Komunitas Pendidikan Rumah Mandiri

Oleh

Lintang Rahmania Prasinda (144214050) dan Brandon Benedict (144214077)

 

“Setiap anak memang patut mendapatkan pendidikan di sekolah, tetapi juga tergantung pada kognitif masing-masing orangtua di rumah yang melatih anak agar disiplin dan humanis”, tutur Mbak Ully Pitalloka salah satu pendiri dan penggiat Komunitas Pendidikan Rumah Mandiri ini. Anak-anak pada usianya memiliki kondisi yang sangat krusial dalam pembentukan mental mereka, dimana mereka akan sangat mudah merasakan trauma terutama dalam lingkungan sekolah yang mungkin bisa dikatakan tidak cocok bagi mereka. Maka dari itu, parental guidance untuk anak di rumah sangatlah penting. Parental guidance adalah posisi orang tua yang menjaga anaknya pada saat sang anak melakukan kegiatannya. Mengapa parental guidance begitu penting bagi anak? Anak-anak yang masih dalam pembelajaran dan dalam masa mulai mengenal hal-hal baru, mereka akan sangat mudah tertarik pada berbagai hal. Mungkin mereka akan menyukai musik, seni, science, dan berbagai macam jenis lainnya. Tetapi mereka juga dapat dengan mudah untuk bermalas-malasan, berbohong, dan banyak lagi hal untuk mendapatkan apa yang mereka inginkan. Karena alasan inilah, parental guidance sangatlah penting bagi anak. Dimana orangtua akan selalu membimbing sang anak di setiap kegiatannya. Dengan mendapatkan kasih sayang dan perhatian dari orangtua, sang anak akan merasakan sense humanis dan menumbuhkannya hingga dapat digunakan untuk lingkungan sekitarnya (awareness).

word-image

Pengertian Pendidikan

Pendidikan adalah suatu pembelajaran terhadap ilmu pengetahuan, keterampilan, kebiasaan, kebudayaan, dan lain-lain yang diturunkan dari generasi ke generasi dan dilakukan sejak lahir hingga akhir hayat hidup seseorang. Pendidikan bertujuan sebagai sarana pengembangan diri dan menambah mutu sumber daya manusia untuk menyejahterakan kehidupan serta memajukan dan mengembangkan negara yang ditinggali.

Pendidikan dibagi menjadi tiga yaitu pendidikan formal, pendidikan nonformal, dan pendidikan informal. Pendidikan formal adalah kegiatan pembelajaran yang sistematis, struktural, memiliki jenjang, dan berorientasi akademis yang berupa sistem persekolahan. Pendidikan nonformal adalah kegiatan pembelajaran yang sistematis, struktural, dan mandiri di luar sistem persekolahan dengan orientasi akademis maupun nonakademis. Pendidikan informal adalah proses pembelajaran yang tidak memiliki sistem dan tidak memiliki struktur dari pengalaman kehidupan sehari-hari, pengalaman hidup orang lain, dan lingkungan sekitar untuk memperoleh nilai, sikap, pengetahuan, dan lain-lain yang diterima secara sadar maupun tidak sadar.

Pendidikan formal berupa sekolah hingga perguruan tinggi di bawah naungan pemerintah maupun yayasan swasta. Pemerintah Indonesia mewajibkan pendidikan formal sehingga mencanangkan program wajib belajar 9 tahun yang telah dilaksanakan dan mewacanakan program wajib belajar 12 tahun pada Juni 2015 nanti. Pendidikan formal berorientasi pada akademis sehingga lebih mengedepankan pembelajaran terhadap ilmu.

Pendidikan nonformal berupa lembaga bimbingan belajar maupun kursus di bawah naungan yayasan. Lembaga bimbingan belajar dan kursus berorientasi pada akademis maupun nonakademis. Pendidikan nonformal yang berorientasi pada akademis seperti lembaga bimbingan belajar memberikan materi seperti yang diberikan sekolah di luar jam pelajaran sekolah. Lembaga bimbingan belajar bersifat mandiri sehingga tidak di bawah naungan pemerintah melainkan yayasan. Pendidikan nonformal yang berorientasi pada nonakademis cenderung mengembangkan soft-skill berupa kursus melukis, kursus memasak, kursus kepribadian, dan sebagainya.

Pendidikan informal berupa nilai, sikap, etika, keterampilan, dan sebagainya di luar pendidikan formal dan pendidikan informal. Pendidikan informal didapat dari orangtua atau orang sekitar serta bisa didapat dari pengalaman sendiri maupun pengalaman orang lain. Pendidikan informal sangat penting untuk membentuk karakter seseorang dan menemukan potensi yang ada dalam diri seseorang.

