Kelompok Tani Salak Pondoh “Si Cantik”

Kelompok Tani Salak Pondoh “Si Cantik” Nama kelompok : Rikky Malinton Tobing (145114001) Adnantio Herpurnomo (145114025)

 

 

 

Komunitas Petani Salak Pondoh “Si Cantik”

 

Kecamatan Turi merupakan salah satu Kecamatan di kabupaten seleman yang memiliki wilayah pertanian yang sebagian besar di tanami tanaman salak. Hal ini di karenakan lokasi daerah turi yang cukup tinggi dan keadaan iklim yang mendukung pertumbuhan tanaman salak,sehingga tanaman salak dapat tumbuh dengan baik di daerah tersebut. Khususnya di daerah Ledoknongko terdapat sebuah Kelompok Petani salak yang memanfaatkan kearifan lokal tersebut. Kelompok Petani tersebut bernama “Si Cantik”, kelompok petani salak “Si Cantik didirikan oleh bapak Purwanta Ismaya sebagai Ketua dan Drs. Misroji sebagai sekertaris. Kelompok ini di dirikan sekitar tahun 1976 dan beliau berdualah yang menjadi awal dari berdirinya kelopok tani “Si Cantik” hingga sekarang.

Sebelum kelempok Tani salak Pondoh “Si Cantik”terbentuk, di daerah Ledoknongko telah terdapat kelompok Tani, yang benama kelompok tani “Berseri”.Kelompok tani BERSERI ini adalah kelompok tani bukan salak dimana tanaman yang di tanam masih berupa tanaman palawija (ketela jagung dan padi). Berseri sendiri memiliki makna BErsih SEhat Rapi dan Indah. Setelah itu warga beralih menanam salak, namun masih salak Pondoh biasa, karena permintaan akan bahan makanan khususnya salak yang sehat (organik), tanpa mengunakan bahan kimia dalam proses perawatannya. Barulah warga mulai beralih menanam salak Pondoh Organik. Maka mulailah Kelompok Tani salak Pondoh berubah menjadi kelompok Tani salak Pondoh Organik yang kini di beri nama “Si Cantik”.

Pohon salak organik dan pohon salak non organik tidak terlalu memiliki perbedaan yang mencolok, perbedaanya hanya pada buah yang di hasilkan lebih terjaga kualitasnya dan cara perawatanya yang tidak mengunakan bahan kimia. Pohon salak yang di jadikan organik merupakan Pohon salak yang berkualitas. Dalam kelompok “si cantik” terdapat tiga jenis salak yang di tanam yaitu salak pondoh, salak gading dan salak madu.Bibit berkualitas khususnya bibit salak pondoh (local) di peroleh setelah beberapa lama menanam salak, saat diliat terdapat sebuah pohon salak yang menghasilkan buah salak yang bagus, sehingga pohon itu di cangkok guna menghasilkan bibit, kemudian bibit tersebut dikembangkan dalam jumlah banyak dan di sebar luaskan. “Siapa yang tau? Rupanya ini sangat menjanjikan sekali saat itu” kata bapak purwanta.

Pada salak Pondoh selain buah yang dihasilkan manis buah salak Pondoh dapat dikatakan meiliki hama yang sedikit, hama hanya berupa tikus dan ulat. Namun tikus dan ulat tidak terlalu merusak dikarenakan mereka hanya memakan sebagian kecil dari salak dan tidak merusak tanamanya, sehingga tanaman salak masih bisa tumbuh dengan baik dan mampu menghasilkan buah salak. Selain hama berupa hewan, buah salak agar menghasilkan buah yang maksimal perlu dilakukan pengaturan dalam penanaman yaitu itu dalam satu tempat terdapat 2-3 rumpun pohon, jarak antar rumpun sekitar 1,8m. Tiap rumpun di tata secara baris. Setelah itu jarak antar baris sekitar 2m. Selain cara menanam kadar air dalam tanah air juga perlu di atur yaitu tidak boleh kurang atau lebih.

