Jadilah Orang Beruntung

Banyak orang percaya bahwa keberuntungan adalah semata karena kekuatan kasih Allah. Tanpa bermaksud meragukan keyakinan mistis, karena memang tidak dapat didiskusikan. Kalau dicermati secara mendalam, keberuntungan dan sebaliknya juga kesialan, terjadi berkali-kali dan berlangsung dalam jangka waktu lama, bahkan mungkin sepanjang hidup. Orang yang beruntung akan sangat sering memperoleh keberuntungan. Begitu juga sebaliknya, orang yang sial, hampir selalu memperoleh kesialan dan kegagalan dalam hidupnya. Mengapa bisa demikian?

Keberuntungan atau kesialan sangat erat kaitannya dengan pola pikir, sikap dan pandangan dunia. Generally speaking it’s about state of mind. Oleh karena itu, keberuntungan dan kesialan dapat dikaji, dipelajari dan tentu saja dilatihkan.

Untung menjadi beruntung, pertama, kita harus mampu memandang dan menerima realitas sebagai kebenaran 100%. Orang yang beruntung akan dengan cepat menerima kondisi apapun yang dialaminya. Meski seandainya peristiwa itu sangat mengecewakan, orang yang beruntung akan segera bangkit, kembali rileks. Sikap rileks akan menjadikan kita lebih peka terhadap hal-hal kecil yang terjadi di sekeliling. Sebaliknya, orang yang sial akan berlama-lama memenjarakan diri pada suatu masalah. Dia akan terus mengunyah masalah itu dengan mempertanyakan penyebab dan membiarkan hati dan pikirannya disibukkan oleh kemungkinan terjadinya ketidakadilan dan penderitaan. Ya, orang yang sial akan membelanjakan banyak waktu memikirkan berbagai kemungkinan jelek, sehingga seakan-akan masalah yang dihadapi berkembang menjadi sangat besar. Oleh karena hanya terfokus pada masalahnya, orang akan melewatkan begitu saja banyak hal baik yang terjadi.

Bagi yang sedang belajar untuk menjadi beruntung, tahap ini paling sulit dilakukan, karena ketulusan dan kebersihan jiwa sungguh-sungguh ditantang untuk mampu forgive and release. Religiusitas sangat membantu untuk mengembangkan ketulusan dan kebersihan jiwa, khususnya keyakinan akan kemahasucian Tuhan.

Kedua, orang beruntung akan bersikap terbuka Sikap terbuka menjadikan teman, sahabat dan bahkan musuh yang diajak berkomunikasi akan merasa nyaman. Oleh karena itu, orang yang beruntung biasanya dikenal luas sebagai humble atau rendah hati, mau menerima saran dan masukan orang lain. Bahkan dia bersedia bertanya kepada orang yang lebih yunior. Sebaliknya, orang yang sial akan cenderung mengikuti pikirannya sendiri. Dia memandang orang lain sebagai tidak peduli terhadap penderitaannya, sehingga cenderung membantah, mendebat atau mengabaikan. Akibatnya, sering orang menangkap sikap seperti itu sebagai kesombongan atau tinggi hati.

Selain bersikap terbuka, orang yang beruntung akan lebih banyak mengarahkan energi hidupnya untuk mencari solusi alternatif dan mengeksekusinya. Dari banyak solusi yang dicoba tentu akhirnya akan ada salah satu yang berhasil. Tahap ini tidak sulit, tetapi butuh banyak latihan untuk out box thinking dan kekenyalan diri dalam menghadapi banyak tantangan (baca: peluang). Akhirnya, keberhasilan itu lah yang orang lihat sebagai keberuntungan atau bahkan blessing in disguise.

Di pihak lain, orang yang sial disibukan dengan kegiatan mempermasalahkan problem yang dihadapi. Tantangan pun dilihat sebagai hambatan. Akibatnya hidupnya berkutat dengan tumpukan masalah dan selalu terlambat dalam meraih berbagai peluang yang datang. Keterlambatan itu sering dimaknai sebagai kesialan.

Oleh karena itu jadilah orang beruntung! Modalnya sederhana dan tidak perlu biaya. Cukup sediakan sikap menerima dengan ikhlas setiap peristiwa sebagai realitas. Sepahit apapun setiap peristiwa hanyalah sebagian kecil dari luasnya aspek kehidupan, sehingga masih banyak kegembiraan yang dapat diraih. Bersikaplah rileks dan terbuka menjalani kehidupan.

Berteman lah dengan siapa saja, karena setiap teman membawa peluang keberuntungan untuk meningkatkan kualitas hidup. Fokuskan diri untuk mencari solusi, tidak harus yang sempurna, tetapi mungkin dilakukan. Dan akhirnya, bertekunlah menghadapi tantangan yang rumit dan berliku. Semakin rumit tantangan, akan mendatangan semakin besar kegembiraan dan kebaikan.

Selamat berlatih menjadi orang beruntung!

Mrican, pertengahan Desember 2014

About Sastro Sukamiskin