Jazz Mben Senen

Komunitas Jazz Mben Senen? Apa itu? Awalnya kami merasa bingung dengan nama tersebut. Terlebih nama tersebut memuat bahasa Jawa dan kami kurang mengerti artinya. Kami hanya tahu bahwa komunitas ini bergelut di bidang seni terutama musik dengan genre jazz. Mengapa kami meneliti komunitas ini? Bagaimana sejarah komunitas ini berdiri sampai bisa bertahan dan berkembang sampai hari ini? Bagaimana syarat untuk menjadi anggota komunitas ini? Bagaimana prestasi komunitas ini? Bagaimana tanggapan warga Jogja terhadap komunitas ini? Setelah  melakukan wawancara, kami yang jelas merasa salut dengan komunitas ini.

Dalam sebuah tugas mata kuliah Kewarganegaraan yang ditugaskan untuk membuat feature, kami memutuskan untuk menguak tentang komunitas yang bergerak di bidang seni. Awalnya, kelompok kami mendapat bagian untuk membahas tentang dua komunitas lain, namun sayangnya, komunitas yang pertama tidak dapat di hubungi melalui contact person dan kebetulan pada saat itu kami tidak tahu dimana lokasi mereka, yang biasa digunakan untuk berkarya atau sering disebut basecamp. Untuk komunitas yang kedua, sebenarnya kami sudah sempat berhubungan dengan contact person mereka, tepatnya melalui email, namun disayangkan pula, komunikasi tersebut terhemti ditengah jalan. Pada saat kami hendak mengkonfirmasi tentang persetujuan mereka untuk di wawancarai, kami tidak mendapat respon atau balasan dari mereka.

Kemudian kami mulai mencari-cari tau tentang komunitas yang ada di Jogja, yang tentunya berhubungan serta mendukung beragam hal yang berkaitan dengan Jogja. Kami ingat bahwa kami memiliki seorang teman yang cukup aktif dan Ia merupakan penduduk asli Jogja yang kami yakini akan dapat membantu kami dalam mencari komunitas yang bersedia untuk kami bahas dalam tugas ini. Syukurnya, apa yang kami pikirkan benar adanya. Ia memberikan kami sebuah rekomendasi komunitas yang kira-kira berkenan di wawancarai, namun pada saat Ia menyebutkan nama komunitas tersebut kami teringat bahwa komunitas tersebut sudah terikat dengan kelompok lain. Sampai akhirnya, Ia merekomendasikan kami pada Komunitas Jazz Mben Senen, yang secara kebetulan salah satu anggotanya adalah temannya sendiri. Dengan begitu, kami menjadi lebih mudah untuk menghubungi komunitas tersebut.

Setelah beberapa hari berkomunikasi, puji Tuhan mereka bersedia untuk kami wawancarai. Kami pun berdiskusi melalui kontak media sosial untuk menentukan tanggal dan dimana mereka bersedia untuk di wawancarai. Sampai akhirnya, kami melakukan wawancara dengan beberapa anggota dari komunitas Jazz Mben Senen di sebuah café yang lokasinya ada di kawasan jalan Monjali. Sore itu kami mendatangi café tersebut untuk bertemu dengan anggota komunitas Jazz Mben Senen. Kami disambut dengan ramah oleh anggota dari komunitas ini.

Dulu ada sebuah café bernama The Click, di sana selalu ada penampilan regular jazz. Selalu ada kegiatan jam session di mana para penonton yang membawa alat musik ikut serta untuk tampil di panggung secara spontan. Kegiatan ini menjadi agak ‘tabrakan’, karena perform dari regular jazz sendiri menjadi agak terganggu. Karena seringnya kegiatan ini berlangsung, maka dibentuklah komunitas bernama Jazz Jogja.

Seorang bapak memperkenalkan komunitas ini ke Bentara Budaya. Oleh Bentara Budaya, tempat untuk tampil dari Jazz Jogja ini pindah, yang mulanya di café The Click pindah ke Bentara Budaya. Nama komunitas ini juga diubah menjadi Jazz Mben Senen. Jazz Mben Senen juga  memfasilitasi orang-orang yang ingin melakukan kegiatan kesenian, sehingga tidak harus mengganggu kafe-kafe. Komunitas ini tidak hanya menampung orang-orang yang tertarik di bidang Jazz, tetapi juga minat dalam bidang seni tari dan seni lukis.

Dapat di lihat dari namanya, Jazz merupakan salah satu jenis aliran musik. “Mben” merupakan bahasa jawa yang dalam bahasa Indonesianya adalah “setiap” sedangkan “Senen” juga di ambil dari bahasa Jawa yang berarti “Senin”. Jadi, Jazz Mben Senen adalah Jazz setiap Senin, musik Jazz yang dimainkan setiap hari Senin. Komunitas ini mulanya hanya bermain iseng-iseng.

