Kophi: Komunitas Pemuda Hijau

Oleh:
Larashinta Indah P 144214013 & Bagas Tutuko Suryo Wibowo 144214048

 

Lingkungan merupakan tempat dimana makhluk hidup tinggal dan melakukan segala aktivitas sehari-hari. Selain itu, lingkungan atau alam ini telah menyediakan berbagai kebutuhan inti yang pasti dibutuhkan oleh segenap makhluk hidup antara lain air, oksigen, tanah, tanaman obat-obatan, udara, sinar matahari, dan lain sebagainya. Sekiranya lingkungan harus terjaga secara alamiah dan tetap memiliki sisi keasriannya untuk kebutuhan setiap makhluk yang ada di sekitarnya. Namun, kini kondisi lingkungan khususnya di negara Indonesia mulai terkikis sedikit demi sedikit oleh karena perkembangan industri yang besar dan berjumlah tinggi. Kesadaran untuk menjaga lingkungan merupakan hal yang sulit untuk didapatkan oleh manusia selaku makhluk hidup yang paling memungkinkan untuk menjaga alam yang ada. Tetapi tidak semua orang memiliki perasaan yang sama yaitu tidak peduli terhadap lingkungan. Terdapat komunitas-komunitas yang bergerak dalam memperbaiki dan menjaga kelestarian alam atau seluruh lingkungan hidup. Dalam artikel ini akan terfokuskan kepada komunitas Koalisi Pemuda Hijau Indonesia atau KOPHI yang berada di regional Jogja.

KOPHI (Koalisi Pemuda Hijau Indonesia) merupakan komunitas yang merangkul kaum muda untuk sadar lingkungan. KOPHI yang didirikan pada tahun 2010 ini pertama kali berpusat di Jakarta. KOPHI pada mulanya hanya mengatasi permasalahan-permasalahan yang ada di Jakarta saja. Namun, tujuan KOPHI adalah untuk memperbaiki lingkungan yang tidak hanya di Jakarta saja. Setiap wilayah di Indonesia memiliki permasalahan-permasalahan yang berbeda baik permasalahan yang terberat pada bagian sungai, bantaran sungai, pantai, atau bahkan hutan. Oleh karena itu, KOPHI dibentuk pula di Jogjakarta pada tanggal 29 November 2011 di Balai Kota Jogjakarta secara formal dengan menggunakan pemotongan pita dan segala macam. Pada awalnya KOPHI Jogja ini diprakarsai oleh mahasiswa dan mahasiswi dari Universitas Gadjah Mada yang pernah mengikuti sebuah acara yang diadakan oleh KOPHI Jakarta. Sepulang dari acara KOPHI yang diadakan di Jakarta tersebut setiap perwakilan daerah wajib membentuk komunitas tersebut di daerah masing-masing. Mahasiswa dan mahasiswi ini memiliki persamaan pemahaman dan kesadaran yang tinggi akan lingkungan Jogja sehingga KOPHI Jogja terbentuk. Namun, KOPHI region Jogja belum memilikki basecamp yang pasti. Pada tahun-tahun awal kegiatan yang dilakukan KOPHI ini adalah pengakraban dan pendekatan antar anggota atau pengurus terlebih dahulu agar dapat bekerja sama dengan solit dan maksimal di setiap kegiatan yang akan diadakan selanjutnya. Setelah berjalan selama beberapa tahun akhirnya komunitas KOPHI ini terbuka untuk seluruh mahasiswa atau mahasiswi yang berada di Jogja untuk seluruh universitas-universitas yang ada di Jogja. Latar belakang dibentuknya KOPHI di Jogja ini karena adanya permasalahan-permasalahan yang ada di kota tersebut seperti, bantaran sungai yang kotor, kekurangan air, dan kurangnya kehijauan di Jogja. Permasalahan-permasalahan tersebut terdengar sangat sederhana namun tidak mudah untuk dilakukan karena terdapat sedikit niat untuk memperbaiki yang dimiliki oleh masyarakat Jogja. Pembentukan KOPHI di Jogja ini membutuhkan perjuangan untuk mendapatkan keberadaannya di mata masyarakat Jogja. Tetapi ternyata, sambutan dari masyarakat Jogja ternyata bagus dan mendukung kegiatan-kegiatan yang akan dilakukan oleh KOPHI ini. Label Kota Jogjakarta sebagai Kota Pelajar ini menambah sambutan yang antusias dari para pelajar-pelajar di kota Jogja ini khususnya mahasiswa atau mahasiswi dari universitas swasta maupun universitas negeri.

