Kurikulum Pelajaran Sejarah Inggris (United Kingdom)

Oleh
H. Purwanta

Tujuan

Pelajaran sejarah yang berkualitas untuk melengkapi siswa agar mampu berpikir kritis, mempertimbangkan bukti, menyaring pernyataan dan argumen, serta mengembangkan perspektif dan penilaian. Pengetahuan tentang masa lampau Inggris dan posisi Inggris di dunia internasional untuk memahami tantangan masa kini.

Sasaran

Kurikulum nasional sejarah memiliki sasaran untuk memastikan bahwa semua siswa:

  • Tahu dan paham kisah negeri ini: bagaimana masyarakat Inggris mengembangkan bangsanya dan bagaimana Inggris mempengaruhi dunia. 
  • Tahu dan paham sejarah Inggris sebagai satu proses yang saling terkait, kisah kronologis dari penghuni pertama kepulauan ini sampai perkembangan lembaga-lembaga yang mengatur kehidupan hari ini.
  • Mengetahui dan memahami garis besar sejarah Eropa dan dunia: pertumbuhan dan keruntuhan peradaban-peradaban lama; ekspansi dan pembubaran kekaisaran (empire); berbagai pencapaian dan kebodohan manusia.
  • Mendapat dan mempublikasikan pemahaman dari hasil penelitian sejarah yang dilakukannya terhadap istilah-istilah abstrak, seperti ‘kekaisaran’, ‘peradaban’, ‘parlemen’ dan ‘petani’.
  • Memahami konsep-konsep sejarah, seperti kontinuitas dan perubahan, sebab dan akibat, kemiripan, perbedaan dan pentingnya peristiwa, serta menggunakan konsep-konsep itu untuk membuat keterkaitan, menjelaskan kekontrasan, menganalisis tren, kerangka kajian sejarah dengan pertanyaan-pertanyaan yang valid dan menyusun sendiri hasilnya, baik dalam bentuk kisah maupun analisis.
  • Memahami bagaimana bukti/fakta digunakan secara kuat untuk membuat klaim-klaim sejarah dan mencermati bagaimana dan mengapa terjadi pernyataan-pernyataan serta interpretasi yang kontras tentang peristiwa sejarah.
  • Mendapatkan perspektif historis dari menempatkan pengetahuan mereka pada konteks yang berbeda, memahami keterkaitan antara sejarah lokal, regional, nasional dan internasional, antara sejarah kebudayaan, ekonomi, militer, religi dan sosial; serta antara skope waktu yang pendek dengan yang panjang.

Kurikulum nasional Inggris terbagi ke dalam lima tahap (Key stages), yaitu:

tabel kursej

Key Stage 1:

Siswa mampu mengembangkan kesadaran sejarah, serta dalam hal apa saja terdapat kemiripan/kesamaan dan perbedaan dengan masa kini. Mereka mampu menggunakan kata dan kalimat terkait dengan masa lampau serta mulai mengembangkan pemahaman tentang letak dimana masyarakat dan peristiwa-peristiwa yang dipelajari dalam sebuah kerangka kronologi dan mengidentifikasi kemiripan serta perbedaan pandangan hidup masyarakat pada periode yang berbeda.

Siswa diajari tentang:

  • Kosa kata sederhana yang terkait dengan masa lampau, seperti “sebelum’, ‘setelah’, ‘yang lalu’, ‘saat ini’, ‘kemudian’, ‘sekarang’.
  • Konsep bangsa dan sejarah nasional.
  • Konsep-konsep yang penting dalam sejarah seperti peradaban, parlemen, demokrasi, perang dan perdamaian.
  • Kehidupan tokoh-tokoh penting pada masa lampau Inggris yang memberi sumbangan besar terhadap perkembangan/pencapaian Inggris, seperti di iptek ada Isaac Newton atau Michael Faraday, di reformasi ada Elisabeth Fry atau William Wilberforce dan sebagainya.
  • Peristiwa-peristiwa sejarah yang penting secara nasional dan global, terutama yang diperingati oleh masyarakat setiap tahunnya.
  • Peristiwa, tokoh, komunitas dan tempat yang penting dalam sejarah lokal mereka sendiri.

Key Stage 2

Siswa diajari tentang peradaban Yunani dan Romawi Kuno.