Jazz Mben Senen merupakan salah satu komunitas yang ada di Yogyakarta dan bergerak di bidang musik. Menurut jawaban salah seorang anggota yang kami wawancarai, komunitas ini mulai terbentuk pada tahun 2009, namun saat ditanya tentang tanggal yang pasti, mereka mengatakan bahwa mereka sendiri pun tidak yakin kapan terbentuknya komunitas tersebut. Mereka mengatakan bahwa mereka biasanya merayakan hari jadi komunitas tersebut pada bulan Desember, minggu ke tiga.

Terbentuknya komunitas Jazz Mben Senen ini bermula secara tidak sengaja. Seperti yang kita ketahui, anak-anak remaja kini sering mengunjungi café-café yang menarik. Ada yang mengunjungi untuk sekedar hang-out dengan teman-teman, ada pula yang berkunjung untuk menyicipi makanan yang ada di café tersebut, dan ada juga yang mengunjungi untuk mengerjakan tugas sembari makan bersama dengan teman-teman. Mereka memiliki alasan masing-masing.

Beberapa anggota Jazz Mben Senen, tentu saja tidak jauh berbeda dengan remaja-remaja pada umumnya. Mereka tentu juga sering mengunjungi café-café. Bermula dari kunjungan café dan menjadi pengunjung café yang bisa dikatakan setia atau bahkan sudah seperti basecamp sendiri inilah yang menjadi awal mula terbentuknya komunitas Jazz Mben Senen.

Suatu hari, pada saat mereka berada di café tersebut, café dimana mereka sering berumpul, mereka mendapat penawaran untuk manggung di café itu. Mereka diminta untuk mengisi waktu luang dengan memainkan musik-musik di café tersebut. Pada jaman ini hal tersebut sering kita dengar dengan kata jam session di cafe. Hal ini kemudian menarik beberapa khalayak, para pengunjung café nampak menikmati musik dan alunan lagu yang mereka mainkan. Hal ini tentu juga menjadi hal yang menarik bagi pengelola café tersebut. Maka dari itu, mereka diminta untuk sering-sering mengisi di lagu di café tersebut.

Kegiatan ini, kemudian berjalan tanpa terasa. Aliran musik yang biasa mereka mainkan merupakan music Jazz. Jazz memang salah satu aliran music yang nyaman untuk di dengar dan di nikmati, mulai dari anak kecil sampai orang dewasa. Mereka biasanya manggung setiap hari Senin, ini karena beberapa alasan. Seiring berjalannya waktu, grup ini mendapat respon yang baik dari semua orang. Kemudian grup yang mulanya hanya terdiri dari beberapa orang ini, menjadi sebuah grup yang memiliki banyak anggota, yang tentu saja merupakan orang-orang berbakat yang menyukai seni dan bersedia untuk meluangkan sedikit banyaknya waktu untuk dihabiskan bersama komunitas ini.

Kini, komunitas Jazz Mben Senen mendapat banyak “panggilan” untuk manggung di beberapa tempat. Hal ini tentu merupakan hal yang baik untuk komunitas mereka, selain untuk memperkenalkan komunitas tersebut, hal ini juga bermanfaat untuk mengundang dan atau menarik anggota baru yang hendak menyalurkan bakat keseniannya dan bergabung dalam komunitas ini.

Komunitas ini suatu hari di lihat oleh salah seorang seniman di Yogyakarta. Ia melihat komunitas ini sangat bernilai positive, Ia melihat karya dalam bermusik mereka cukup menarik dan patut untuk di kembangkan dan maka dari itu Ia kemudian ikut serta dalam mendukung komunitas tersebut. Ia memberikan komunitas tersebut dengan memfasilitasi mereka beberapa hal, agar terus mengembangkan kegiatan itu.

Seiring berjalannya waktu, kegiatan ini mulai di kenal dimana-mana, terutama di Yogyakarta. Sampai akhirnya suatu hari, ada seorang seniman lain yang ada di Yogya, yang sama halnya positive dalam menilai komunitas ini, yang juga kemudian tertarik dengan komunitas ini. Ia juga akhirnya ikut serta dalam memfasilitasi mereka dengan memberikan sebuah tempat, seperti sebuah ruko yang tidak di gunakan dan bagi mereka keni di jadikan sebuah basecamp untuk komunitas mereka. Basecamp ini mereka gunakan untuk menyimpan alat-alat musik atau segala hal yang berhubungan dengan komunitas Jazz Mben Senen namun tidak hanya untuk itu, basecamp ini juga mereka gunakan untuk tempat berlatih atau sekedar berkumpul bersama dengan anggota komunitas Jazz Mben Senen.

