234 SOLIDARITY COMMUNITY

Dalam tugas PKN ini kami kelompok yang terdiri dari Bagaskara Gp dan Yoshua Pandu Dewa Nata akan menjelaskan tentang komunitas 234 SC. Tugas PKN ini yaitu untuk mencari dan mewawancarai sebuah komunitas sosial di Yogyakarta. Waktu kami untuk mencari komunitas sangat lah terbatas, karena sudah terjadwal bagaimana dan kapan kami harus melakukan wawancara. Karena banyaknya komunitas di kota Yogyakarta tercinta ini, kami pada awalnya merasa bingung. Dan akhirnya kami memutuskan untuk mewawancari 234 SC setelah melalui berbagai usaha yang kami lakukan dalam memilih komunitas. Kriteria komunitas yang harus diwawancarai adalah komunitas yang dimana mereka bergerak di bidang aksi sosial dan mempunyai peran aktif atau membantu masyarakat di sekitar. Setelah melakukan kegiatan stalking di dunia maya maupun bertanya kepada teman, kami menemukan contact person dari komunitas 234 SC ini, yaitu adalah Saudari Leoni Putri.

Kami pun melakukan Janji dengan Mbak Leoni, salah satu anggota dari komunitas 234SC yang merupakan narasumber kami di hari Jumat sebelum UTS dimulai hari senin berikutnya. Di sela jam kuliah program studi Sastra Inggris, kami pada siang itu menemui salah satu anggota komunitas 234SC,. Menurut informasi hasil wawancara yang kami lakukan, komunitas 234 SC ini merupakan komunitas yang sudah sangat terkenal di indonesia, dari latar belakang yang sudah sangat kental dengan lika liku kehidupan di Jakarta. Menurut Informasi kami komunitas ini awalnya hanya terbentuk dari sekumpulan kerabat atau keluarga dekat KPH. Japto S. Soerjosoemarno, S.H. (Ketua Presidium MPN Pemuda Pancasila).

Beliau lahir di Solo, Jawa Tengah, 16 Desember 1949, dan kisah 234 SC dimulai dari saat beiau memimpin geng anak muda Jakarta yaitu geng Anak Siliwangi (daerah Senen, Jakarta). Dari situlah nama beliau menjadi terkenal dan dihormati. Sosok beliau yang akrab dijuluki Si Bule, yang ramah, rendah hati, berinteljensi tinggi, teguh pendirian serta pintar. Tegas dan tidak berbelit belit dan tidak opportunistik sehingga dapat tumbuh menjadi seorang pemimpin yang melegenda serta menjadi idola anak muda Jakarta.

234 SC merupakan komunitas khusus yang merupakan singkatan dari 234 Siliwangi Club , dan merupakan singkatan dari Soerjosoemarno Clan yang hanya beranggotakan kerabat dekat beliau. Dan kemudian komunitas ini dikembangkan dan diteruskan oleh anak kandung beliau yaitu, Mas Adi Shalom S.S dan Mas Yedidah S.S

Filosofi lambang dari komunitas ini pun sangat legendaris, yaitu orang bersayap yang membuatnya begitu dikenal dan dipandang oleh banyak orang sehingga menimbulkan ketertarikan bagi banyak orang untuk ikut bergabung dalam 234 SC ini. Dan dasar alasan itulah para petinggi 234SC membuka untuk umum komunitas ini dan kemudian singkatannya berubah menjadi 234 Solidarity Community. Yang bertujuan untuk menyatukan semua pemuda pemudi di dalam 234 SC untuk menjadikannya bagian dalam keluarga dan memiliki tingkat solidaritas yang tinggi.

Pesan dari ketua umum nya adalah “APABILA SALAH SATU TEMAN KITA DICUBIT, MAKA KITA SEMUA AKAN MERASA DICUBIT DAN KITA HARUS MEMBALAS SIAPAPUN YANG MENCUBIT TEMAN KITA ITU. KITA TIDAK BOLEH MENGGANGU DAN MENYUSAHKAN ORANG LAIN. BILA MEREKA MENJUAL, KITA TAWAR BAIK BAIK. APABILA MEREKA TAWAR LAGI DAN KELEWATAN, KITA BORONG”

Lambang 234 SC

Komunitas ini pun menerapkan kode etik bagi semua anggota yang akan bergabung dan maupun yang telah bergabung dalam komunitas 234 SC ini, yaitu :

1. Taat kepada tuhan yang maha esa menurut agama masing-masing.

2. Taat dan tunduk kepada hukum yang berlaku di negeri ini.

3. Tidak terlibat penggunaan dan peredaran narkoba.

4. Bersifat setia kawan dan menjaga kesatuan dalam rasa kekeluargaan.

5. Menjaga nama baik dan keutuhan organisasi.

6. Selalu rendah diri dan saling mengayomi antar anggota maupun kepada masyarakat.

Setelah berkembang menjadi dibuka untuk umum komunitas ini pun sekarang sudah mempunyai cabang dimana mana seperti di Jogjakarta dan bahkan ada cabang yang berada di luar negeri. Dengan kuatnya pondasi sebuah komunitas ini, maka tak heran jika komunitas ini disegani oleh para pemuda di Indonesia.