up.jpg

Warga Jogja ini tidaklah hanya sebagai objek namun juga dapat sebagai pelaku, jadi KOPHI ini merangkul warga untuk ikut berpartisipasi dalam kegiatan-kegiatan yang diadakan oleh KOPHI ini. Namun, warga Jogja yang sering untuk bergabung adalah pemuda. Hal ini sesuai dengan target dari KOPHI ini sendiri yaitu merangkul pemuda. Warga Jogja dapat terlibat namun tidak untuk menjadi pengurus karena selama ini yang menjadi pengurus adalah mahasiswa atau mahasiswi. Perkembangan komunitas ini cenderung baik karena dengan umur komunitas yang masih muda yaitu 4 tahun sudah mampu mengadakan acara-acara yang dapat merangkul warga Jogja khususnya kaum muda untuk bergabung dan peduli terhadap permasalahan di kota ini. Faktor terbesar menurut ketua KOPHI Jogja ini adalah orang-orang atau pengurus serta anggota KOPHI sebenarnya sudah hebat karena sering pergi ke berbagai daerah sehingga memiliki pengalaman yang banyak dan koneksi yang luas dengan pemuda di daerah yang berbeda sehingga proses komunikasi yang dilakukan antara pengurus KOPHI dengan pemuda-pemuda sangatlah mudah . Komunikasi yang mudah, luas, dan tersebar inilah yang mendukung perkembangan KOPHI Jogja ini semakin sukses dalam menjalankan program-program kerjanya.

Program-program yang dilakukan oleh KOPHI khususnya regional Jogja ini merupakan program yang selalu berkelanjutan. Tujuan program yang berkelanjutan ini adalah agar kondisi daerah atau wilayah yang berada di sekitar Jogja tersebut benar-benar menjadi pulih atau menjadi lebih baik dari kondisi awal yang sangat kurang. Sebagai contoh, KOPHI mengadakan acara penanaman pohon di bantaran sungai dengan mengajak anggota-anggotanya dan kaum muda lain serta warga Jogja sekitar, setelah proses penanaman selesai KOPHI Jogja dan seluruh peserta yang ikut menanam tersebut akan terus bertanggung jawab terhadap pohon-pohon tersebut, seperti rajin menyirami memberi pupuk dan lain sebagainya. Hal tersebut membuat kegiatan-kegiatan KOPHI Jogja ini membuahkan hasil karena tidak hanya menanam kemudian ditinggalkan namun menanam dan kemudian merawat hingga menghasilkan sesuai dengan target. Contoh yang lain adalah pembersihan sungai-sungai yang ada di Jogjakarta yang kerap kali dilakukan.

KOPHI regional Jogja ini sudah memberikan banyak sumbangsih kepada masyarakat secara langsung dan terjun ke lapangan untuk menyelesaikan permasalahan lingkungan yang ada. Oleh karena sumbangsih yang telah diberikan KOPHI, pemerintah sering memberi dukungan terhadap kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh KOPHI ini. Dukungan yang diberikan oleh pemerintah bukanlah berupa uang atau dana secara langsung namun sering kali berupa barang karena sudah sesuai dengan peraturan dari BPK atau Badan Pengawas Keuangan untuk tidak menyalurkan dana atau nanti dapat menimbulkan prasangka korupsi. KOPHI sering ke Badan Lingkungan Hidup disingkat BLH dan dijelaskan bahwa pemerintah tidak dapat memberikan uang. Barang dan jasa yang diberikan oleh pemerintah sebagai contoh saat KOPHI mengadakan acara bersih-bersih sungai, pemerintah akan memberikan kantong plastik, truk sampah, tempat, meminjamkan cangkul, karung-karung sampah, dan lain sebagainya.Pernah suatu kali KOPHI regional Jogja ini mendapatkan bantuan dari sebuah perusahaan swasta berupa alat bioforik untuk membikin lubang di tanah. Kerja sama antara KOPHI dengan pemerintah ini tidak hanya terjadi di KOPHI regional Jogja aja namun juga tersebar di KOPHI regional yang lainnya. Sebagai contoh KOPHI regional Aceh, KOPHI regional Sumatra Selatan, KOPHI regional Bangka Belitung, KOPHI regional Lampung, KOPHI regional Jawa Barat, Jawa Timur, Jawa Tengah, Jakarta, KOPHI regional Kalimantan Tengah dan Kalimantan Selatan, dan yang terakhir adalah KOPHI regional Sulawesi Tengah dan Selatan. Meskipun dukungan dari pemerintah bukan berupa dana atau uang secara langsung namun bantuan berupa benda tersebut telah memberi dampak yang cukup besar karena KOPHI tidak mengeluarkan biaya untuk membeli atau meminjam barang-barang tersebut yang relatif tidak murah. KOPHI tidak meminta imbalan dari segala kegiatan-kegiatan yang telah atau akan diadakan karena KOPHI secara murni ingin membantu masyarakat untuk memerbaiki lingkungan serta merawat dan peduli terhadap lingkungan hidup di sekitar mereka. KOPHI regional Jogja ini telah memberikan banyak kontribusi secara fisik maupun psikis dengan cara penyuluhan terhadap anak-anak sebagai contoh seperti program Coastal Learning Project Bersama Alumni Study of The US Institutes, East-West Center dengan tujuan memberikan pemahaman pada anak-anak tentang pentingnya pencegahan kerusakan lingkungan, menyebarkan semangat wirausaha ramah lingkungan, mendorong pemikiran cinta lingkungan dan mengurangi dampak kerusakan lingkungan melalui metode belajar secara aktif.

