KOMUNITAS PAINGAN

IMG_20151125_210611KOMPAI (Komunitas Paingan)
Kompai adalah, komunitas yang bergerak dan merupakan tempat bernaungnya para mahasiswa dan mahasiswi Universitas Sanata Dharma yang berdomisili di Kampus III Paingan. Tempat berkumpul dan saling berbagi pengalaman antar sesama dari semua kalangan. Komunitas ini mempunyai visi misi yang sama dengan Universitas Sanata Dharma yaitu menjadi Cerdas dan Humanis. Dilihat dari visi misinya tentu saja komunitas ini bergerak dibidang rohani dan sosial.
Berikut merupakan pengertian komunitas dari beberapa ahli :
1. Menurut Hendro Puspito – Kelompok sosial adalah suatu kumpulan nyata, teratur & tetap dari individu-individu yang melaksanakan peran-perannya secara berkaitan guna mencapai tujuan bersama.
2. Lalu menurut Soenarno (2002) – Komunitas adalah sebuah identifikasi & interaksi sosial yang dibangun dengan berbagai dimensi kebutuhan fungsional.
3. Dan menurut Paul B. Horton & Chaster L. Hunt – Kelompok sosial adalah suatu kumpulan manusia yang memiliki kesadaran akan keanggotaannya & saling berinteraksi.

Dan pada dasarnya, sebuah komunitas adalah perkumpulan dari beberapa manusia yang memiliki satu kebutuhan, satu pandangan dan satu tujuan yang sama. Dimasa sekarang ini banyak komunitas atau organisasi yang sudah dibentuk untuk memenuhi tujuan yang telah ditetapkan. Pada masa sekarang ini alur perkembangan teknologi sudah berkembang dengan pesat di segala bidang. Begitu juga dengan dunia maya atau internet. Internet dikenal dan dijadikan sebagai tempat kedua setelah dunia nyata (Real World) bagi manusia untuk melakukan segala hal, baik itu rohani, sosialisasi ataupun bisnis. Disini banyak berkumpulnya puluhan juta bahkan milyaran manusia dari seluruh negara yang menggunakan jasa internet setiap harinya untuk tujuannya sendiri. Suatu komunitas dibentuk untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan dengan menggariskan atau melaksanakan misi dan berpedoman kepada visi sehingga tetap pada jalur yang telah ditetapkan untuk tercapainya tujuan. Dibawah ini adalah contoh visi, misi dan tujuan dibentuknya suatu komunitas.
Dan pada dasarnya, tujuan dibentuknya suatu komunitas adalah agar dapat saling membantu dalam menghasilkan sesuatu sesuai dengan visi dan misi dan dapat mengimplementasikannya dalam kehidupan sehari-hari.
Namun, sebaik apapun sebuah visi misi dan tujuan suatu komunitas, komunitas juga memiliki kekurangan, yaitu : Komunitas tidak akan jalan dan program yang dijalankan akan terganggu jika anggotanya tidak memenuhi dan tidak berpegang pada ketentuan diatas, serta tidak berinteraksi satu sama lain.
Dengan adanya kelebihan dan kekurangan dari suatu komunitas, tentunya ini bisa menjadi tolak ukur bagi teman-teman dan menentukan atau mencari yang memiliki visi dan misi yang sama serta hal-hal lain yang sudah disebutkan diatas. Karena kami juga sama seperti teman-teman pernah mengalami dan merasakan bagaimana sulitnya dalam dunia internet yang luas dan tidak ada batasannya. Tanpa ada kerja keras dan ketekunan serta sifat pantang menyerah maka suatu komunitas tidak akan berjalan dan berfungsi dengan baik. Tetapi jika komunitas tersebut memiliki sifat dan kategori diatas maka teman-teman akan melangkah lebih maju dan menciptakan lahan baru dalam menghasilkan income yang tidak terbatas, karena semuanya bergantung pada anda sendiri, besar atau kecil income yang didapat adalah hasil cerminan dari kerja anda sendiri, tapi tidak dalam arti kerja yang berlebihan (diporsir). Dengan adanya komunitas, maka akan lebih membantu kerja keras individu menjadi group yang saling membantu mendapatkan income lebih besar dibandingkan sendiri.
Jadi kesimpulannya, komunitas sangat baik untuk dijadikan cara atau jalan untuk menggapai dan meraih tujuan yang diinginkan. Semuanya tergantung kepada individu masing-masing untuk membantu dan membutuhkan satu sama lain. Karena kesuksesan seseorang tidak lepas dari peranan orang lain disekitar kita dan juga Allah yang maha kuasa.
