Komunitas StandUp Comedy Jogjakarta

sas Komunitas StandUp Comedy Jogjakarta

he stood up for what is right

Oleh: Yeremias Yosef Bria (135114046) & Lukas Ardiyanto (135114040)

StandUp Comedy adalah seni melawak yang berasal dari Eropa dimana pelawaknya membawakan lawakannya di atas panggung seorang diri. StandUp Comedy pertama kali gelar di Britania Raya pada Abad ke 18 kemudian menjadi populer dan berkembang ke seluruh dunia.

Komunitas StandUp Jogjakarta Adalah sebuah perkumpulan yang berisi para pelawak – pelawak tunggal atau biasa di sebut komika yang ada di daerah Jogjakarta dan sekitarnya. Komunitas ini berdiri karena adanya sebuah pemicu yaitu berdirinya komunitas StandUp Comedy Indonesia yang diprakarsai oleh beberapa orang yang tertarik dalam bidang lawak tunggal Antara lain Raditya Dika, Ernest Prakasa, Ryan Adriyandhy ,Panji Pragiwaksono dan komika senior lainnya. Setelah terbentuknya Komunitas StandUp Indonesia terbentuk, Istilah “StandUp” Comedy menjadi Booming dimasyarakat yang selanjutnya berkembang dan membentuk Komunitas – komunitas StandUp di daerah – daerah dalam Di Indonesia.

Pada tanggal 20 Juli 2011 Komunitas StandUp Yogja mengawali perkembangan kesenian lawak tunggal yang dipelopori oleh komika – komika di Yogja antara lain Abraham TS, Gigih Adiguna, Denny Nyamin, Yusriel Fahriza, Benedictus Siregar, Sigit Haryo Seno, Bene Dion, Radit Vent dan komika senior Yogja lainnya. Dari sinilah seni lawak tunggal mulai dikenal di Jogjakarta. Banyak acara mingguan yang diselenggarakan komunitas dan yang paling berpengaruh membuat masyarakat Yogja menjadi berminat untuk menjadi komika adalah acara #SELOsoSELO yang diselenggarakan di Geronimo Cafe di pertengahan tahun 2011.

Komunitas StandUp Yogja mengalami pasang surut di pertengahan 2012 hingga memasuki pertengahan tahun 2013. Karena kerinduan penikmat lawak tunggal di Jogjakarta, di akhir tahun 2013 dubuatlah acara Tribute to #SELOsoSELO yang mengobati kerinduan masyarakat Jogjakarta akan kekocakan para komika.

Komunitas ini menyelengarakan Acara Rutin yaitu #FON FreedomOfNggambleh setiap hari Jumat di Djendelo Koffie pukul 19.00. Acara rutin yang diselenggarakan komunitas ini membuka peluang bagi orang yang berminat menjadi komika untuk mencoba melawak tunggal serta menjajal joke baru yang mereka buat dalam rangkaian acara yang dinamakan openmic. Bisa dikatakan acara tersebut membuka peluang bagi masyarakat untuk memulai karir di dunia Standup Comedy . Acara rutin ini menghasilkan komika – komika berbakat yang telah membawa mengharumkan nama Jogjakarta ke tingkat nasional sebagai salah satu daerah berkembangnya kesenian lawak tunggal. Nama – nama seperti @oomimot (Sigit Haryo Seno), @Bene_dion (Bene Dionisyus Rajaguguk), @nuelandereas (Imannuel Andreas), @Radit_Vent, dan @Hifdzikhoir , @Benidictivity adalah beberapa komika yang lahir dan berkontribusi banyak terhadap komunitas ini.

Perkembangan Komunitas standUp Jogja menjadi sangat pesat dengan dukungan media sosial seperti youtube dan twitter dimana dengan media – media itu masyarakat menjadi dapat melihat ide – ide kreatif sebagai joke cerdas yang disampaikan oleh para komika.

StandUp komedi pada dasarnya adalah suatu observasi lingkungan yang diolah sedemikian rupa oleh para komika dan disajikan sebagai humor bagi masyarakat umum. Observasi tersebut adalah pengamatan yang bebas, tak ada batas. Dalam standup comedy seorang komika boleh membuat pengamatan bebas , artinya bisa membahas hal – hal yang dianggap tabu dan tak layak untuk diperdebatkan asalkan materi yang disampaikan mengibur.

