 Februari 2015.
10-ORANG-PENERIMA-BEASISWA-PROGRAM-SENIMAN-PASCA-TERAMPIL
Setelah melalui proses seleksi dua tahap yang dilakukan oleh tim kurator PSBK, terpilihlah 10 orang seniman muda dari berbagai wilayah Indonesia yaitu Andreas J. Tousalwa, Arif Hanungtyas Sukardi, Asep Prasetyo, Dian Permata Sari, Gendra Wisnu Buana, Harik Giarian Hafidz, Helmi Fuadi, Lukman Santoso, Rosalia Novia Ariswari dan Wisnuaji Putu Utama. Masing-masing seniman terpilih ini memiliki kemampuan berkesenian yang berbeda-beda mulai dari seni tari, seni rupa, seni teater sampai seni musik. Selama 10 bulan, 10 seniman terpilih tersebut akan dapat mengakses dua ruang yang saling berkesinambungan dan mendukung yaitu Ruang Belajar PSBK (Pelatihan) dan Ruang Berkarya PSBK (Praktikum). Dalam mengikuti pelatihan, seniman terpilih akan memiliki peluang untuk meningkatkan kapasitas diri sebagai seniman melalui pelatihan komunikasi, pelatihan penulisan, pelatihan seni pengelolaan dan seminar seni. Sementara dalam praktikum, mereka akan mendapatkan peluang praktek lapangan seni di PSBK untuk mengaktifkan kreativitas seni mereka melalui ruang presentasi seni, ruang workshop seni dan ruang kunjungan seni.

Prestasi
Padepokan Seni Bagong Kussudiardja sebagai salah satu lembaga pendidikan berbasis kebudayaan berhasil menciptakan seniman yang bertanggung jawab , terlibat dalam kehidupan masyarakat dan berani berkarya serta memiliki daya kreatifitas . Hal tersebut terbukti dengan banyak nya alumni PSBK, yang berhasil mendirikan beberapa sanggar kesenian/tari,yang menyebar di Indonesia, beberapa diantaranya mendirikan sanggar tari di Palembang, sanggar seni di Kalimantan, bahkan hingga Papua.

Tantangan
Menurut Nunung Dewi Puspitasari, tantangan di padepokan ini adalah bagaimana cara mengubah pemikiran dari banyak orang mengenai perilaku dan tingkah laku seniman pada umumnya seperti seniman itu pemalas, seniman itu bau dll. Beberapa hal tersebutlah yang ingin di ubah oleh padepokan karena di dalam padepokan ini ada target yang dicapai selama bulan pelatihan yaitu dengan menunjukan kepada masyarakat prosesnya melalui workshop dimana workshop tersebut menjelaskan bahwa seniman tidak melulu menjurus pada setiap perilaku yang buruk di dalam berkarya, tetapi menjelaskan bahwa kedisiplinan adalah yang utama bagi seniman untuk berkarya. Seniman selalu berfikir tentang keindahan yaitu keindahan panggung, setting panggung keindahan cahaya, keindahan bicara, keindahan karya dan dari itulah mengapa padepokan ini menginginkan seniman untuk menunjukan keindahan di dalam keseharian mereka.

Kantor Yayasan Bagong Kussudiarjo

Kantor Yayasan Bagong Kussudiarjo

Menanggapi budaya asing
Padepokan Seni Bagong Kussudiardja dalam mengolah kesenian juga memadukan seni- seni yang ada di Nusantara, maupun dari mancanegara. Kesenian dari mancanegara dapat di kombinasikan dengan seni Nusantara, namun tetap dengan prinsip kebudayaan dan kesenian Nusantara yang paling di pokok kan. Hal itu terjadi karena seni itu luas dan setiap bangsa, suku, serta negara memiliki proses berbudaya dan berkesenian di daerah masing-masing yang berbeda- beda. Maka dari itu kita tidak dapat menutup diri terhadap seni dari luar Negara, yang kita lakukan berani terbuka antar kesenian sehingga timbul umpan balik yang positif dan tidak melunturkan nilai kesenian dan kebudayaan bangsa sendiri.

Sebagai sebuah lembaga yang bergerak dalam bidang pendidikan kesenian, sudah selayaknya menciptakan/ mengembangkan seniman adalah tujuan dari sebuah lembaga pendidikan kesenian. Menurut Nunung Dewi Puspitasari, selaku kurator PSBK, dari awal diciptakannya Padepokan Seni Bagong Kussudiardja oleh Bapak Bagong Kussudiarjo, tujuan utama PSBK bukan hanya menciptakan seniman yang mampu menciptakan karya, melainkan juga menciptakan seniman yang bertanggung jawab, disiplin, ber- attitude, dan komunikatif karena poin-poin tersebut ingin di lekatkan pada seniman tidak hanya di bawa ketika di atas panggung saja melainkan juga dibawa dalam kehidupan sehari-hari. Sehingga di dalam pelatihan di padepokan ini di ajarkan juga bagaimana menjadi seniman yang berkepribadian baik bukan hanya menciptakan karya, namun juga mampu terlibat dalam masyarakat.

Seni memang dapat berdiri sendiri, tetapi seni yang indah tidak hanya dibangun dengan kemampuan salah satu seni itu sendiri tetapi diusut dengan kolaborasi antara para seniman seperti pencahayaan, setting, dan seniman-senimannya. Dengan dipadukan unsur-unsur atau nilai-nilai yang ada di Indonesia seperti gotong royong, perpaduan antara para seniman seperti seniman pantomin, seniman tari, dan seniman musik misalnya dapat menciptakan suatu pertunjukan yang lebih menarik lagi tanpa merubah karakter dari masing-masing seniman. Itulah basic yang diusut oleh pengajaran seni di Padepokan Bagong Kussudiarjo. Memang kesenian yang dipelajari disini tidak hanya kesenian asli dari Indonesia, tetapi juga kesenian yang ada di luar negeri seperti musik, teater, tari dan seni rupa. Dengan memadukan kesenian yang berasal dari luar negeri dengan yang asli dari Indonesia, maka terciptalah suatu karya yang menarik yang dapat di nikmati tanpa meninggalkan spirit, nilai, dan budaya yang berasal dari Indonesia.

Jadi, Padepokan Seni Bagong Kussudiarjo memiliki tujuan untuk memberdayakan manusia yaitu melalui para senimannya kepada masyarakat karena PSBK memegang teguh identitas seni di Indonesia, yaitu ketika mengolah seni di dalam nya terdapat unsur/nilai-nilai yang ada di Nusantara, dengan demikian para seniman yang berasal dari sana diajarkan untuk tidak melupakan unsur-unsur yang ada di Indonesia dan dapat membagikannya kepada masyarakat.

DSC_0009aaaa

Patung Bagong Kussudiardja

DSC_0067aaaa

Kami bersama Mbak Nunung sebagai kurator PSBK

pamzhit@gmail.com'

About danielpambudi