Nah ini ada beberapa manfaat dari sebuah komunitas, adapun beberapa manfaat dari komunitas, diantaranya seperti di bawah ini:
• Misalnya kita membentuk komunitas bisnis, didalam komunitas kita akan mendapatkan info mengenai bisnis. Atau contoh lainnya kita membentuk komunitas otomotif, disanapun kita akan mendapatkan berbagai macam informasi mengenai otomotif.
• Dapat menjalankan program dengan arah yang sama dan dapat saling memberikan informasi ter-update satu sama-lain.
• Lalu dapat menjalin hubungan yang baik dengan orang-orang yang memiliki pemikiran dan tujuan yang sama.
• Bisa mengetahui dan mewaspadai terhadap program maupun tawaran yang sifatnya meniipu. Misalnya kita menjalankan suatu bisnis di internet karena dunia maya dapat dijadikan lahan bisnis, dan di sana juga banyak orang yang mencoba untuk melakukan peniipuan. Dengan berkomunitas atau saling berinteraksi kita dapat saling memperingati dan membagi pengalaman.
Perlu diketahui bahwa suatu komunitas tidak akan berjalan dengan baik jika anggotanya tidak dapat mematuhi pada ketentuan-ketentuan komunitas itu sendiri, dan tidak berinteraksi satu sama lain, jadi dalam komunitas harus mematuhi ketentuan-ketentuan yang ada dan harus saling berinteraksi.
Berikut juga ada beberapa hal yang perlu di pertimbangkan dan diperhatikan jika hendak membentuk suatu komunitas :
1. Mengumpulkan anggota yang antusias dan benar-benar bisa diandalkan.
Namanya juga komunitas, peran anggota jelas faktor terpenting. Setelah memiliki beberapa anggota yang juga merupakan pendirinya. Apa pertimbangan yang biasa dipakai untuk melakukan rekrutmen anggota awal, alias anggota generasi pertama namun tidak terlibat dalam hal menyusun konsep dan rencana tentang visi, misi atau bagaimana komunitas itu akan bergerak? Yang biasa dilakukan adalah memakai prinsip pertemanan. Mengundang teman atau kenalan para pendiri komunitas tersebut. Memang, di satu sisi, pada awalnya, para teman atau kenalan itu biasanya akan mau mengikuti kegiatan komunitas tersebut. Namun, seringkali hal tersebut terjadi semata karena rasa sungkan. Jika kondisinya seperti itu, paling tidak ada dua skenario risiko yang mungkin bisa terjadi. Pertama, setelah mulai terlihat ada anggota-anggota generasi kedua, ketiga, dst. maka para kenalan tersebut seringkali mulai tidak aktif berpartisipasi lagi. Satu orang masuk, satu anggota keluar. Kedua, adalah kemungkinan bahwa komunitas tersebut kemudian menjadi semacam ajang temu teman yang mirip arisan saja. Para kenalan yang sebenarnya tidak begitu tertarik pada visi dan misi komunitas tersebut bisa jadi memandang komunitas itu sebagai sebuah wadah untuk temu kangen saja. Topik yang dibahas pun sering melenceng atau tidak ada hubungannya sama sekali dengan tujuan komunitas. Yakinlah kalau teman-teman atau nama-nama lain yang Anda ajak untuk bergabung benar-benar memiliki minat yang sama dengan bidang yang ditekuni komunitas tersebut. Pastikan juga ia dapat meluangkan waktu dan tenaganya untuk komunitas.
2. Menentukan media yang sesuai dengan kondisi dan tujuan.
Berbicara soal komunitas kini tentu saja sudah tidak lagi terbatas pada komunitas tatap muka saja. Keberadaan internet telah memunculkan paradigma baru, dengan segala kelebihan dan kekurangannya. Bahkan tak jarang sebuah komunitas menggunakan kedua metode itu. Metode tatap muka tentu mensyaratkan adanya tempat dimana pertemuan bisa diadakan, lingkup tempat tinggal anggota yang terbatas, perencanaan kegiatan yang lebih memerlukan banyak persiapan (termasuk kegiatan yang mungkin tidak berkaitan secara langsung, misalnya : ramah tamah, makan-makan, dsb). Namun kelebihannya adalah biasanya keputusan yang diambil akan lebih cepat, interaksi lebih efektif dan kedekatan antar anggota lebih erat. Sedangkan membuat komunitas dengan memanfaatkan internet seperti membuat milis, forum diskusi, ruang chat, situs atau blog pastinya lebih murah, lingkup anggota lebih luas, diskusi biasanya lebih langsung ke sasaran. Tapi beberapa kelemahannya adalah waktu yang dibutuhkan untuk mengambil keputusan atau tindakan seringkali lebih lama (karena frekuensi mengakses internet tiap orang berbeda-beda, dan kemungkinan pembicaraan di luar topik juga lebih besar), pembicaraan juga bisa jadi terjebak menjadi wacana belaka, serta kedekatan antar anggota bisa jadi kurang mengingat pengenalan hanya terbatas pada identitas di dunia maya yang bisa saja tidak sesuai dengan kenyataan, dsb. Perlu juga melihat kondisi umum dari para anggota, dari segi mobilitas, latar belakang pendidikan, usia, dll. Pertimbangkan juga apakah tujuan komunitas tersebut memang ingin bersifat global ataupun diawali dari lokal dulu.