Selain itu, visi dari KOPHI untuk menjaring kaum muda sering dilakukan dengan mengadakan seminar-seminar, workshop, ataupun pameran komunitas. Banyak teman dari mahasiswa atau mahasiswi dari berbagai universitas baik swasta maupun negeri yang memerlukan narasumber dari sisi kaum muda seringkali KOPHI dipanggil untuk menjadi narasumber. Terhitung KOPHI telah menjadi narasumber di berbagai seminar kurang lebih sebanyak 30 kali. Sebagai contoh adalah KOPHI Yogyakarta Dalam Workshop Green Teknologi “Hijaukan Teknologi Hijaukan Bumi”, Workshop Design Creative Mongabay Bersama Kophi Yogyakarta, KOPHI Yogyakarta Environment Leaders Camp 2014, KOPHI Yogyakarta Dalam Pekan Energi EH Jogja, KOPHI Yogyakarta Dalam Bazar Komunitas 350 Indonesia, KOPHI Yogyakarta pada Display Komunitas KAGEM, KOPHI Yogyakarta Dalam Acara POPSTARRR FK UGM, dan acara lainnya dimana KOPHI menjadi narasumber.

1013828_666653436716369_6685142078156171847_n.jpg

KOPHI ini beranggapan jika peningkatan apa yang dirasakan oleh masyarakat merupakan pertanyaan yang seharusnya diajukan untuk masyakarat. Namun, KOPHI percaya jika semua kegiatan yang telah atau akan dilakukan di waktu-waktu yang akan datang memiliki tujuan untuk memberikan yang terbaik untuk masyarakat khususnya masyarakat Jogja ini. Selama ini KOPHI reginonal Jogja ini telah berusaha semaksimal mungkin meskipun terdapat berbagai hambatan dan keterbatasan sebagai contoh keterbatasan finansial seperti yang telah tertera sebelumnya karena tanpa adanya financial sebuah komunitas atau bahkan acara tidak akan berlangsung. Keterbatasan tersebut tidak mengundurkan semangat ke-60 anggota KOPHI regional Jogja meskipun tidak semua anggota tidak aktif karena terdapat beberapa yang anggota yang masih pasif bahkan keluar karena memiliki alasan tertentu. Meskipun keterbatasan sumber daya manusia juga menjadi aspek yang menghambat namun KOPHI regional Jogja ini masih tetap ingin mengembangkan sayapnya bahkan harapannya hingga Kulon Progo atau Gunung Kidul tidak hanya Bantul atau Sleman saja yang sering menjadi objek untuk mengadakan acara-acar lingkungan. Selain ke daerah-daerah tersebut, KOPHI regional Jogja ini juga pernah mengadakan roadshow ke beberapa universitas di Jogja untuk memperkenalkan komunitas ini. Hal tersebut dilakukan karena KOPHI regional Jogja ini berharap adanya perwakilan di setiap universitas. Tidak hanya universitas negeri yang menjadi fokusnya namun juga universitas swasta yang berada di Jogja ini sebagai contoh Universitas Sanata Dharma dan Universitas Atma Jaya serta universitas swasta lainnya.

KOPHI masih belum puas dengan hasil yang telah dirasakan saat ini karena jika cepat merasa puas maka kinerja dari komunitas ini akan berkurang dan merasa sudah cukup. Setiap tahun akan terus ditingkatkan dan terus berusaha untuk mencapai harapan yang telah ditargetkan tersebut.