“Kenapa saya membuat komunitas ini?” ujar Pak Purwanta, Alasan utama kenapa dia membentuk komunitas ini adalah untuk meningkatkan taraf ekonomi masyarakat sekitar khususnya daerah Ledoknongko dan sekitarnya. Dengan adanya Salak Pondoh ini memang sangat membantu perekonomian mereka, dari segi pangan dan mapan, dengan adanya itu memang mereka sangat terbantu dan mereka bisa membangun rumah yang layak untuk dihuni contohnya dulu rumah yang mereka huni hanya dari bilik bambu tapi sekarang sudah bata dan layak dihuni begitu juga kendaraan setidaknya roda dua, dan juga dapat menyekolahkan anak-anak mereka dari TK,SD, SMP, SMA dan hingga Kuliah.

Kenapa memberi nama Si cantik? Apakah ada arti nama tersebut?

Pak Purwanta mengakatan mengapa dia memberi tau kenapa dan asal asul nama tersebut, Awalnya mereka kebingungan untuk memberi nama untuk nama kelompok mereka, dan pak Purwanta pun ditunjuk untuk memberi namanya. Pak Purwanta selaku ketua kelompok tersebut bingung dan pergi ke sawah untuk mencari inspirasi sekalian melihat salak. Dan ketika dia sampai di sawah dia melihat bibit yang mereka tanam rupanya sudah tumbuh tunas (cantek), kata cantek sebenarnya berasal dari bahasa jawa yang artinya anak pohon salak. Dan pak purwanta pun berniat untuk memberi nama kelompok nya dengan nama itu tapi dia berpikir kalo nama itu kurang unik dan kurang menarik, dan dia berpikir untuk memberi dengan nama CANTIK karna menurutnya nama tersebut lebih manis, gampang di ingat dan lucu.

Rupanya CANTIK itu mempunyai kepanjangan juga, yaitu Cekatan Antusias Nalar Telaten Inovatif Kreatif.

Bicara tentang jumlah anggota Kelompok Tani Salak Pondoh“Si Cantik”, awalnya hanya beranggotakan 17 orang, yang dianggap mau dan sanggup untuk diberi pembinaan dan pelatihan yang dibantu juga dari pihak lain yang lebih professional. Pembinaan dan pelatihan di bantu dari Pihak Universitas Gajah mada dari mulai cara pembuatan pupuk, hingga pemangkasan lahan dan penataan lahan. Awal nya susah untuk diberi pembinaan dan pelatihan dikarnakan anggota yang hanya mempunya riwayat pendidikan yang berbeda-beda, dengan lulusan SD atau SMP atau SLTA. Tapi seiringnya waktu berjalan rupanya Kelompok Tani Salak ini membuahkan hasil dan banyak dikenal orang, dan pada waktu itu jumlahnya bertambah menjadi 28 orang, dan ketika Kelompok Tani Salak Pondoh “Si cantik” menjadi Kelompok Tani Salak Organik “Si Cantik” jumlah anggotanya bertambah banyak menjadi 46 orang. Dan sebagaian besar anggotanya adalah warga desa dan beberapa anggotanya ada juga yang dari desa sekitar. Untuk bergabung dengan Kelompok ini mempunyai syarat untuk bergabung, syarat yang diberikan tidak begitu sulit cukup punya lahan sendiri, dan kemauan untuk prosedur yang ada.