Disinggung soal biaya, mereka mengatakan bahwa dalam komunitas Jazz Mben Senen tidak ada pungutan biaya apapun untuk masuk komunitas ini. Jika ingin bergabung dengan komunitas ini, semuanya hanya berdasarkan niat atau keinginan dari masing-masing anggota baru. Mereka bercerita bahwa sempat beberapa kali ditemukan anggota baru yang tidak konsisten untuk bergabung dan berkarya dalam bidang ini. Mereka sendiri kurang tahu mengapa itu terjadi. Jadi maksudnya tidak konsisten disini seperti, mereka belum lama masuk dan bergabung dalam komunitas ini dan entah apa alasan mereka, beberapa di antaranya para anggota baru ada yang keluar atau bisa dikatakan tidak melanjutkan untuk mengikuti komunitas ini.

Sebenarnya dapat di katakan bahwa komunitas ini terbuka bagi siapapun yang hendak bergabung, baik yang memiliki kesenian yang ingin disalurkan bersama-sama atau untuk mereka yang tadinya tidak tertarik dengan seni sekalipun yang kemudian tertarik oleh itu dan akhirnya bergabung dengan komunitas tersebut. Sekali lagi di tekankan disini, semuanya hanyar berdasarkan niat. Salah seorang anggota mengatakan bahwa, untuk beradaptasi dengan komunitas ini memang tidak gampang namun juga tidak susah. Anggota dalam komunitas ini cenderung blak-blakan dan senang gojek. Mereka sebenarnya cepat bergaul dan dengan senang hati menerima kedatangan anggota baru namun tentu saja tidak langsung menjadi akrab seperti dengan anggota yang sudah lama. Semuanya butuh proses, tergantung bagaimana calon anggota baru tersebut menanggapi dan atau menangkap cara bergaul mereka yang ciri khas sangat ke-remaja-an.

Kemudian kami menyinggung masalah transportasi, mereka mengaku bahwa biaya akomodasi atau pun transportasi tidak terjamin dalam komunitas ini pada awal mulanya. Namun untungnya, mereka selalu mendapat bantuan dari para donator yang tentu saja mendukung kegiatan mereka. Sumbangan tersebut disebutkan berupa mobil yang khusus di gunakan untuk membawa alat-alat musik dan barang peralatan Jazz Mben Senen, untuk menuju tempat dimana mereka di undang atau akan menampilkan karya mereka. Beruntungnya pada saat ini, kebetulan salah seorang dari anggota mereka kini ada yang memiliki mobil yang bisa di gunakan dan kini di jadikan sebagai alat transportasi bagi komunitas Jazz Mben Senen.

Uniknya, komunitas Jazz Mben Senen ternyata tidak hanya mempersembahkan atau menampilkan karya yang hanya berupa music jazz, namun dalam komunitas ini terdapat pula kesenian di bidang seni tari, bidang seni lukis bahkan pijet pun ada dalam komunitas ini. Seni tari yang mereka persembahkan tidak hanya beranggotakan oleh perempuan namun juga laki-laki. Kesenian yang mereka tampilkan tentu juga universal, tidak hanya tarian daerah tapi juga tarian modern atau yang sering kita dengar dengan sebutan modern dance.

Menariknya dalam komunitas ini adalah bahwa pijet juga mereka persembahkan. Pijet yang sering kita anggap sebagai cara yang sangat tradisional untuk membuat tubuh mnejadi terasa ringan dan nyaman, dalam komunitas ini mereka persembahkan ke dalam bentuk seni olah tangan, dimana kedua tangan yang membentuk beberapa pola, menekankan tangan pada bagian tubuh tertentu yang dirasa kurang nyaman dan mengusapkan minyak pijrt atau minyak urut pada tubuh yang seperti kita tahu bermanfaat untuk meringankan pegal-pegal. Hal ini tentu sangat menarik perhatian orang lain, pijet sebagai suatu kegiatan yang kini serin dianggap sepele dan kuno namun mereka berusaha mengangkat kembali cara tradisonal tersebut agar tidak hilang dan tetap di gunakan karena pijet merupakan salah satu asset atau warisan peninggala budaya dari leluhur kita.

