Komunitas Angklung Laras Asri

Komunitas Angklung Laras Asri

Fredrick EdwarJener(145114067)

Adithio Kuswidiyanto (145114068)
Seiring perkembangan zaman dan kemajuan teknologi yang saat ini semakin menjadi senjata utama dimana setiap aktifitas kita dan kegiatan yang kita lakukan selalu ditemani dengan alat elektronik dan seiring dengan itu juga kita kehilangan beragam budaya tradisional yang salahsatunya adalah alat musik tradisional karna seiring perkembangan tersebut perkembangan alat musik modern yang masuk di Indonesia juga sangat pesat mengikuti zaman yang terus berubah dan dengan alat musiK modern yang sudah canggih maka alat musiK tradisionalpun mulai menghilang, yang disebabkan alat musik tradisional sulit dipelajari dan membutuhkan emosional yang baik dalam memainkan sedangkan alat music moderent yang serba simpel dan memudahkan pemakainya untuk memaikannya, bahkan banyak diantara kita yang tidak pernah melihat beberapa alat music tradisional dan juga tidak pernah menyentuh beberapa alat music tradisional tersebut walaupun setiap hari kita melihat orang memainkan alat tersebut tapi kita terlalu gengsi dengan alat music tradisional karna kita takut teman-teman kita mengledek kita (kekunoan atau kampungan) tapi tanpa kita sadari dari pemikiran itu kita melupakan budaya leluhur kita dan harta terbesar Negara kita dan ciri khas budaya dan Negara kita .
Di Indonesia sendiri di negara yang sangat kita cintai ini terdapat berbagai macam alat musik tradisioanal yang jumlahnya sangat banyak dan sebagian besar dari alat music tersebut telah kita lupakan dan sampai sekarang kita cuman tau bentuknya dari gambar yang kita lihat di internet dan museum – museum sedangkan cara memaikannya kita tidak mengerti padahal itu dari daerah kita masing masing.
Melihat dari permasalahn itu dan untuk menghilangkan kegelisahan kami dalam mencari komuniatas yang bergerak dalam bidang perlawanan terhadap penjajahan modern maka kelompok kami memilih komunitas “Angklung” sebagai komunitas yang bisa melestarikan keberadaan alat music tradisional di tengah semakin meluapmya perkembangan alat musik modern dengan cara memperkenalkan alat musik tradisional kepada generasi – generasi Indonesia serta mewariskan alat musik tradisional. Angklung adalah alat musik tradisional asli Indonesia yang akhir akhir ini juga termasuk kebudayaan yang harus kita lindungi dan kita lestarikan. Mungkin dari antara kita ada beberapa yang belum mengetahui angklung itu alat music jenis apa dan dari daerah mana.
Angklung adalah alat musik multitonal (bernada ganda ) yang secara tradisional berkembang dalam masyarakat Sunda di pulau Jawa bagian barat. Alat musik ini terbuat dari bambu, dibunyikan dengan cara digoyangkan atau digerakkan. Dari beberapa komunitas angklung yang berada di Yogyakarta, kami memilih Komunitas Angklung Laras Asri karena dari info – info yang kami dengar dan kami terima komunitas ini adalah komunitas yang beranggotakan para ibu rumah tangga yang memiliki semangat seni dan semangat dalam melestarikan budaya terlebih semangat untuk mempelajari alat musik angklung ini dan yang tidak kalah menariknya lagi dibalik kesibukan pekerjaan rumah yang menyibukkan dan kantoran yang mengkin membuat lelah setiap harinya tapi mereka masih bisa menyempatkan waktu untuk latihan dan berkumpul. Lokasi dari komunitas yang kami teliti ini terletak di Perum Griya Purwa Asri RW 06, Purwomartani, Kalasan, Sleman yang terbentuk pada tanggal 26 april 2010 jadi komunitas ini sekarang sudah berusia 5 tahun. Berawal dari sekumpulan ibu rumah tangga yang tertarik ketika mendengar suara angklung dan ingin belajar dan juga sebagai sarana untuk menghibur dan rekreasi bersama dan membangun kebersamaan dalam sebuah lingkungan, mereka memulai belajar dari nol dan yang