Sepanjang Key Stage 2 dan 3 siswa diajari pokok-pokok sejarah Inggris secara kronologis. Hal ini diharapkan mampu memberi kerangka yang kuat untuk melakukan kajian yang lebih mendalam. Siswa diarahkan untuk selalu memperhatikan bahwa sejarah dapat berupa berbagai wujud, seperti sejarah kebudayaan, ekonomi, politik, agama dan sosial. Siswa juga diajari tentang tanggal-tanggal kunci, peristiwa-peristiwa dan tokoh-tokoh penting. Mereka juga difasilitasi untuk belajar tentang tanggal, peristiwa dan tokoh sejarah lokal.

Siswa diajari sejarah Inggris berikut menggunakan urutan kronologis:

  • Sejarah pemukiman awal Inggris, termasuk zaman batu, tembaga dan besi, kebudayaan Celtic dan pola-pola pemukimannya.
  • Penaklukan dan pemerintahan Romawi, termasuk Caesar, Augustus, and Claudius 
  • Inggris sebagai bagian dari kekaisaran Romawi.
  • Kemunduran dan kehancuran Kekaisaran Romawi Barat. 
  • Pemukiman Anglo-Saxon dan Viking, termasuk: Heptarchy,  penyebaran Kristen, perkembangan penting di bawah pemerintahan Alfred, Athelstan, Cnut and Edward the Confessor.
  • Penaklukan dan pemerintahan oleh bangsa Norman, termasuk: Buku the Domesday, feudalisme, kebudayaan Norman.
  • Perang Salib
  • Pemerintahan Plantagenet pada abad ke 12 dan 13, termasuk: perkembangan penting pada masa pemerintahan Henry II, pembunuhan Thomas Becket, Magna Carta, dan de Montfort’s Parliament
  • Hubungan antara England, Wales, Scotland and France, termasuk: William Wallace, Robert the Bruce, Llywelyn dan Dafydd ap Gruffydd, dan perang 100 tahun
  • Kehidupan pada abad ke 14 di Inggris, termasuk: persaingan, the Black Death, dan pemberontakan petani.
  • Akhir Abad Pertengahan dan Awal Abad Modern, termasuk: Chaucer dan penghidupan kembali pembelajaran, Injil Wycliffe,  Caxton and awal mula surat kabar cetak, Perang the Roses, Warwick the Kingmaker 
  • Periode Tudor, termasuk perselisihan agama dan Reformasi yang terjadi pada masa pemerintahan Henry VIII, Edward VI, dan Mary, 
  • Pemerintahan Elizabeth I and ekspansi Inggris, termasuk: kolonisasi Dunia Baru, perkebunan di Irlandia dan konflik dengan Spanyol.
  • Renaissance di Inggris, termasuk kehidupan dan karya-karya penting para tokoh, seperti Shakespeare dan Marlowe
  • Periode Stuart, termasuk: Penyatuan tahta, Raja versus Parlemen, Cromwell’s commonwealth, the Levellers dan the Diggers, restorasi kerajaan, Wabah dan kebakaran hebat di London, Samuel Pepys dan berdirinya Angkatan Laut Kerajaan.
  • Revolusi Suci, monarkhi konstitusional dan Penyatuan parlemen.

Key Stage 3

Bangun pembelajaran kronologis sejarah Inggris pada Key Stage 2, dikembangkan menjadi pemahaman dan penerapan konsep-konsep sejarah melalui pembuatan hubungan, menjelaskan kekontrasan, menganalisa tren, kerangka kajian sejarah dengan pertanyaan-pertanyaan yang valid dan menyusun sendiri hasilnya, baik dalam bentuk kisah maupun analisis. Siswa mengembangkan kesadaran dan pemahaman pengaruh dan pemanfaatan berbagai tipe sumber sejarah, termasuk kekuatan, kelemahan dan reliabilitasnya. Mereka juga harus menguji aspek-aspek budaya, ekonomi, militer, politik, agama dan sosial dan diberi peluang untuk mengkaji sejarah lokal. Pembelajaran harus menggunakan kombinasi pendekatan antara garis besar dan studi mendalam.