 

Bicara soal Kelompok pasti punya kegiatan, Kelompok Tani Salak Pondoh “Si Cantik” mempunyai kegiatan yaitu pembersihan, penyiraman / pengairan, panen. Mengenai pembersihan lahan dilakukan setiap hari di lahan masing masing, membersihkan daerah sekitar lahan, memotong tangkai pohon yang sudah panjang atau menghalangi jalan untuk masuk kebun, dan juga membuang buah salak yang terkena hama (Jamuran), dengan cara dipetik langsung dan dibuang. Soal penyiraman dilakukan secara bergilir jadi perlu untuk di cek agar dapat mengetahui apakah lahan nya mendapat air yang cukup atau tidak. Panen salak pada umum sekitar 4-5 bulan tapi pada bulan Agustus 2015 sampai bulan November 2015 seharusnya panen tapi dikarna kan musim kemarau panjang dan susah mendapat air karna belum punya pengairan sendiri, mengakibatkan panen terpaksa ditunda sampai pada waktu yang tepat. Diluar kegiatan tersebut mereka juga kadang melakukan perkumpulan sekali sebulan untuk mebicarakan kendala yang ada dan diselesaikan secara musyawarah.

Kelompok Tani Salak Pondoh “Si Cantik” ini juga melakukan pemasaran di dalam negri maupun diluar negri. Didalam negri mereka sudah bisa menjual disekitar pulau jawa contoh Jakarta, Semarang dan Yogya. Diluar negri mereka sudah dapat meng ekspor ke Malaysia, Singapura dan China. Dan saat ini mereka sedang melakukan sertifikasi untuk ekspor ke eropa.

Untuk melakukan pemasaran diluar negri mereka melakukan beberapa kerja sama dengan perusuahaan. Dan awal terjadi kerja sama, pada Tahun 2001 orang asing ingin membeli salak Pondoh hasil budidaya “Si Cantik”, oleh karena itu Bapak Purwanta selaku ketua memutuskan untuk melakukan ekspor, pada tahun 2008 indonesia menjalin kerjasama jual beli salak dengan negara cina melalui jasa PT Agung Mustika Saras. PT Agung Mustika Saras memilih 4 kelompok tani salak sebagai mitra kerjasama, dari ke empat kelompok tersebut kelompok tani salak pondoh “Si Cantik” ikut terpilih. Dengan kerjasama ini semakin terbukanya jalan kelopok tani salak “Si cantik”. Untuk pemasaran ke ekspor mereka menjual salak Pondoh dengan ciri ciri buah berukuran sedang dan ber umuran muda atau matang, biasanya permintaan dari luar sedikit. Dan untuk lokal biasa nya hasil sisa seleksi dari sisa ekspor dan tetap layak untuk dikomsumsi dan biasa permitaan nya bisa mencapai 4 ton dan tiap tahun biasanya berubah sesuai permintaan. Untuk harga normal, ekspor 14 ribu perkilo dan untuk lokal 12 ribu perkilo dan harga ini bisa turun pada saat panen raya dikarnakan buah yang dihasilkan lebih besar dari permintaan.

Setiap Kelompok pasti mempunyai kendala, dan Kendala yang mereka biasanya hadapi cuaca dan pemilik kebun. Cuaca, biasanya cuaca ekstrim bisa membuat panen terlambat atau panen kelebihan. Contohnya karena jika musim hujan harga salak di daerah lokal harganya menjadi rendah dikarna kualitasnya menurun, sehingga agar menjaga harganya tetap tinggi kelompok tani salak “Si Cantik” melakukan penjualan diluar daerah desa. Dan mengenai pemilik kebun hampir setengah nya pemilik kebun belum memiliki sertifikasi lahan salak organic karna untuk memperoleh sertifikasi diperlukan pendataan yang intesif mengenai keadaan salak karna untuk pendataan beberapa pemilik lupa untuk mengurus nya.

Dan prestasi yang Kelompok Tani Salak Pondoh “Si Cantik” sudah dapatkan adalah : Juara 3 Penyelamat Lingkungan tingkat Propinsi daerah Yogya, Juara 1 Penyelamat Lingkungan tingkat Kabupaten, Penghargaan untuk Bapak Misroji sebagai pembicara strategi pemasaran salak pondoh, penghargaan dari dinas pertanian DIY, sertifikat dari UGM “Fruitanol Energy” dan mendapat kunjungan langsung dari mantan presiden Bapak Susilo Bambang Yudhoyono.

 

riiki21@yahoo.com'

About malintonriki