Pendidikan informal mempunyai peranan penting dalam kehidupan selain pendidikan formal dan nonformal. Pendidikan informal, pendidikan formal, dan pendidikan nonformal harus berjalan beriringan sesuai dengan porsinya. Apabila salah satu pendidikan dihilangkan atau ditiadakan, kecerdasan EQ dan IQ seseorang akan menjadi tidak seimbang serta memengaruhi karakter seseorang.

Tidak dapat dipungkiri bahwa pendidikan sangat penting dan menjadi kebutuhan primer. Pendidikan dibutuhkan dalam segala bidang sehingga diwajibkan bagi masyarakat Indonesia untuh menempuh jenjang pendidikan setinggi-tingginya. Namun ada sebagian masyarakat yang belum atau tidak percaya terhadap sistem dan kurikulum yang dibuat pemerintah. Ketidakpercayaan tersebut mendorong masyarakat untuk menciptakan sistem pembelajarannya sendiri yang sering disebut homeschooling. Homeschooling adalah metode pendidikan yang dilakukan di luar institusi pendidikan di bawah naungan pemerintah yang didampingi oleh orangtua, tutor, maupun guru.

Tentang KOPER MANDIRI

Komunitas Pendidikan Rumah Mandiri yang biasa juga disebut dengan KOPER MANDIRI ini merupakan komunitas yang menyediakan wadah bagi anak-anak di lingkungan masyarakat yang dimana orangtua mereka ingin memberikan kegiatan ekstrakurikuler bagi anaknya serta ingin mengembangkan mental/softskill sang anak. Komunitas yang bersahabat ini sangat terbuka bagi mereka yang ingin belajar bersama untuk saling berbagi informasi dan berdiskusi dengan segala hal yang berhubungan dengan pendidikan anak di rumah, bahan ajar, parenting guidance, dan segala hal yang berkaitan dengan pendidikan di rumah secara mandiri. Dengan kata lain, Komunitas Pendidikan Rumah Mandiri ini adalah komunitas yang berbentuk homeschooling. “Kami saling menguatkan, kami saling memotivasi, dan kami selalu berbagi informasi tentang bagaimana kondisi anak-anak kami”, kata Mbak Ully Pitalloka.

Selain menyediakan wadah bagi anak-anak, KOPER MANDIRI juga bertujuan untuk mengembangkan kreatifitas anak dengan berbagai macam kegiatan yang diadakan oleh KOPER MANDIRI sendiri. Mereka memberikan peluang yang banyak bagi anak untuk menemukan potensi mereka masing-masing yang pada kegiatan yang disediakan oleh KOPER MANDIRI. “Masing-masing anak itu punya potensinya masing-masing, kita sebagai orangtua wajib untuk membantu mereka mengembangkannya, bukan memaksa mereka untuk menyukai apa yang mereka tidak sukai”, tegas Mbak Ully Pitalloka pada saat wawancara tanggal 4 Maret 2015 ini. Agar dapat menemukan skill atau potensi yang anak miliki, kita wajib untuk memberikan mereka berbagai kesempatan untuk mengekspresikan diri mereka. Jika anak sudah dapat menemukannya, orang tua akan lebih mudah untuk mengembangkannya. Berbeda dengan sekolah pada umumnya, dimana pelajaran dan materi yang diberikan menurut penggiat KOPER MANDIRI ternyata belumlah cukup untuk memenuhi kriteria anak pada usia mereka agar dapat menemukan potensi mereka. Maka KOPER MANDIRI sangatlah fokus pada potensi masing-masing anak. Seperti yang ditegaskan oleh Mbak Ully Pitalloka, bahwa tidak semua anak sama, mereka memiliki potensi yang berbeda dan semua memiliki potensi masing-masing (yang bermaksud tidak ada anak yang tidak memiliki potensi). Kebanyakan anggota yang bergabung dengan KOPER MANDIRI kurang setuju dengan sistem kurikulum yang dibuat pemerintah karena tidak semua anak memiliki potensi yang sama. Kurikulum yang digunakan saat ini, menurut mereka, cenderung menyamaratakan kemampuan dan potensi pada tiap anak dan cenderung melihat hasil akhir tanpa mempertimbangkan proses. Nah, disini KOPER MANDIRI sangat ingin mengajarkan dan belajar bersama para orangtua anak untuk dapat mengembangkan potensi masing-masing anak serta meluruskan pandangan bahwa yang terpenting adalah proses walaupun hasil juga penting. Melihat proses terlebih dahulu sebelum melihat hasil akhir. Luar biasa tujuan yang dimiliki Komunitas Pendidikan Rumah Mandiri ini.

SEJARAH BERDIRINYA KOPER MANDIRI

Latar belakang pada awal berdirinya KOPER MANDIRI tidak jauh beda dengan tujuan KOPER MANDIRI itu sendiri, yaitu terkumpulnya beberapa orang yang sekarang bertanggung jawab atas komunitas ini.