Siswa diajari tentang:

Perkembangan bangsa modern

  • Inggris dan kekaisarannya, termasuk: Wolfe dan penaklukan Canada, Clive di India, persaingan dengan Perancis dan Pemberontakan Jacobite, serta Revolusi Amerika
  • Zaman Pencerahan di Inggris, termasuk Francis Bacon, John Locke, Christopher Wren, Isaac Newton, Komunitas Bangsawan, Adam Smith and pengaruh para pemikir Eropa.
  • Perjuangan politik di Eropa, termasuk: Revolusi Perancis dan Hak-Hak Masyarakat, Perang Napoleon, Nelson, Wellington dan Pitt, serta Konggres Vienna.
  • Perjuangan politik di Inggris, termasuk: Enam Undang-Undang and Peterloo melalui Emansipasi Katholik, perdagangan budak dan penghapusan perbudakan, Peran Olaudah Equiano dan pembebasan budak, Undang-Undang Reformasi besar-besaran and kelas pekerja.
  • Zaman Victorian, termasuk: Gladstone and Disraeli, the Second and Third Reform Acts, perjuangan pemerintahan sendiri Irlandia dan Scotlandia, Chamberlain dan Salisbury
  • Perkembangan ekonomi modern, termasuk: besi, mesin uap, pertumbuhan jalur kereta api, inovator besar seperti Watt, Stephenson and Brunel, penghapusan undang-undang jagung, pertumbuhan kota-kota industri, Undang-undang perusahaan, perdagangan global, kondisi sosial, the Tolpuddle Martyrs yang terkenal sebagai pembuangan ke Australia dan lahirnya persekutuan dagang
  • Pengaruh global Inggris pada abad ke 19, termasuk: Perang Crimea dan and Pertanyaan tentang eropa timur , diplomasi ancaman and pertumbuhan kekaisaran, the Indian Mutiny and the Great Game, perebutan di Africa, serta Perang Boer.
  • Perkembangan sosio kultural Inggris sepanjang era Victorian, termasuk: perubahan peran wanita dengan tokoh seperti Florence Nightingale, Mary Seacole, George Eliot dan Annie Besant, pengaruh budaya baca dan Undang-Undang Sekolah Dasar. 

Abad XX

  • Transformasi Inggris, termasuk: Laporan Rowntree and lahirnya negara kesejahteraan (welfare state), ‘Kelompok versus Masyarakat, pemerintahan sendiri Irlandia, gerakan hak pilih wanita dan emansipasi wanita
  • Perang Dunia I, termasuk: penyebabnya seperti persaingan di daerah koloni, ekspansi perusahaan perkapalan, aliansi eropa, peristiwa-peristiwa penting, wajib militer, penyakit perang, koalisi Lloyd George, revolusi Rusia, perjanjian kerjasama perang, dan perjanjian damai Versailles.
  • Tahun 1920an and 1930an, termasuk: Pemerintahan Partai Buruh pertama, hak pilih universal, Malaise, pemerintahan Edward VIII dan krisis konstitusional.
  • Perang Dunia II, termasuk: penyebabnya seperti kegagalan Liga Bangsa-Bangsa, dan perkembangan pemerintahan diktator, perang global dari Konvoi Arctic sampai Pacific, peran Churchill, Roosevelt dan Stalin, penyerbuan Nazi dalam menguasai Eropa dan Holocaust 
  • Kemunduran Kekaisaran Inggris, termasuk: kemerdekaan India, angin perubahan di Afrika, serta generasi kemerdekaan Gandhi, Nehru, Jinnah, Kenyatta, Nkrumah,
  • Perang Dingin dan pengaruh komunisme di Eropa
  • Pemerintahan Attlee dan pertumbuhan negara kesejahteraan (welfare state) 
  • Generasi Windrush, imigrasi Commonwealth yang semakin luas, serta kehadiran orang-orang Afrika dan Asia.
  • Masyarakat dan perubahan sosial, termasuk penghapusan hukuman mati, undang-undang aborsi dan homoseksual, undang-undang hubungan ras.
  • Perubahan ekonomi dan krisis, perjanjian pasca perang, pemerintahan sampai terpilihnya Margaret Thatcher 
  • Hubungan Inggris dengan Eropa, the Commonwealth, dan dunia yang lebih luas.
  • Akhir dari Perang Dingin dan runtuhnya tembok Berlin.