Dalam mencapai harapan yang dituju masih terdapat tantangan. Seperti contoh ketika berada di bantaran Sungai Gajahwong, KOPHI ingin membuat tempat ekowisata namun terdapat sebagian warga yang tidak mendukung kegiatan tersebut, kemudian ketika KOPHI regional Jogja ini ingin membersihkan kompleks yang kumuh masih terdapat beberapa warga yang tidak setuju dan menolak hal tersbut, dan ketika di sebuah pantai yang terletak di bantul dimana terjadi abrasi besar-besaran KOPHI regional Jogja ini ingin memperbaiki dengan menanam pohon cemara udang di bantaran pantai, namun penolakan warga bermunculan karena lokasi penanaman pohon cemara udang tersebut berada di tambak udang mereka oleh karena itu KOPHI regional Jogja ini memilih menanam di daerah yang ditentukan oleh warga sekitar itu sendiri. Jika terdapat penolakan atau pendapat tidak setuju, KOPHI regional Jogja tidak menyerah, KOPHI regional Jogja melakukan pendekatan yang lebih dengan sosialisasi yang lebih rutin dan jelas tujuannya. Penolakan-penolakan di daerah tersebut biasanya dikaitkan dengan sisi ekonomi masyarakat sekitarnya. Hal ini berbeda dengan daerah kota karena di daerah kota biasanya melakukan kegiatan di bantaran sungai sehingga tidak terlalu mengganggu perekonomian warga sekitar.

Warga Jogja kini mulai kurang memahami keberagaman yang ada oleh karena perkembangan-perkembangan yang. KOPHI regional Jogja ini hanya berpesan terhadap pemerintah, pihak-pihak swasta, warga, dan terutama kaum muda untuk menjaga lingkungan dan menyatukan pikiran. Menurut KOPHI regional Jogja perbedaan pendapat mulai bermunculan karena adanya perkembangan pesat di Jogjakarta. Sebagai contoh, pembangunan hotel dan pusat perbelanjaan yang mulai menjamur dan mengurangi ketersediaan air di Jogja. Pernah terjadi demo antara warga dengan sebuah hotel karena diketahui jika sumber air hotel tersebut adalah sumur-sumur warga jadi air warga menjadi berkurang untuk keperluan hotel seperti untuk kamar mandi yang berjumlah banyak, kolam renang, dan kebutuhan lainnya. Pandangan Jogja menjadi seperti Jakarta tidak dapat dipungkiri karena Jogja merupakan kota wisata.

Hal-hal lingkungan ini dapat terselesaikan dengan kerjasama antara warga dengan pemerintah dan instansi-instansi lain yang berkaitan. Dari hal ini, KOPHI berwanti-wanti agar setiap hotel atau investor atau kantor-kantor tetap memerhatikan aspek lingkungan yang ada karena mereka juga berada di tengah-tengah warga. Perbedaan pendapat antara warga dengan instansi tertentu semakin membuat perpecahan di masyarakat antara yang setuju dengan yang tidak setuju. Jadi, setiap makhluk hidup harus memerhatikan lingkungan sekitar baik dari hal yang sederhana hingga hal yang jauh lebih kompleks.

Komunitas-komunitas yang bergerak dalam hal lingkungan semuanya berharap dapat merubah keadaan lingkungan yang telah tercemar oleh karena perilaku manusia sendiri atau oleh karena factor alam yang memang terjadi tanpa diharapkan. Dalam artikel ini telah dijelaskan salah satu komunitas yang bergerak dalam lingkungan hidup yaitu Koalisi pemuda Hijau Indonesia atau KOPHI regional Jogja yang telah memberikan banyak sumbangan dan usaha untuk merubah lingkungan menjadi lebih baik melalui berbagai program yang dijalankan. Program-program tersebut mampu berjalan dengan adanya dukungan secara maksimal dari warga Jogja ataupun pemerintaha Jogja yang ikut serta memberikan bantuan berupa barang dan jasa. Bagi warga Jogja yang tidak tergabung dengan komunitas-komunitas ini masih dapat menjaga lingkungan sekitar dengan merawat dan tahu akibat jika melakukan suatu hal di lingkungan hidup ini. Oleh karen itu, mari kita jaga lingkungan ini untuk masa depan yang lebih baik.

Referensi karangan mengenai komunitas ini berdasarkan wawancara dengan ketua KOPHI region Jogja yaitu Hendri Bagus pada tanggal Rabu, 25 Maret 2015 di suatu rumah makan. Disamping itu, sumber lainnya adalah kophiyogya.wordpress.com.

 

bagastutuko@gmail.com'

About bagas