KOPER MANDIRI terbentuk pada bulan Desember tahun 2011 atau 3 tahun yang lalu. Berdirinya KOPER MANDIRI ini berawal dari masalah yang dihadapi oleh orangtua (yang sekarang menjadi pengurus KOPER MANDIRI) dimana anak mereka mengalami kesulitan dalam beradaptasi dengan lingkungan di sekolah. Berawal dari Mbak Ully Pitalokka sendiri yang menyatakan bahwa idenya sendirilah untuk membentuk komunitas ini serta mengajak anaknya ikut serta. Ide Mbak Ully ini sendiri ditolak oleh suaminya, mertua dan keluarga yang menganggap bahwa sekolah formal itu penting, tetapi setelah upaya keras dan tekad yang kuat dari Mbak Ully, beliau berhasil membentuk komunitas ini dengan bantuan orangtua anak lainnya yang beberapa juga mengalami hal/kondisi yang hampir sama.

Pada awalnya, KOPER MANDIRI tidak memiliki banyak anggota dan kebanyakan anggota berasal dari pendiri Komunitas itu sendiri. “Namun hal itu tidak menurunkan semangat kami untuk terus berkembang dan melakukan kegiatan kami”, tegas Mbak Ully. Mereka terus berkembang dan konsisten terhadap acara/kegiatan yang mereka selenggarakan. Dengan semangat dan mental yang kuat, dikarenakan komunitas ini bertujuan baik khususnya untuk anak mereka sendiri. Maka tidak heran bahwa Komunitas Pendidikan Rumah Mandiri ini dapat berkembang pesat hingga saat ini. Hasil yang nampak jelas adalah jumlah anggota KOPER MANDIRI sendiri yang semakin bertambah banyak dalam 2 tahun terakhir ini. Bahkan sekarang sudah ada beberapa orang asing/bule (foreigners) yang ikut berpartisipasi sebagai anggota maupun mentor dalam acara KOPER MANDIRI. Sungguh luar biasa komunitas ini. Dengan suasana kekeluargaan dan kebersamaan yang harmonis ini, tidak heran bahwa anak-anak dalam komunitas ini kelak akan memiliki awareness yang baik terhadap lingkungan sekitar mereka, mereka akan humanis bahkan memiliki softskill yang terlatih sejak kecil. Mantap!

KEPENGERUSAN

Dalam KOPER MANDIRI, tidak susah untuk melihat atau memastikan siapa yang akan mengurus Komunitas ini. Hal ini dikarenakan dengan suasana kekeluargaan yang erat dari para anggota, dalam berbagai kegiatan sharing yang membuat para peserta semakin erat dan terbuka hubungannya membuat KOPER MANDIRI ini menjadi harmonis. Maka dalam kepengurusan tidaklah sulit karena semua ikut berpartisipasi dalam berbagai kegiatan. KOPER MANDIRI pun memiliki peraturan bahwa anak yang sedang mengikuti kegiatan tidak boleh ditinggal atau dititipkan, harus ditemani oleh orangtua. Jikalau ada orangtua yang tidak dapat berpartisipasi, maka dapat dengan mudah digantikan dengan anggota (relasi orangtua sang anak) lainnya.

Tetapi, dalam kepengurusan tentunya secara formal pasti ada yang bertanggung jawab. Setiap acara pasti ada yang bertugas dan mewakili KOPER MANDIRI. Salah satunya adalah Mbak Ully Pitalokka dan Mbak Rosi Maulina. Mereka akan menjadi penanggung jawab dalam kegiatan berikut yang akan diadakan oleh KOPER MANDIRI yaitu CASPPER (Camping Seru Penggiat Pendidikan Rumah) yang sebelumnya dilaksanakan pada tanggal 12-13 April 2014 di Ledok Sambi Jl. Kaliurang KM 19 Sleman Yogyakarta. Namun untuk kelancaran setiap acara yang akan diselenggarakan, semua peserta (orangtua sang anak) diwajibkan ikut berpartisipasi tentunya dengan membawa makanan, minuman, atau perlengkapan lainnya yang akan dibutuhkan dalam acara.

Hebatnya dalam KOPER MANDIRI ini, mereka tidak memiliki kantor, seperti yang dikatakan oleh Mbak Ully bahwa mereka terus saling menguatkan dan memotivasi, maka ikatan keluarga mereka sungguh erat. Namun jalinan interaksi tetap mereka lakukan melalui facebook mereka :  http://facebook.com/groups/koper.mandiri.jogja.