Key Stage 4

Pada level ini siswa diarahkan untuk memperoleh General Certificate of Secondary Education atau yang biasa disingkat GCSE, dengan nilai yang optimal. General Certificate of Secondary Education atau bisa yang disingkat GCSE adalah ijazah akademis yang khusus menilai berdasarkan mata pelajaran tertentu yang diperoleh melalui ujian kualifikasi. Ujian ini biasanya diambil oleh anak-anak berusia 15-16 tahun atau seusia siswa tahun terakhir SMP di negara bagian England, Wales, dan Irlandia Utara, serta di negara-negara yang merupakan bekas jajahan Britania Raya, seperti Australia dan Afrika Selatan.

GCSE bidang sejarah diarahkan untuk mendorong siswa untuk belajar lebih giat tentang sejarah Inggris dan dunia. Pembelajaran sejarah pada GCSE bertujuan agar para siswa memperoleh pemahaman mendalam tentang masyarakat, periode dan peristiwa yang dipelajari serta mengembangkan pemikiran kritis, mengukur kuatnya bukti, pergeseran argumen, membuat keputusan berdasar informasi yang tersedia, mengembangkan perspektif dan melakukan penilaian terhadap fenomena. Dengan demikian, mereka pada waktunya akan menjadi warga negara yang kaya informasi, memiliki pemikiran mendalam dan aktif.

GCSE bidang sejarah menjadikan siswa mampu:

  • Mengembangkan dan memperluas pengetahuan mereka serta memahami: peristiwa-peristiwa kunci dalam setiap periode dan masyarakat pada sejarah lokal mereka, Inggris dan dunia yang memiliki pengalaman hidup berbeda-beda.
  • Terlibat dalam penelitian sejarah untuk mengembangkan pembelajaran mandiri dan sebagai pemikir yang kritis dan reflektif.
  • Mengembangkan kemampuan mengemukakan pertanyaan yang relevan tentang sejarah, mengkaji isu-isu secara kritis dan membuat klaim historis yang didukung dengan sumber-sumber secara memadai.
  • Mengembangkan kepekaan terhadap bagaimana dan mengapa interpretasi yang berbeda-beda tentang masyarakat, peristiwa dan peristiwa di masa lampau, serta mengapa pandangan itu dianggap telah sesuai.
  • Mengorganisasi dan mengkomunikasikan pengetahuan dan pemahaman mereka tentang sejarah dengan menggunakan cara yang berbeda dan mampu menemukan kesimpulan substantif.
  • Menyadari bahwa sejarah dan pemahaman tentang masa lampau membantu para siswa memahami identitas diri mereka dan aspek-aspek penting dalam masyarakat dimana mereka hidup, serta menyiapkan landasan bagi mereka untuk pendidikan lebih lanjut.

Cakupan Pembelajaran

GCSE bidang sejarah mewajibkan siswa mempelajari:

  • Elemen yang substansial dan koheren dengan sejarah Britania dan/atau sejarah England, Scotland, Wales atau Ireland (minimum 40%), termasuk paling sedikit satu kajian mendalam tentang Abad Pertengahan (500-1500), Era Modern awal (1450-1750) atau Modern (1700-present day). Kajian mendalam harus mencakup penelitian berbagai aspek dari satu situasi historis sepanjang suatu periode antara 25 dan 50 tahun. Elemen sejarah Britania, dalam konteks ini, termasuk studi tentang sejarah lingkungan (seperti studi situs lokal, museum atau galeri) yang terkait dengan topik kajian mendalam yang dipilih.
  • Elemen yang substansial dan koheren dengan sejarah dunia (minimum 25%), termasuk paling sedikit satu kajian mendalam tentang Abad Pertengahan (500-1500), Era Modern awal (1450-1750) atau Modern (1700-present day). Kajian harus mencakup periode antara 25 dan 50 tahun dan fokus pada aspek-aspek sejarah suatu bangsa, suatu kelompok bangsa atau hubungan internasional beberapa bangsa.

Kajian sejarah Britania dan dunia sebaiknya tidak diambil pada periode yang sama atau dari hal-hal yang tumpang tindih dalam periode 50 tahun.

