Bersahabat dengan Masalah

Apakah Anda sedang resah? Tidak perlu frustrasi! Kita hanya perlu mengenali sumber keresahan itu. Apabila keresahan itu tentang sesuatu yang tidak jelas, atau bahasa filsafatnya Angst, berarti kita akan memasuki kehidupan yang penuh kesadaran. Itu cerita Mbah Heidegger… Dalam dunia psikologi, keresahan itu menandakan kita akan menjadi manusia dewasa atau bahasa menterengnya menjadi manusia berpribadi.

Apabila keresahan itu dikarenakan problem yang jelas, seperti proposal, skripsi, tak punya uang dan sebagainya… berarti Anda sedang punya masalah. Tapi jangan khawatir. Setiap kita tentu punya masalah, dari yang sangat ringan sampai kelas sangat berat. Terkadang ada masalah yang dapat diomongkan ke teman atau tetangga, tapi ada yang hanya disimpan di locker hati paling rahasia. Ada masalah yang dimarahkan kepada pihak tertentu, tapi ada yang menuntun kita untuk kunci kamar dan berdoa. Hidup manusia memang selalu bermasalah. Bahkan orang kemudian menyimpulkan bahwa life is problems, problems are stages of life to be a mature man dan berbagai kesimpulan akademik lain sejenis.pusing

Orang-orang yang kreatif dalam bisnis juga menjadikan orang-orang bermasalah sebagai lahan usaha, ┬áseperti hiburan, pijet komplit maupun buku-buku tentang trick menyikapi masalah. Dunia pendidikan pun tidak mau ketinggalan dengan melahirkan metode pembelajaran problem solving. Murid-murid yang dalam kosa kata pendidikan sering disebut peserta didik dilatih jurus-jurus ampuh agar terampil memecahkan dan mengatasi masalah. Harapannya agar nantinya para murid dapat tumbuh menjadi manusia yang tegar dan ahli dalam mengatasi masalah, baik masalah pribadi maupun masyarakat. Tidak hanya di dunia pendidikan yang memasukkan pengatasan problem dalam agendanya. Pegadaian bahkan menggunakan “mengatasi masalah tanpa masalah” sebagai mottonya.

Apakah dengan solusi-solusi yang ditawarkan menjadikan kita mampu membebaskan diri darimasalah? Ternyata sama sekali tidak. Hidup kita tetap bermasalah. Kalau demikian yang perlu kita ubah bukan masalahnya, tetapi pola pikir dan sikap kita terhadap masalah. Apabila selama ini kita tidak menyukai masalah dan berusaha untuk men-delete atau meniadakannya dari kehidupan kita, maka mulai hari ini kita ubah mindset itu.

Masalah sebenarnya bukanlah musuh yang menakutkan dan perlu dihabisi dengan kerasnya pukulan ataupun disesali dengan cucuran air mata. Bahkan sebaliknya, masalah adalah SAHABATSEJATI yang dengan setia menemani detik demi detik hidup kita. Dia selalu menyertai kita, baik saat duka maupun gembira, baik saat menikmati kebersamaan maupun saat sepi dalam kesendirian.

Bukan hanya paling setia, masalah juga merupakan sahabat PALING JUJUR yang pernah kita miliki. Kita dapat menanyakan apa saja kepadanya, dia akan menjawabnya dengan jujur sejujur-jujurnya, meski kadang akan menyakiti perasaan kita dan sering memberikan jawaban yang tidak masuk akal. Misalnya kalau ingin megetahui jumlah tindakan dan kata yang menyakiti teman atau orang lain, maka sahabat kita akan dengan terbuka membuatkan daftar yang rinci dan disertai penjelasan terbaiknya. Tentu saja daftar itu jujur, apa adanya. Oleh karena itu, bersiap saja untuk dibuat malu oleh sahabat kita yang bernama masalah.

Kehebatan sahabat kita tidak berhenti pada itu saja. Masalah juga mampu memberikan alternatif terbaik untuk menjalani kehidupan di masa-masa mendatang. Tanyakan tentang bagaimana sikap yang harus diambil terhadap guru atau dosen yang tua, jelek dan kejam, maka sahabat kita yang bernama masalah akan memberikan jalan terbaik untuk kita. Atau boleh juga apabila hendak mengetahui tentang tindakan yang harus diambil terhadap kekasih, pembimbing yang sering memPHPkan kita. Alternatif sikap dan tindakan yang diberikan oleh masalah boleh diikuti atau ditolak. Kalau diikuti, dijamin akan memperoleh kehidupan yang jauh lebih berkualitas dari pada yang kita jalani saat ini. Kita akan mampu menjalani kehidupan ini dengan lebih cerdas dan manusiawi.

Selamat Bersahabat dengan Masalah

About Sastro Sukamiskin