membimbing dan melatih mereka dalam bermain angklung adalah Bapak Agus N. Patub dan sampai saaat ini masih mendapingi komunitas ini. walaupun usia komunitas ini baru 5 tahun tapi komunitas ini sudah banyak berperan dalam berbagai acara dan kontes musiktradisional seperti contoh mengisi acara pernikahan, mengisi acara di ambarukmo plaza dan berbagai acara kesenian dan kebudayaan lainya dan juga sering kolaborasi dengan komunitas alat musik tradisional lain yang membuat sensasi musik yang menggelegar di telinga setiap pendengarnya. Komunitas ini juga sangat berkembang dari cerita diatas tadi kita melihat bahwa mereka memulai dari nol dan angklung yang mereka pakai dari awal itu adalah angklung yang dipinjamkan oleh pelatih atau pendamping mereka dan sekarang musik angklung ini sudah menjadi semangat dan kesenangan mereka, walaupun seperti itu tapi komunitas ini juga memiliki banyak kendala dan beberapa halangan mereka dalam menjalani dan berkumpul/berdinamika dalam komunitas seperti contoh adalah tabrakan kesibukkan yang tidak bisa dielakkan, apalagi sebagai ibu rumah tangga pasti memiliki kegiatan yang sangat padat juga dari luar seperti ada kegiatan di tempat kerja masing-masing, ada pula saat berbarengan dengan acara keluarga yang tidak bisa untuk ditinggalkan. Selain itu masih banyak kendala yang terjadi saat sebelum pentas dan saat pentas di atas panggung. Seperti contoh saat pentas ada beberapa hal yang mengecewakan dan yang membuat mereka sering merasa putus asa dan kesel dang k enakan, karena apa yang mereka tampilkan saat itu kurang sesuai dari harapan mereka dan juga masalah yang awalnya anggota mereka banyak tapi ada yang tidak bisa ikut lagi karena berbagai halangan, juga dari segi promosi mereka kekurangan orang yang mampu menggunakan teknologi untuk mendokumentasikan dan mengabadikannya dengan baik, sehingga kebanyak kegiatan yang mereka ikuti atau hadiri tidak ada dokumennya. Sebenarnya dulu ada salah satu amggota komunitas ini yang mampu menggunakan teknologi dengan baik untuk kepentingan promosi dan dokumentasi. Sehingga saat itu banyak orang yang mengetahui tentang komunitas angklung laras asri dari promosi yang dilakukan lewat internet melalui berbagai jejaring sosial seperti facebook, twitter, blog, dan youtube untuk kepentingan dokumentasi saat pentas. Kami juga mengetahui adanya komunitas ini yaitu lewat blog, facebook, serta youtube yang membuat kami penasaran tentang komunitas ini sehingga kami memilih komunitas ini untuk kami teliti. Tapi setelah orang yang lancer teknologi itu pindah rumah dan tidak lagi menjadi anggota komunitas laras asri, ajang promosi dan dokumentasi komunitas ini menjadi berkurang. Tetapi walaupun begitu komunitas ini masih banyak yang menganal lewat informasi dari mulut ke mulut serta dari kenalan orang yang menjadi anggota komunitas ini
Sebagai sebuah komunitas tentunya memiliki harapan yang besar tentang komunitas ini serta alat musik tradisional yakni mereka berharap komunitas ini semakin maju dan berkembangdi tempat lain, sehingga semakin banyak orang yang mulai tertarik tentang alat music tradisional angklung, dan tentunya bukan cuman angklung saja tetapi buda kita yang lain yang saat ini sudah mulai masuk museum atau kategori terlupakan karena ulah kita yang tidak mau melestarikannya. Mereka juga berharap komunitas ini tidak hanya diikuti oleh ibu-ibu (orang tua saja) di komplek perumahan saja, tetapi juga keterlibatan dari generasi muda dalam komunitas ini sangatlah perlu, untuk melestarikan budaya bangsa bukan hanya angklung saja tapi juga menumbuhkan semangat melestarikan kebudayaan Indonesia lainnya. Kalau bukan kita yang melestarikan budaya bangsa sendiri, siapa lagi?Apakah harus menunggu diakui oleh Negara lain baru kita mulai bergerak melestarikan?