Saat kami bertanya semakin dalam, ternyata lagu yang sering mereka bawakan juga tidak selalu melulu lagu-lagu yang beraliran music Jazz. Mereka ingin menampilkan ke-cirikhas-an dari komunitas tersebut yang tentu dapat kita tangkap bahwa dari nama komunitasnya saja pun nampak bahwa komunitas tersebut memiliki aliran tradisonal. Untuk menunjukan kekreatif-an mereka, mereka mencoba dengan mengolah lagu yang awalnya bermula dari aliran lain seperti pop, classic, rock atau juga reggae, yang kemudian di olah menjadi music Jazz. Bahkan tidak berhenti disitu, mereka tidak segan untuk mengolah lagu daerah dan atau lagu-lagu nasional menjadi sebuah lagu yang beraliran music Jazz. Hal ini bukan semata-mata untuk berkreasi atau menunjukan kemampuan mereka dalam mengolah lagu, tapi mereka mengaku bahwa ini juga untuk mengangkat kembali lagu-lagu kebudayaan-kebudayaan yang pernah ada namun kini hampir “punah” atau jarang terdengar apalagi di daerah perkotaan, lagu yang terutama mereka angkat adalah lagu-lagu dari Yogyakarta, yang karena komunitas ini berasal dari Yogya. Namun, bukan berarti hanya lagu-lagu daerah Jogja saja yang mereka olah, melainkan lagu-lagu dan music-musik dari daerah lain pun juga.

Biasanya, Jazz Mben Senen sering di undang untuk mengisi acara di SMA, Kampus, atau café-café tertentu. Untuk mengundang komunitas ini menampilkan karya-karya mereka, bisa dengan cara menghubungi salah seorang anggota dari mereka yang kemudian akan menghubungi anggota lain, atau menghubungi manager mereka untuk kemudian merundingkan tentang persetujuan bersedia atau tidaknya mereka untuk tampil. Dapat juga langsung datang ke tempat mereka yang berlokasi di Bentara Budaya Yogyakarta Biaya yang biasanya ditawarkan oleh komunitas ini sekitar Rp. 3.000.000 / 2 jam.

Pertanyaan terakhir kami singgungkan tentang bagaimana tanggapan tentang respon atau pendapat masyarakat dalam menilai komunitas ini. Mereka mengatakan bahwa respon dari masyarakat cukup baik, mereka terlihat sangat mendukung komunitas ini untyk terus maju, ini terbukti dari semakin banyaknya jam terbang yang mereka terima semakin harinya, meyakini bahwa masyarakat Jogja khususnya, mendukung karya mereka. Karena komunitas ini seperti yang kita ketahui nampak memang sangat berpengaruh di bidang seni di Yogyakarta. Hal ini tentu tidak merugikan, tapi justru menguntungkan karena seperti yang sudah di ulas di atas bahwa komunitas ini tidak meninggalkan atau melupakan kebudayaan mereka namun justru mengangkat nilai-nilai kebudayaan.

Komunitas seperti Jazz Mben Senen memang sudah seharusnya di dukung, karena seperti yang sudah kita bahas bahwa komunitas ini merupakan komunitas yang sangat positive. Mereka patut di acungi jempol karena ketekunan mereka dalam membangun dan mengembangkan komunitas ini walaupun awalnya berasal dari nge-jam iseng-isengan. Komunitas Jazz Mben Senen juga merupakan komunitas yang baik, yang mempergunakan waktu serta bakat dan kemampuan untuk di gunakan semaksimal mungkin.

Seperti yang kita tahu komunitas ini tidak meninggalkan budayanya walaupun kini telah menjadi komunitas yang terkenal dan di undang dimana-mana. Hal ini memang terlihat sepele, namun tanpa disadari bahwa hal ini sangat penting untuk menjaga peninggalan kebudayaan dari leluhur kita. Kebudayaan merupakan salah satu identitas bagi sebuah tempat baik kota maupun Negara, maka dari itu cintailah kebudayaan-kebudayaan kita sebelum semua hilang dan kita kehilangan identitas.

Lokasi

Jl. Suroto 2, Kotabaru, Daerah Istimewa Yogyakarta, Indonesia.

  1. Dari nol km, ke arah timur melewati jalan Bintaran Kulon.
  2. Ketemu perempatan, belok kiri melewati jalan Mayor Suryotomo.
  3. Lurus, sampai ketemu jalan Mataram.
  4. Masuk mataram lurus lagi sampai ketemu bundaran kecil yang ada lampu merahnya.
  5. Lurus ke utara, ikuti jalan yang ada sampai ketemu lampu merah lagi di bawah rel kereta api, belok kanan, jangan kiri karena jika ke kiri satu jalur.
  6. Ikuti terus sampai ketemu jalan Abu Bakar Ali.
  7. Jika sudah di jalan Abu bakar Ali, lurus terus sampai ketemu café Legend Coffee, lurus lagi sedikit sampai ketemu jalan Yos Sudarso.
  8. Dari jl.Yos Sudarso ke utara ikuti jalur yang ada sampai terdapat belokan ke kiri di samping Plaza Telkom.
  9. Masuk situ (belokan kiri) sampai ketemu jalan Suroto.
  10. Bentara Budaya Yogyakarta terletak tidak jauh dari Kompas dan Sonora FM 97.4
frantikaclara@yahoo.com'

About clarafrantika