3. Merencanakan program dan menyiapkan sumber dayanya.
Jangan membuat sesuatu hanya berdasarkan semangat belaka. Jangan memiliki pikiran bahwa ide-ide akan muncul seiring dengan perkembangan yang ada dan jangan bergantung pada orang lain. Rencanakan dan diskusikan terlebih dulu dengan rekan-rekan pendiri yang lain. Merencanakan program perlu untuk menghindari komunitas yang akan dibentuk menjadi sebuah wadah berkumpul untuk melakukan apa saja. Lebih baik lagi jika program yang disusun bukan hanya garis besarnya saja. Biasakan memiliki rencana cadangan dan yakinkan Anda memiliki cara untuk membuat program atau kegiatan tersebut mendapat sambutan baik dari banyak orang. Siapkan juga sumber daya yang dibutuhkan untuk mendukung kelangsungan program tersebut. Meski demikian, tetaplah fleksibel dan demokratis, jika nantinya dari para anggota ada berbagai usulan yang lebih disambut baik, jangan paksakan program yang telah Anda susun sebelumnya itu. Simpan saja program Anda itu untuk lain waktu. Ya inilah sedikit informasi mengenai apa itu yang namanya sebuah komunitas.
Kompai (Komunitas Paingan), sedikit kegiatan mengenai Kompai, beginilah ceritanya. Maraknya kasus konflik antar warga yang mengait-ngaitkan dengan isu perselisihan agama, masih saja terjadi di bumi pertiwi Indonesia. Kenyataan tersebut membuka mata dan hati seluruh umat beriman untuk peduli akan kondisi perdamaian di bangsa ini. Situasi macam itu menggugah Campus Ministry Universitas Sanata Dharma untuk mengadakan weekend lintas iman bagi komunitas-komunitas berbasis agama di Universitas Sanata Dharma sebagai wujud usaha Universitas, sebagai lembaga pendidikan, dalam menyiapkan kader-kader promotor penegak perdamaian bangsa ini. Pertemuan yang dilangsungkan di Wisma Maya Kaliurang, Yogyakarta 18-19 November 2006, dihadiri oleh Mahasiswa-mahasiswi, perwakilan dari Komunitas Paingan (Katolik), Jalinan Kasih Mahasiswa Katolik (Katolik), Cana Community (Katolik), Persekutuan Mahasiwa Kristen (PMK), Keluarga Mahasiswa Budhis (Budha), Keluarga Hindu Dharma (Hindu), Forum Keluarga Muslim (Islam), Ikatan Keluarga Mahasiswa Islam Paingan (IKMIP), Unit Kegiatan Mahasiswa bidang Kerohanian USD (Lintas agama), Komunitas St. Egidio (Lintas Agama). Dalam menyelenggarakan kegiatan ini, Campus Ministry melibatkan perwakilan dari komunitas Mahasiswa beriman untuk menjadi pantia sekaligus pengisi acara. Dalam acara tersebut, peserta dan panitia diajak untuk terlibat langsung dalam diskusi dan sharing. Setiap peserta begitu antusias memberikan pernyataan, pendapat, ataupun sharing pengalaman mereka dalam menjalin relasi dengan sesama yang berlainan agama. Dalam sharing antar mahasiswa, terungkap bahwa tidaklah mudah untuk berelasi dengan sesama yang berlainan agama. Beberapa faktor yang menghambat seperti, adanya pemahaman/cara pandang yang berbeda, eksklusivitas dari setiap agama, pengaruh lingkungan, didikan keluarga, minder karena merasa minoritas, kurangnya pemahaman dan pengenalan akan pengetahuan tentang agama lain, kurang terbuka dengan perbedaan yang ada, sikap dan mentalitas tiap individu berbeda yang membuat seseorang sulit untuk berinteraksi. Tapi, semua hal yang menghambat di atas bisa kita atasi jika kita memiliki kesadaran dari diri sendiri untuk mau terbuka dalam menerima perbedaan, berani untuk memulai relasi dan menjalin persaudaraan, mau berpikir positif tentang orang lain, mau melihat lebih dekat, dan mau menjadi seseorang untuk orang lain, dan terlebih lagi tidak menjadikan agama sebagai kambing hitam dari setiap masalah. Dalam acara ini, panitia juga mengundang komunitas Interfidei yaitu sebuah komunitas lintas iman yang berada di Yogyakarta. Berdirinya Interfidei berawal dari tahun 