Seringkali, ketika hal – hal yang tabu disampaikan secara menarik dan menghibur oleh komika, dapat membuka pandangan baru pada masyarakat atau penikmat standup comedy untuk menerima dan membuka paradigma baru terhadap hal – hal tabu yang kerap kali tidak disukai di masyarakat. Hal positif lainnya yang didapat dengan adanya standup comedy adalah dapat menjadi suatu sarana untuk mengkritik pemerintah, atau pihak lain. Kritikan ini bisa menjadi suatu titik solusi bagi pemerintah ataupun pihak lain yang merasa tersinggung untuk berubah ke arah yang lebih baik dan sewajarnya. standup komedi dapat dikatakan sebagai perwakilan suara masyarakat. Karena konsep dasar dalam standup komedi yaitu ketika suatu materi yang disampaikan komika dikatakan menghibur atau dapat membuat penonton tertawa karena penonton setuju apa yang disampaikan komika dalam materi lawaknya.

Komunitas Standup Comedy Jogjakarta secara tidak langsung membuka peluang bagi masyarakat Jogjakarta untuk menjadi komika – komika yang handal dan dapat mengajak masyarakat khususnya di Daerah Istimewa Jogjakarta untuk terhibur dengan apa yang ada di sekitar mereka dan berpandangan bahwa hal yang buruk atau menyedihkan adalah suatu hal yang lucu dan cukup membuat kita bahagia dengan tertawa.

Hanya orang cerdas yang bisa memahami dan tertawa

Orang bisa tertawa dan mengerti sebuah lawakan karena mereka berpikir dan membandingkan dengan keadaan wajar dalam pikiran , sehingga jika terjadi ketidakwajaran dalam pikiran, hal itu akan membuat tertawa. Intinya Joke yang dipaparkan perlu diolah terlebih dahulu dalam pikiran kemudian setelah kita mengerti dapat kita nikmati kelucuannya.

Kami melihat komunitas StandUp jogja ini adalah sebuah komunitas yang mengajak masyarakat untuk berpikir secara kritis. Para komika yang tampil memukau pasti meluncurkan joke yang disetujui banyak orang. Joke yang mereka buat adalah hasil observasi komika secara realistis dan dipadukan dengan pemikiran yang idealis dan disajikan dengan humor. Dapat kita lihat bahwa proses pembuatan joke memerlukan kecerdasan yang tinggi. Para komika yang tampil memukau akan merangsang masyarakat khususnya para intelektual menjadi tergerak untuk mengobservasi kejanggalan yang ada di lingkungan menjadi sebuah materi standup komedi.

Kaum intelektual yang dimaksut adalah kaum pelajar, mahasiswa dan masyarakat yang kritis. Bentuk dari partisipasi mereka adalah terbentuknya komunitas – komunitas standup di lingkungan mereka seperti : komunitas StandUp UGM, komunitas StandUp USD, komunitas StandUp UII, komunitas StandUp UNY, komunitas StandUp pelajar SMA Jogja, dan banyak komunitas kecil lain terbentuk yang semua bersatu dalam komunitas StandUp Jogja tempat mereka saling sharing.

Tidak hanya terbatas pada para pelajar, masyarakat yang tergerak juga dapat bergabung dan membentuk komunitasnya sendiri . Saat ini seni melawak ini menjadi sebuah kompetisi . banyak stasiun TV mengadakan Audisi untuk menjadi Comic di tingkat nasional. Ini menjadi peluang besar bagi para komika dalam mengembangkan diri mereka.

Pemikiran – pemikiran para komika, akhirnya dapat merubah sesuatu menjadi lebih baik.