Kami sebagi seorang mahasiswa (generasi muda) sangat tertarik dan salut dengan Komunitas Angklung Laras Asri ini, karena tidak hanya adanya semangat yang berkobar dan berkoak untuk melestarikan kebudayaan asli Indonesia tapi adanya sosok sekumpulan ibu (sibuk dengan urusan rumah tangga) yang beraksi,generasi kartini atau kartini kecil masa kini yang mempunyai pandangan luas akan cinta budaya dan rela meluangkan waktu yang sangat sibuk sejenak demi kelestarian kebudayaan Indonesia di masa depan.
Dalam komunitas ini juga dikembangkan semangat saling peduli dan saling menghargai. Hal itu terwujud dari rasa kepedulian anggota komunitas pada kelestarian alat musik tradisional berupa angklung. Karena sekarang ini semakin banyak alat music yang lebih modern dan lebih menarik terutama bagi kalangan anak muda. Tidak banyak pada kalangan anak muda sekarang ini yang tertarik pada alat music tradisional yang juga berguna untuk melestarikan. Hal ini terjadi karena mereka merasa alat music tradisional sudah kuno dan terlihat tidak menarik untuk didengarkan atau dimainkan. Apalagi sekarang ini alat music yang lebih modern semakin berkembang dengan dipadukan dengan teknologi yang lebih maju. Perpaduan antara alat music dan teknologi akan menghasilkan sesuatu yang menarik untuk dinikmati dijaman yang serba maju dan berbau dengan teknologi sekarang ini. Sebenarnya alat music tradisional jika mampu dipadukan dengan baik dengan teknologi yang ada sekarang ini juga tidak kalah menariknya. Justru perpaduan ini akan menghasilkan sesuatu yang unik karena suara yang keluar dari alat music tradisional yang khas akan semakin terdengar enak di telinga dengan adanya unsur teknologi di dalamnya.
Tetapi tidak semua kalangan muda yang tidak menyukai atau tidak tertarik pada alat music tradisional. Justru ketertarikan itu semakin menyalakan semangat untuk terus melestarikan keberadaan alat music tradisional supaya tidak tergerus dengan kemajuan jaman. Itu tugas kita semua untuk tetap menjaga dan melestarikannya supaya bisa berjalan seiringan dengan kemajuan jaman sekarang ini.
Dengan adanya komunitas ini, semakin jelaslah bahwa semua orang bertugas untuk terus menjaga dan melestarikan alat music tradisional. Tidak hanya anak muda yang bertugas menjaga dan melestarikannya tapi juga semua kalangan termasuk kalangan ibu rumah tangga. Semangat ini juga wajib dimiliki oleh semua kalangan. Karena semangat itulah yang akan membuat kebudayaan kita akan mampu berjalan beriringan dengan kemajuan jaman sekarang ini. Tanpa adanya semangat untuk melestarikan dan menjaga maka akan dengan mudahnya kesenian tradisional Indonesia tergeser dengan kemajuan teknologi yang semakin diminati banyak kalangan karena menawarkan begitu banyak kemudahan-kemudahan untuk kehidupan manusia yang semakin banyak kebutuhannya.
Dalam komunitas ini tidak hanya belajar dan bermain alat musik angklung yang diutamakan tapi terlepas dari situ juga terdapat banyak pelajaran yang bakalan didapat dari perkumpulan komunitas ini. Salah satunya adalah tentang bagaimana kita mampu menghargai orang lain dan memposisikan diri kita dalam pridadi – pribadi yang berbeda – beda itu. Karena dalam komunitas ini terdapat banyak pribadi yang berbeda-beda. Tidak hanya itu, kita juga harus mampu mengikuti apa yang diinstruksikan oleh pelatih supaya dalam latihan ataupun saat pentas dapat menampilkan yang terbaik. Tidak dapatlah kita pungkiri, pasti dalam suatu perkumpulan ada konflik yang timbul. Dalam menghadapi dan menyelesaikan konflik yang setiap saat menunggu itulah rasa saling menghargai sangat diperlukan supaya konflik yang ada tidak semakin panjang dan ribet melainkan kita dengan segera bisa menyelesaikannya.