  • Satu kajian komparatif atau tematis untuk menunjukkan pemahaman mendalam tentang perubahan dan kontinuitas (minimum 25%). Kajian ini harus menyangkut masyarakat, peristiwa dan berbagai perkembangan yang terjadi selama tiga periode sejarah, yaitu Abad Pertengahan (500-1500), Era Modern awal (1450-1750) atau Modern (1700-present day). Selain itu, kajian harus mengambil salah satu bidang, entah politik, kebudayaan, ekonomi, sosial atau pun agama.

Studi komparatif atau tematis harus berbeda dari yang dibahas pada kajian mendalam.

Pengetahuan, Pemahaman dan Metode Sejarah

GCSE bidang sejarah menuntut siswa untuk mengembangkan dan mendemonstrasikan:

  • Pengetahuan dan pemahaman tentang kronologi, bagian-bagian penting, tokoh, peristiwa, perkembangan, dan isu-isu dalam materi sejarah yang spesifik.
  • Pemahaman konsep-konsep sejarah, seperti kontinuitas dan perubahan, sebab – akibat, kemiripan dan perbedaan, serta pentingnya menyusun keterkaitan, menemukan kekontrasan, menganalisis tren dan menyusun pertanyaan-pertanyaan historis.
  • Pemahaman tentang keterkaitan berbagai aspek dari berbagai periode sejarah dan tema yang dipelajari; antara sejarah lokal, regional, nasional, dan internasional; antara sejarah kebudayaan, ekonomi, sosial, politik, militer dan agama, antara periode sejarah yang pendek dengan yang panjang.
  • Pemahaman tentang pentingnya bukti dalam menyusun klaim sejarah, dengan tajam melihat bagaimana dan mengapa argumen-argumen yang bertolak belakang serta bagaimana interpretasi tentang masa lampau disusun.
  • Kemampuan untuk menciptakan pemikirannya sendiri, baik dalam bentuk tulisan narratif, deskriptif maupun analitis.

 

Key Stage 5

Pengantar

Pada level ini siswa menempuh ujian-ujian guna memperoleh General Certificate of Education Advanced (GCEA) yang secara umum dikenal sebagai level A (Advance). GCEA terbagi menjadi dua, yaitu level Advanced Subsidiary (AS) dan A2. Dengan kata lain, siswa akan memperoleh sertifikat level A apabila lulus dalam menempuh AS dan A2. Oleh karena A2 merupakan tingkat terakhir untuk memperoleh level A, maka masyarakat lebih mengenalnya sebagai level A.

Level AS dan A

Sasaran dan tujuan

  1. Level AS and A dalam bidang sejarah diarahkan untuk mendorong siswa:
  • Mengembangkan ketertarikan dan antusiasme mereka terhadap sejarah serta mengembangkan pemahaman mereka terhadap nilai-nilai intrinsik sejarah dan relevansinya.
  • Mengerti dan memahami berbagai identitas dalam masyarakat dan menghargai keragaman yang ada, seperti sosial, budaya, agama dan etnik.
  • Membangun pemahaman mereka terhadap masa lampau melalui pengalaman pembelajaran yang luas dan berimbang.
  • Meningkatkan kemampuan menjadi pembelajar mandiri yang efektif serta pemikir yang kritis dan reflektif dengan keingintahuan yang tinggi.
  • Mengembangkan kemampuan bertanya menggunakan pertanyaan yang relevan dan signifikan dalam mengkaji masa lampau.
  • Memperoleh pemahaman hakekat penelitian sejarah, misalnya bahwa sejarah berurusan dengan pengambilan keputusan berdasar bukti-bukti yang tersedia serta keputusan sejarah adalah bersifat sementara.
  • Mengembangkan pemahaman dan pemanfaatan istilah-istilah, konsep dan keterampilan sejarah.
  • Menemukan kaitan dan membuat perbandingan dalam atau antar periode dan aspek dari masa lampau.
  • Mengorganisasi dan mengkomunikasikan pengetahuan dan pemahaman sejarah mereka dalam berbagai cara, menjelaskan kasus dan mendapatkan penilaian yang substantif.