1992–1995 melakukan diskusi, menerbitkan buku-buku. Interfidei juga melakukan studi tentang keberadaan agama dan sikap pemerintah Indonesia, seperti politik diskriminasi. Selain itu, Interfidei berusaha memberi inspirasi kepada para guru agama untuk memperbarui pelajaran pendidikan agama di sekolah-sekolah baik tingkat sekolah dasar maupun menengah. Sharing kelompok interfidei, menggugah peserta untuk turut serta mengusahakan adanya forum lintas iman yang berdampak nyata bagi sesama. Diakhir acara, peserta diajak untuk membuat Action Plan atau langkah yang akan diambil untuk mengembangkan jalinan relasi dengan sesama yang berlainan iman. Action Plan yang dibuat berupa harapan dan wujud nyata usaha yang akan dilakukan untuk menyiapakan diri sebagai promotor penegak perdamaian lintas iman. Action Plan yang dibuat antara lain, (1) membangun komitmen pribadi untuk mau menjalin persaudaraan dengan sesama yang berlainan agama, (2) menjadi Mediator perdamaian untuk teman, keluarga dan komunitas di lingkungan terdekat kita, (3) Campus Ministry USD sendiri telah menyiapkan sejumlah program yang terencana dan berkesinambungan untuk membina para kader promotor penegak perdamaian lintas iman dan menanamkan nilai man and woman for and with others, seperti live in lintas iman di berbagai komunitas religius aneka agama, sarasehan, kunjungan kelompok lintas iman, dan bakti sosial.
Beginilah sejarah Komunitas Paingan berdiri, pada awalnya mahasiswa di kampus III Universitas Sanata Dharma jika misa mingguan selalu misa di kapel Mrican maupun gereja gereja yang berada disekitar kampus III Paingan. Kemudian muncul kerinduan untuk melakukan misa di kampus Paingan. Setelah itu , beberapa orang memiliki inisiatif untuk mengadakan misa. Mereka mencari lektor , misdinar , tata laksana dll sendiri . Setelah saat itu mereka membentuk suatu komunitas yang dinamakan Komunitas Paingan.
Struktur Kompai meliputi :
1. Divisi misdinar adalah divisi yang membantu saat pelayanan ekaristi . Biasanya mereka berkumpul setiap hari jumat untuk berkonsultasi dengan romo dan mengatur jadwal yang bertugas saat pelayanan ekaristi.
2. Divisi koor adalah divisi yang menyanyikan lagu lagu untuk pelayanan ekaristi . Biasanya mereka tidak hanya membantu perayaan ekaristi di Paingan saja tetapi mereka juga biasanya dipanggil membantu misa dibeberapa gereja . Mereka berkumpul setiap hari jumat untuk latihan di ruang kompai /campus ministry. Prestasi : Juara 1 koor tingkat nasional di Jakarta
3. Divisi merangkai bunga adalah divisi yang setiap perayaan ekaristi membantu menghias dekorasi terutama bunga .Divisi ini mengadakan kegiatan setiap hari Rabu untuk merangkai dan belajar merangkai untuk semua anggota yang belum bisa.
4. Divisi Lektor adalah divisi yang membacakan injil atau lektor pada saat perayaan ekaristi atau perayaan perayaan lain nya di gereja .Divisi ini merupakan divisi gabungan dari divisi lain nya . Jadi yang bertugas untuk lektor bisa dari divisi koor atau yang lain nya.
5. Divisi Tim Kreatif adalah divisi yang mengisi acara (hiburan) disela sela perayaan ekaristi . Biasanya mereka diminta mengisi acara seperti EKM (Ekaristi Kaum Muda ) . Mereka berkumpul setiap hari rabu untuk meng agendakan acara yang akan mereka buat.
6. Divisi Jasmani dan Rohani adalah divisi yang meng’agendakan kegiatan olahraga untuk seluruh anggota kompai . Biasa nya mereka yang menyediakan tempat dan waktu setiap hari sabtu atau minggu.
7. Divisi Bakti Sosial : Divisi ini adalah divisi yang mengkoordinir kegiatan kegiatan sosial seperti mengumpulkan uang untuk membantu yang kurang mampu atau memngumpulkan barang yang sudah tidak dipakai untuk orang-orang yang membutuhkan.

felixharyo@gmail.com'

About felixharyo