Angklung sebagai alat music tradisional tidak hanya dikenal di Indonesia saja. Tetapi banyak negara yang sudah mengenal angklung sebagai sebuah alat music asli Indonesia. Itulah tugas kita untuk menjaga dan melestarikannya. Tentunya kita juga harus bangga bahwa salah satu kesenian tradisional khas Indonesia sudah dikenal di banyak negara. Bahkan sudah sering dijadikan pertunjukan ataupun dipelajari oleh orang asing. Contohnya gamelan di Australia sudah menjadi mata pelajaran di beberapa sekolah. Tidak ada gunanya menjadi populer di negeri orang tetapi di negeri sendiri tidak dicintai oleh warganya sendiri. Akan semakin malu jika kita bangga pada kesenian tradisional yang semakin berkembang di negeri orang tapi di negeri sendiri rakyatnya malah mencintai budaya negeri asing. Sebagai seorang warga negara yang baik haruslah kita berusaha semakin memajukan kesenian tradisional di dalam negeri maupun di luar negeri. Terkadang kita merasa malu atau gengsi saat berurusan dengan sesuatu yang serba tradisional ataupun kuno. Karena kita merasa bahwa hal semacam itu sudah bukan masanya lagi atau masanya sudah lewat. Justru karena masanya sudah lewat itulah kita harus mengenalkan pada generasi berikutnya tentang kesenian ataupun kebudayaan tradisional supaya generasi setelah kita juga semakin mengerti bahwa Indonesia adalah negara yang sangat kaya akan kesenian atau kebudayaan daerah yang wajib untuk dilestarikan.
Tidak hanya sebatas pada alat musik angklung saja, tetapi jika kita memang ingin melestarikan budaya bangsa kita dapat melakukannya dengan hanya berkumpul membentuk komunitas tentang suatu kesenian tradisional. Jika memang kedepannya semakin serius itu akan memberikan banyak keuntungan pada kita. Selain untuk kewajiban melestarikan tapi juga kita mengisi waktu luang kita dengan melakukan hal yang positif semacam itu.
Komunitas ini memberikan pelajaran bahwa mengisi waktu luang juga dapat dilakukan dengan hal yang positif tapi juga tetap tidak lupa akan tugas kita untuk melestraikannya. Justru dengan adanya komunitas ini, memberikan suatu pelajaran dan pengalaman yang sangat berharga untuk para anggotanya. Karena selain untuk mengisi waktu luang, mereka juga menjadi mengerti tentang alat music angklung yang merupakan sebuah alat musik tradisional Indonesia yang sangat menarik untuk kita mainkan. Keuntungan lain yang didapat adalah memberikan pengalaman saat melakukan pementasan di depan umum yang tidak semua orang bisa merasakannya. Jika dilakukan secara terus-menerus dan serius maka akan memberikan semakin banyak keuntungan. Tidak ada ruginya kita mengikuti sebuah komunitas yang memang menarik untuk kita dan sesuai dengan hobi kita. Perlu disadari bahwa menjadi manusia tidak dapat hidup sendirian tetapi juga membutuhkan bantuan orang lain. Hal itulah yang mendasari dibentuknya banyak komunitas yang memiliki tujuan yang sama diantara para anggotanya yaitu saling membantu dan bekerja sama jika ada kesulitan diantara masing-masing pribadi. Sebuah komunitas pada dasarnya harus ada rasa tulus dan ikhlas di setiap pribadi untuk saling membantu dan bekerja sama antarn anggota satu sama lain.

fredrickedwar@gmail.com'

About fredrickedwar