Materi Ajar

Keluasan dan kedalaman materi

  1. Level AS and A dalan bidang sejarah harus memberikan kedalaman dan keluasan yang memadai kepada siswa untuk mengembangkan pengetahuan, keterampilan dan pemahaman yang tercantum di bawah ini, beserta rasional terhadap topik, periode dan atau tema yang mengindikasikan bagaimana kriteria materi diarahkan.
  2. Level AS and A bidang sejarah harus memberikan pelajaran yang luas dan koheren untuk semua siswa tanpa memandang apakah akan mengambil jurusan sejarah atau tidak saat di perguruan tinggi.
  3. Tidak ada persyaratan pengetahuan awal yang diwajibkan untuk menempuh level AS and A dalam bidang sejarah.
  4. Level AS and A mewajibkan siswa untuk mempelajari:
  • Sejarah lebih dari satu negara atau negara bagian, termasuk paling tidak satu dari luar kepulauan Inggris.
  • Berbagai aspek dari masa lampau secara luas (melalui periode dan tema) serta mendalam.
  • Tokoh-tokoh penting, masyarakat, peristiwa, perkembangan dan isu-isu dalam kontek sejarah yang luas.
  • Perkembangan saling pengaruh berbagai kelompok dalam masyarakat yang diperlajari.
  • Tingkatan yang pantas dari perspektif sejarah, misalnya estetika, kebudayaan, ekonomi, etnik, politik, agama, ilmu pengetahuan, sosial dan teknologi.
  1. Pada bagian permulaan, level A mengharuskan siswa mempelajari:
  • Topik-topik dari kronologi sejarah paling tidak mencakup 200 tahun.
  • Elemen yang substansial (minimum 20 %) and koheren dari sejarah nasional Inggris dan atau sejarah England, Scotlandia, Irlandia atau Wales.
  • Perubahan dan atau perkembangan sepanjang periode waktu yang memadai untuk mendemonstrasikan pemahaman terhadap proses perubahan yang terjadi, baik jangka panjang (biasanya lebih dari 100 tahun) dan jangka pendek.

Pengetahuan, Keterampilan dan Pemahaman

  1. Level AS and A level mewajibkan siswa:
  • Mendemonstrasikan pengetahuan dan pemahamannya terhadap berbagai aspek sejarah yang dipelajari dalam debat sejarah.
  • Mendemonstrasikan keluasan pengetahuan sejarah dan pemahamannya dengan menyusun keterkaitan dan membuat perbandingan antar aspek-aspek sejarah, masyarakat dan tema yang dipelajari.
  • Mendemonstrasikan pemahaman mereka terhadap istilah dan konsep sejarah, seperti perubahan, kontinuitas, sebab, akibat dan penting (signifikansi).
  • Menganalisis dan mengevaluasi sebab dan akibat dari peristiwa dan situasi sejarah, serta perubahan dan perkembangan yang terjadi pada periode/tema yang dipelajari.
  • Menganalisis dan mengevaluasi tokoh, kelompok, peritiwa, perkembangan, dan gagasan-gagasan penting dalam fenomena sejarah yang pas.
  • Menggunakan sumber-sumber sejarah dalam konteks secara kritis, use historical sources critically in their context, menyebarkan informasi yang layak dan memperoleh kesimpulan substansial.
  • Memahami, menganalisis dan mengevaluasi bagaimana masa lampau diinterpretasikan dengan berbagai cara yang berbeda, termasuk terjadinya debat diantara sejarawan.
  1. Siswa level A mampu menggambarkan materi sejarah secara lebih mendalam dengan disertai bukti-bukti memadai, serta mengevaluasi secara lebih canggih, mendemonstrasikan pemahaman yang lebih mendalam terhadap konsep, menjawab permasalahan dengan lebih analitis serta mengemukakan penilaian yang lebih substantif.
  2. level A bidang sejarah mewajibkan siswa untuk mengembangkan pemahaman terhadap hakekat dan tujuan sejarah sebagai disiplin ilmu dan bagaimana sejarawan bekerja.

Penelitian Sejarah

  1. level A mewajibkan siswa untuk melakukan penelitian sejarah secara mandiri dan menginvestigasi pertanyaan, permasalahan dan isu-isu spesifik; dengan menggunakan berbagai pengetahuan, keterampilan, dan pemahaman di atas secara memadai.

Mengorganisasi dan mengkomunikasikan

  1. Level AS and A mewajibkan siswa untuk mengorganisasi dan mengkomunikasikan pengetahuan dan pemahaman mereka tentang sejarah, menjelaskan secara terang, logis dan tepat serta memperoleh penilaian yang substansial.

About Sastro Sukamiskin