Pernah suatu ketika, seorang komika terkenal bernama Panji Pragiwaksono membuat suatu joke yang mengkritisi tentang rokok. Dalam materinya dia menyampaikan jika ingin membuat para perokok mengerti tentang dampak dari merokok dia berpendapat bahwa peringatannya terlalu bertele – tele, perlunya di tambah gambar organ tubuh yang menjadi korban dari merokok. Pertunjukan itu dapat di nikmati di youtube, dan dampaknya sekarang pada bungkus rokok tertulis peringatan “rokok dapat membunuhmu” suatu peringatan yang sungkat dan jelas bagi para perokok dan di bungkus rokok tertampil gambar – gambar organ tubuh yang rusak seperti paru – paru yang berwarna hitam, ginjal rusak, dan sebagainya. Itu hanyalah satu contoh komunitas ini dapat membawa perubahan dengan memberdayakan para masyarakat untuk berpikir kritis dan merubah sesuatu menjadi lebih baik.

Tipe komika

Masing – masing orang memiliki kepribadian masing – masing, cara mereka mengobservasi dan membuat materi bermacam – macam dari situlah muncul tipe – tipe komika

Tipe yang pertama adalah tipe orang yang menghibur, joke – joke yang ia sampaikan obrolon ringan yang menghibur dan biasanya mengobservasi hal – hal rutinitas. Tipe kedua adalah orang cerdas dan idealis, kebanyakan materi yang disampaikan adalah hasil observasi yang tidak sesuai dengan semestinya, dan disajikan dengan sangat menarik dan sangat mengkick pihak yang tidak sesuai. Tipe yang ketiga adalah tipe orang yang memiliki kelebihan khusus contohnya seperti wajah, suara, dan cara berbicara yang unik kebanyakan tipe komika ini tidak perlu mempersiapkan materi hanya dengan berdiri di depan sudah membuat banyak orang tertawa.

Batas Materi

Pada mulanya, dalam StandUp comedy tidak ada batasan dalam menyampaikan Joke. Para komik bebas membahas apa saja yang ingin mereka sampaikan. Namun, seiring perkembangannya ada kode etik yang terbentuk dalam seni lawak ini. Batasan – batasannya menyesuaikan kondisi di lingkungannya. Contohnya di Negara bebas Amerika, para komika bebas membahas tentang apa saja tetapi ketika Kesenian StandUp comedi masuk ke Indonesia menjadi ada batasan tersendiri. Kita semua tahu bahwa Indonesia menjunjung tinggi sopan santun dari situ kode etik standup komedi indonesia terbentuk yaitu penyampaian materi tidak boleh sampai menyakiti hati orang lain, menyampaikan kata berbau porno. Dalam setiap show pastilah ada kode etiknya tersendiri.

Istilah dalam stadup Comedy

Stand-up comedy bukanlah joke telling. Ciri khusus stand-up comedy adalah materinya hasil dari pemikiran sendiri. “Stand-up” sendiri artinya bukan berdiri, melainkan lebih kepada mengutarakan dan membela opini serta pandangannya. Pemaknaan “stand-up” di sini seperti dalam kalimat “he stood up for what is right“. Beberapa teknik nya adalah:

  • Joke telling: melucu sambil melemparkan anekdot, tebak-tebakan, lelucon yang ia kumpulkan dari berbagai sumber, misalnya dari internet, buku, broadcast message, dan lain-lain.
  • Bit: satuan materi stand-up yang terdiri atas set-up dan punchline. Misalnya Pandji punya bit tentang ganja, bit tentang komodo, bit tentang nama-nama jalan yang aneh, dan lainnya.
  • Set: satuan pertujukan stand-up yang biasanya terdiri atas sejumlah bit. Misalnya, semua bit yang kita punya digabungkan menjadi satu dengan rangkaian yang pas dan teratur, maka saya punya set berdurasi sekitar 30 menit.
  • Set-up: bagian yang tidak lucu dari sebuah bit, biasanya premis atau pengantar dari bit tersebut ke bagian yang lucu.
  • Punchline: bagian yang lucu cari sebuah bit. Biasanya membalikan premis atau memberikan sesuatu yang mengejutkan sebagai penutup dari set-up atau premis tadi. Karena efek mengejutkannya itu maka disebut PUNCH-line. Kill: ketika kita sukses membuat penonton tertawa sepanjang set kita.
  • Bomb: ketika kita gagal membuat penonton ketawa atau garing.