KEGIATAN-KEGIATAN

KOPER MANDIRI memiliki beberapa program acara/kegiatan yang diselenggarakan untuk melatih anak dalam mental, pengetahuan/pendidikan, soft skill serta kreatifitas (potensi yang dimiliki oleh setiap anak). Kegiatan-kegiatan tersebut adalah art club, science club, music club, organic cooking, pramuka, dan renang yang rutin diadakan dan rata-rata bertujuan untuk memberi peluang bagi anak agar mereka dapat menemukan potensinya masing-masing serta mengembangkannya. Art Club atau drama diadakan setiap hari Rabu pada minggu kedua dan keempat setiap bulan bertempat di Taman Kuliner Pringwulung. Science Club dilaksanakan setiap bulan dengan tema yang berbeda, waktu dan tempat pun menyesuaikan dengan tema yang ada. Ada juga beberapa kegiatan outdoor (Outdoor Activity) seperti campingan, kunjungan-kunjungan, workshop, seminar, dll yang diadakan sekali dalam sebulan. Sementara itu, pelajaran seperti matematika, ilmu pengetahuan alam atau sosial, bahasa Indonesia atau bahasa asing, dan sebagainya diberikan oleh orangtua di rumah masing-masing sesuai dengan kebutuhan sang anak. Hal ini tentu lebih efektif karena jam pembelajaran dapat disesuaikan dengan situasi dan kondisi sang anak.

Mandiri Capung

Klub Sains Alam #1; Capung. Sebanyak 31 anak ikut acara ini, berikut dengan orangtuanya.

KOPER MANDIRI juga memiliki program yang unik yaitu Program Keliling Dunia Bersama Koper Mandiri. Program ini berfungsi untuk mengajak anak-anak untuk membuka pikiran mereka sejak kecil dan mengajarkan mereka untuk dapat berpikir luas. Lewat program ini, anak-anak dikenalkan kepada dunia luar yang memiliki kebiasaan dan kebudayaan yang berbeda serta dapat mengetahui bahwa bumi ini tidak hanya Indonesia saja. Dengan mengajak native speakers untuk menjadi mentor anak-anak Koper Mandiri dalam Program Keliling Dunia ini, anak-anak akan mendapatkan experience yang mengesankan karena pernah berinteraksi dengan orang asing (foreigners). Pengalaman ini kelak akan ditumbuhkan dalam diri mereka hingga kelak pada saat dewasa mereka sudah terbiasa dengan kondisi tersebut, hal ini juga akan memudahkan mereka untuk berkontak langsung dengan para foreigners.

DSCF8226.jpg

Contoh-contoh Program Keliling Dunia yang telah dilaksanakan seperti American Day, German Day dimana KOPER MANDIRI ini mengajak native speakers untuk mengajar anak-anak homeschooling dalam Komunitas ini. Salah satu native speakers tersebut adalah Silke Irmscher yang suaminya orang Indonesia. Dia membawa buku-buku berbahasa Jerman yang bagus-bagus dan langsung disukai oleh anak-anak. Diawal mereka diperkenalkan dengan salah satu lagu anak-anak populer di Jerman.

DSCF8231.jpg

Sumber : http://catatansiemak.blogspot.com/2013/06/keliling-dunia-bersama-koper-mandiri.html

Sungguh luar biasa KOPER MANDIRI ini, dengan keterbukaan yang hangat terhadap lingkungan masyarakat, menerima dan berbagi bersama dalam setiap kegiatan Komunitas. Tidak heran bahwa KOPER MANDIRI ini bisa menjadi wadah yang baik dalam mendidik anak untuk menuju masa depan yang cerah. Komunitas mungkin sudah terdengar tidak asing bagi orang-orang, tetapi KOPER MANDIRI yang memiliki ciri khas berbeda dan kedewasaan para orang tua ini menunjukkan bahwa mereka sungguh sebuah Komunitas yang brilian. KOPER MANDIRI akan terus berkembang hingga dapat menjalin lebih banyak lagi hubungan dengan masyarakat. Mungkin saja nantinya akan dapat membangun fasilitas seperti sekolah, kursus, atau perguruan untuk anak-anak homeschooling. Bukankah itu merupakan hal yang baik untuk kedepannya? Belum lagi ditambah dengan anak-anak yang sudah dewasa nantinya, coba bayangkan saja, apa yang akan mereka lakukan terhadap komunitas ini jika mereka sudah dewasa nanti? Atau mungkin bukan hanya kepada KOPER MANDIRI semata, mereka juga akan memiliki sudut pandang yang lebih luas, terutama pada negara kita Indonesia. Tentu saja mereka akan menjadi anak negeri yang cerdas dan humanis. Cemerlang!

Alamat Koper Mandiri:

http://facebook.com/KoperMandiri
Twitter @KoperMandiri
http://homeschoolingkopermandirijogja.weebly.com/

sastrosukamiskin@yahoo.com'

About Mbah Sastro