Komunitas ini sendiri di Jogjakarta sudah mempunyai sekitar 60 anggota yang tersebar di berbagai kalangan masyarakat, meskipun tetap didominasi oleh para kaum penuda karena pada dasarnya komunitas ini adalah komunitas pemuda. Para anggotanya kebanyakan terdiri dari para anak kuliahan dari berbagai universitas, para alumni yang sudah tamat kuliah dan bahkan para pemuda yang sudah bekerja pun ada dalam komunitas ini khususnya regional Jogja. Tidak menutup kemungkinan bahwa tidak ada batasan usia untuk bergabung dengan komunitas ini karena komunitas ini terbuka untuk umum.

Menurut narasumber kami, untuk bergabung dengan komunitas ini tidaklah susah dan ribet, semua golongan usia boleh bergabung, dengan latar belakang yang bermacam macam tidak ada pengecualian. “Kalau ingin bergabung ya tinggal gabung aja ikut ngumpul” ujar narasumber kami, “kalau hanya masalah seleksi ya bairkanlah seleksi alam saja” tambahnya. Jadi solidaritas setiap anggota akan teruji dalam seleksi alam, siapa yang kuat solidaritas dan semangat nya akan tetap bertahan, namun yang tidak mempunyai mental dan solidaritas yang kuat pasti akan keluar secara perlahan.

Acara rutin yang dilakukan oleh komunitas ini adalah kumpul atau “kopdar” begitu mereka menyebutnya. Yaitu kumpul bersama di cafe sebagai media belajar dan berbagi para anggota komunitas tersebut. Kopdar wajib dilakukan setiap minggu ketiga pada hari jumat, yaitu seperti acara rutin yang wajib untuk dihadiri para anggota untuk membahas hal hal rutin bulanan. Dan ada pula kopdar tidak wajib yaitu apabila secara mendadak ingin berkumpul dan berbagi di sembarang hari, meskipun tidak semua anggota dapat hadir namun solidaritas lah yang membuat mereka mau berkumpul meskipun tidak ada perintah wajib.

Tujuan dari dibentuknya cabang di Jogja ini tidak lain hanyalah sama dengan tujuan awal dibentuknya komuntias ini di Jakarta oleh para pendiri pendiri nya. Yaitu untuk membatu masyarakat Jogja dalam bidang sosial. Tujuannya pun sudah tercapai untuk regional Jogja ini yaitu telah mengadakan kegiatan sosial. Pada bulan Januari 2015 lalu, komunitas ini membuat sebuah event garage sale, yaitu memberikan sewa tempat untuk berjualan. Semisal pada event ini ada teman yang menyewa tempat 234 SC, berarti sama saja menyumbangkan 2 bibit pohon karena bersamaan dengan acara hari bumi, yang diperingati pada tanggal 10 Januari. Komunitas ini memperigati hari tersebut dengan kegiatan tanam poho di Goa Cemara dan pempukan, dan hal itu dilakukan oleh komunitas ini sampai sekarang secara rutin.

Untuk masalah keuangan komunitas 234SC ini memiliki uang kas yang di dapatkan dari iuran bulanan yang di lakukan oleh tiap-tiap anggotanya sebesar Rp, 10.000,00 dan juga dari donatur-donatur yang ada juga dri event yang merka gelar. Karena komunitas ini merupakan komuntitas sosial dalam regional jogja pasti mendapat tanggapan dari masyarakat Jogja, menurut pendapat narasumber kami tanggapan masyarakat Jogja sudah baik karena event mereka dapat terlaksana dengan lancar. Selain itu karena mereka juga sebagai contoh anak muda, mereka memberikan contoh bahwa mereka tidak hanya nongkrong dan bersenang senang saja tanpa hasil tetapi yang nongkrong punya rasa kreatifitas dan kemanusiaan. Hal ini pula yang menjadikan 234SC sebagai komunitas yang di respon masyarakat yang ada di Jogja

About Sastro Sukamiskin