Teknik yang perlu dikuasiai

Dilihat dari perjalan beberapa comic, pasti ada cara sederhana untuk menjadi seorang comic, dan tampil di TV adalah sebuah kesempatan emas. Selain cara penyampaian, persona, isi materi, LPM (Laugh Per Minute) dan penilaian-penilaian lainnya ada satu hal yang membuat seseorang bisa tampil di TV, yaitu faktor “luck”. Untuk mengetahui faktor “luck” tersebut pastinya kita harus mencoba dan terus berusaha. Lalu kembali lagi pada pertanyaan. Berikut ada beberapa cara sederhana menjadi Komika.

  1. Melawan Demam Panggung.

Menjadi lucu di antara teman-teman hanya memerlukan bakat jenaka. Tapi melucu di hadapan orang-orang tak dikenal memerlukan mental yang kuat untuk melawan demam panggung yang acap mengganggu konsentrasi. Anggap saja Anda adalah orang ternama dan mereka yang menonton adalah penggemar Anda. Dengan begitu, setidaknya Anda bisa lebih santai.

2. Menyiapkan Materi Yang Matang.

Anda memiliki bakat melucu yang spontan. Tapi tetap saja, bakat ini dapat meredup seketika ketika Anda dituntut melucu dalam suatu batas waktu. Target tiap satu menit berbicara, rata-rata harus menghasilkan 4-5 tawa penonton. Tanpa didukung materi dan persiapan, apakah Anda yakin bisa lolos dari cercaan penonton yang mengatakan bahwa Anda tidak lucu?

3. Membantuk Karakter.

Seorang penghibur tentu dan mutlak memiliki karakter. Tak terkecuali untuk menjadi seorang comic. Jika Anda ingin dikenal dan eksis dalam jangka waktu yang lama, sebuah karakter yang menguatkan Anda di panggung mutlak dibutuhkan. Karakter bisa muncul secara alami atau dibentuk sesuai dengan pendekatan jati diri Anda.

4. Memainkan Intonasi Secara Tepat.

Tidak munbkin kita mengundang tawa penonton untuk setiap kata yang keluar dari mulut kita. Dan tidak mungkin juga kita langsung mengucapkan poin lawakan utama tanpa ada penyampaiannya. Dibutuhkan intonasi dalam memainkan kata dan kalimat agar tersambung sempurna serta terserap penonton sesuai dengan apa yang memang kita rencanakan. Permainan mimic, bahasa tubuh hingga property pendukung diperlukan untuk membuat sukses hal ini.

5. Menjadi Berbeda.

Yang paling bahaya ketika kita berbicara referensi yang rata-rata berasal dari profil kegemaran kita adalah saat kita meniru habis-habisan orang itu. Perlu diingat, penonton bisa merasa bosan. Pertunjukkan yang berbeda serta berbobot adalah modal kita untuk dapat diminati oleh penonton di tiap waktunya.

6. Hindari Sarkasme.

Terlalu biasa pada jati diri lawakan d Indonesia untuk bertindak sarkasme atau kasar (sebagai contoh negatif adalah kasus Olga Syahputra-RED). Biasanya akan menjadi sebuah lelucon yang memancing pingkal tawa penonton secara spontan. Tapi, permasalahannya adalah, penonton tak hanya muncul dari kaum dewasa, tapi juga usia remaja hingga anak-anak. Sarkasme boleh saja, tapi mungkin harus dikemas dengan sesuatu penyampaian yang lebih cerdas.

7. Interaksi Dengan Penonton.

Perlu ditegaskan bahwa kita berbicara di panggung tak sekedar monolog absolut. Tapia da sebuah interaksi emosi dengan penonton. Dan inilah kunci keberhasilan untuk menimbulkan kesan dari materi kita. Coba lihat reaksi penonton, jika terjadi salah penyampaian yang akhirnya menyebabkan lawakan menjadi tidak lucu, coba bangun interaksi lagi agar konsentrasi penonton dapat kembali sehingga pesan kita tersampaikan dengan sempurna.


 

lukazz.ardiy@gmail.com'

About lukasardiy