GARAM DAN BESI

Salah satu karakter perkembangan peradaban Cina adalah lahirnya berbagai aliran filsafat sosial politik. Secara sosial, berbagai aliran filsafat berusaha mencari dan menemukan jalan terbaik bagi masyarakat, baik pribadi maupun kelompok, untuk memperoleh kebahagiaan. Secara politik, aliran filsafat Cina bermaksud memberi arahan kepada penguasa untuk memerintah secara baik, sehingga tercipta negara yang tertib dan kuat.

Diantara berbagai aliran filsafat yang berkembang, paling tidak terdapat dua aliran yang secara dominan mempengaruhi dinamika politik Cina, yaitu Konfusianisme dan Legalisme. Konfusianisme digambarkan sebagai garam, yaitu penciptaan ketertiban politik melalui pendidikan. Dalam konteks ini, pendidikan tidak hanya sebagai lembaga pelestari dan pengembang ilmu pengetahuan (akademik) seperti yang dewasa ini menjamur, tetapi lebih sebagai lembaga pengembangan kesadaran masyarakat. Melalui pendidikan, masyarakat dididik untuk menjadi manusia baik (berkarakter) dan berbudaya.

Di pihak lain, Legalisme digambarkan sebagai besi. Penggambaran itu disebabkan oleh ajarannya yang menempatkan hukum yang tegas dan berat sebagai alat pencipta ketertiban. Melalui penciptaan dan penegakan hukum yang tegas dan berat, masyarakat akan menjadi takut untuk melakukan pelanggaran. Dengan minimnya pelanggaran, untuk tidak mengekstremkan sebagai penghapusan, kehidupan masyarakat akan menjadi tertib dan selanjutnya akan menciptakan keamanan, ketenteraman dan kesejahteraan.

Kedua aliran filsafat itu dikatakan dominan, karena hampir semua dinasti penguasa di Cina menggunakannya. Pada penguasa yang menonjolkan keberpihakannya pada Konfusianisme akan cenderung mengembangkan pendidikan moral. Meski demikian, bukan berarti Legalisme sepenuhnya ditinggalkan. Penciptaan dan penegakan hukum tetap harus dilakukan untuk menjamin ketertiban, meski tidak seberat yang diidealkan oleh Legalisme. Sebaliknya, penguasa yang menganut Legalisme juga tidak dapat sepenuhnya meninggalkan penciptaan orang baik melalui pendidikan moral. Dari sudut pandang ini, Konfusianisme juga tidak dapat sepenuhnya diabaikan.
Cina Klasik
Sumber: Purwanta, Sejarah Cina Klasik

About Sastro Sukamiskin